Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Yang terhormat, - Ketua Komisi IV DPR RI; - Pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian RI; - Penyuluh Pertanian, Peneliti dan Petani; serta - Undangan dan Hadirin yang saya hormati. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya, kita dapat berkumpul di Auditorium Kementerian Pertanian dalam keadaan sehat wal'afiat, dalam rangka menghadiri acara "Temu Teknis Penyuluhan Pertanian dan Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya". Merupakan suatu kebahagian bagi saya dapat bertatap muka dengan para penyuluh, peneliti dan petani. Saya menilai acara ini mempunyai makna yang sangat penting, karena diawali dengan Ikrar Penyuluh Pertanian, launching Cyber Extension, dan launching Mars Penyuluh Pertanian. Oleh karena itu, Saya menyambut baik dilaksanakannya acara ini dalam rangka meningkatkan motivasi penyuluh guna menyatukan gerak langkah para penyuluh dalam mendampingi petani untuk mendukung percepatan peningkatan produksi dan produktivitas pangan nasional. Hadirin yang saya hormati, Sebagaimana diamanatkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia bahwa dalam rangka mewujudkan swasembada dan swasembada berkelanjutan, pada tahun 2011 Kementerian Pertanian telah menetapkan target produksi padi sebesar 70,60 juta ton GKG, jagung sebesar 22 juta ton pipilan kering, kedele 1,56 juta ton pipilan kering, gula 3,86 juta ton, dan daging sapi 316 ribu ton. Penetapan target produksi tersebut di atas dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional sebagai landasan dalam menciptakan ketahanan politik, sosial, ekonomi, dan keamanan. Dengan terciptanya ketahanan politik, sosial, ekonomi dan keamanan, maka akan mendorong peningkatan investasi domestik dan investasi asing sebagai pengungkit pertumbuhan perekonomian nasional. Untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, sudah barang tentu diperlukan komitmen dan kerja keras dari semua pelaku pembangunan pertanian, khususnya penyuluh, peneliti dan petani, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai tingkat desa/kelurahan. Ikrar penyuluh pertanian yang dihadiri oleh kurang lebih 600 orang penyuluh, peneliti dan petani merupakan bentuk komitmen para penyuluh dalam mensukseskan pencapaian ketahanan pangan nasional. Saya yakin komitmen yang telah saudara sampaikan, juga akan diikuti oleh seluruh penyuluh pertanian se Indonesia. Dengan komitmen semacam ini, diharapkan percepatan peningkatan produksi dan produktivitas padi, jagung, kedele, tebu, dan daging sapi dapat segera diwujudkan. Keyakinan ini didasarkan atas pengalaman para penyuluh pertanian selama ini dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras pada tahun 1984, serta beras dan jagung pada tahun 2008. Hadirin yang saya hormati, Penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian mempunyai peran yang sangat strategis dalam mendiseminasikan teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh lembaga penelitian dan pengembangan pertanian sebagai upaya meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian di tingkat petani. Saya mencermati pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) sebagai laboratorium lapangan dalam mendiseminasikan teknologi belum berjalan secara optimal. Belum optimalnya pelaksanaan SLPPT tersebut antara lain disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: (1) di beberapa daerah masih ada penyuluh yang belum dilibatkan dengan baik oleh Kepala Dinas Pertanian; (2) di beberapa daerah masih ada Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan yang belum mau melepas tenaga penyuluh dalam mendukung pelaksanaan kegiatan SLPTT; dan (3) belum ada peneliti pendamping yang sehari-sehari bekerjasama dengan penyuluh, mantri tani, POPT, dan tenaga fungsional pertanian lainnya di lokasi SLPTT. Dengan dicanangkannya Ikrar Penyuluh Pertanian di Auditorium Kementerian Pertanian ini, diharapkan sinergitas dan koordinasi antara dinas teknis pertanian, lembaga penelitian dan pengembangan pertanian, dan lembaga penyuluhan akan semakin baik. Hal ini dicirikan dengan semakin baiknya kerjasama antara peneliti, mantri tani, POPT, dan penyuluh di lapangan. Yang pada gilirannya akan berdampak positif dalam pencapaian target produksi dan produktivitas pangan nasional. Hadirin yang saya hormati, Dalam rangka meningkatkan peran strategis penyuluh pertanian, Kementerian Pertanian telah merekrut sekitar 23.250 orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP). Bersamaan dengan itu, Kementerian Pertanian juga telah memberdayakan sekitar 8.000 orang petani yang berhasil mengembangkan agribisnis sebagai penyuluh pertanian swadaya. Melalui rekruitmen THL-TBPP dan pemberdayaan penyuluh pertanian swadaya, maka total penyuluh pada saat ini berjumlah sekitar 60.500 orang, terdiri dari penyuluh PNS sekitar 28.000 orang, penyuluh honorer sekitar 1.250 orang, THL-TBPP sekitar 23.250 orang, dan penyuluh swadaya sekitar 8.000 orang. Untuk meningkatkan motivasi dan kenyamanan bekerja bagi para penyuluh, Kementerian Pertanian sejak tahun 2009 telah merintis pengembangan informasi pertanian melalui sistem jaringan informasi dan komunikasi melalui internet yang disebut Cyber Extension. Cyber Extension merupakan terobosan baru dalam sistem penyuluhan pertanian, khususnya dalam penyediaan materi penyuluhan guna membantu penyuluh, petani dan pelaku usaha dalam mengatasi keterbatasan bahan informasi pertanian. Pada tahun 2010, Kementerian Pertanian telah menyediakan 1.000 unit sarana Cyber Extension berupa komputer PC, printer dan modem yang telah didistribusikan pada kelembagaan penyuluhan di tingkat provinsi, kelembagaan penyuluhan di tingkat kabupaten/kota, dan Balai Penyuluhan tingkat kecamatan. Dengan launching Cyber Extension, diharapkan para penyuluh dapat mengakses bahan informasi pertanian sebagai materi penyuluhan kepada para petani secara lebih cepat, murah dan efisien. Sehubungan dengan itu, saya meminta kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian untuk secepatnya menyelenggarakan diklat penguasaan dan pemanfaatan Cyber Extension bagi penyuluh. Disamping itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian untuk lebih memprioritaskan pengembangan materi Cyber Extension yang mendukung percepatan peningkatan produksi dan produktivitas pangan nasional. Hadirin yang Saya hormati, Berdasarkan data dari Biro Pusat Statitik, saat ini terdapat 497 kabupaten/kota, 6.543 kecamatan, dan sekitar 70.000 desa/kelurahan. Berdasarkan data tersebut, sudah barang tentu 1.000 unit sarana Cyber Extension yang telah disediakan Kementerian Pertanian belum dapat menjangkau seluruh wilayah kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan seluruh Indonesia. Untuk memenuhi kekurangan kebutuhan sarana Cyber Extension baik di tingkat kabupaten/kota, tingkat kecamatan maupun tingkat desa/kelurahan, maka dipandang perlu untuk melakukan kerjasama dalam pemanfaatan sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Untuk itu, saya menugaskan kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian untuk segera mempersiapkan naskah kesepakatan bersama tentang penyelenggaraan diseminasi informasi dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di sektor pertanian, antara Kementerian Pertanian RI dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Hadirin yang saya hormati, Pada kesempatan yang baik ini, saya berharap melalui acara temu teknis penyuluhan pertanian dan pembinaan penyuluh pertanian swadaya, para penyuluh, peneliti dan petani mempunyai persepsi yang sama tentang percepatan peningkatan produksi dan produktivitas pangan nasional. Selain itu, dari pertemuan ini diharapkan pula dapat memanfaatkan Cyber Extension serta sarana dan prasarana komunikasi dan informatika dalam diseminasi informasi dengan mengakses bahan informasi pertanian secara lebih cepat, murah dan efisien. Pada akhirnya, sekali lagi saya menghimbau kepada para penyuluh, peneliti dan petani, serta semua pihak dan instansi terkait untuk memberikan dukungan dan komitmen yang tinggi serta kerja keras dalam mewujudkan percepatan peningkatan produksi dan produktivitas pangan nasional. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahiim, acara "Temu Teknis Penyuluhan Pertanian dan Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya", secara resmi saya buka. Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Menteri Pertanian, S u s w o n o