Assalamu Alaikum Wr. Wb. Selamat pagi dan Salam sejahtera bagi kita semua Yang saya hormati : - Ketua DPRD Kota Palopo beserta jajarannya; - Unsur Muspida Kota Palopo; - Ketua Pengadilan Negeri Kota Palopo; - Wakil Walikota Palopo; - Para Narasumber dari Provinsi Sulawesi Selatan; - Para Kepala SKPD selaku Anggota Dewan Ketahanan Pangan Kota Palopo; - Para Pimpinan Perguruan Tinggi se - Kota Palopo; - Para Camat, Lurah,Penyuluh, Pengurus Kelompok Tani dan Nelayan se Kota Palopo - Hadirin yang saya hormati. Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadiran Allah, SWT Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Petunjuk yang diberikan kepada kita, sehingga pada hari ini dapat hadir bersama di Aiditorium ini dalam rangka mengikuti Rapat Koordinasi Pemantapan Ketahanan Pangan Kota Palopo Tahun 2011. Hadirin yang saya hormati, Saya selaku Pemerintah Kota Palopo dan Masyarakat menyampaikan selamat datang kepada Bapak - Bapak Nara Sumber dari Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan yang akan memjadi pemateri dalam rapat koordinasi Ketahanan Pangan Kota Palopo Tahun 2011. Hadirin yang saya hormati, sebelum saya lanjut, saya ingin kembali menegaskan kepada kita bahwa pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan diarahkan untuk meningkatkan sebesar - besarnya kesejahteraan petani dan nelayan sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka pemerintah, masyarakat dan pihak swasta harus mengupayakan peningkatan kapasitas petani dan nelayan agar menjadi mandiri dan berdaulat. Keberhasilan petani dan nelayan dalam menyediakan pangan dan bahan baku industry bagi penduduk, peningkatan devisa Negara dan penerapan tenaga kerja ternayata belum dapat meningkatkan kesejahteraan dirinya sebagai pelaku usaha tani dalam pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Hadirin yang saya hormati, Peran Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan sebagaimana diamanatkan, dalam pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahu 2002 adalah melaksanakan dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan ketahanan pangan di wilayah masing-masing dan mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan. Ketahanan pangan dengan prinsip kemendirian dan berkelanjutan senantiasa harus mewujudkan dari waktu ke waktu, sebagai prasayarat bagi keberlanjutan eksistensi kehidupan berbangsa. Upaya meujudkan ketahanan pangan tidak terlepas dari pengaruh factor interal maupun eksternal yang terus berubah secara dinamis. Dinamika dan kompleksitas ketahan pangan menimbulkan berbagai permasalahan dan tantangan serta potensi dan peluang yang terus berkembang yang perlu diantisipasi dan diatasi melalui kerjasama yang harmonis antar seluruh pihak terkait dalam mewujudkan ketahanan pangan. Salah satu komitmen Indonesia dalam penanganan masalah ketahanan pangan adalah mendukung Mellinium Develoment Goals (MDGs) dalam penurunan jumlah penduduk yang menderita kelaparan separuhnya sampai tahun 2015. Hal ini merupakan dasar penentuan nilai capaian penurunan jumlah penduduk rawan pangan yang disesuaikan dengan potensi dan kemampuan baik di tingkat pusat maupun di daerah. Hadirin yang saya hormati, Penganekaragaman konsumsi pangan menjadi satu masalah karena konsumsi pangan masyarakat masih terpaku pada beras saja, padahal penganekaragaman konsumsi pangan merupakan suatu tuntutan yang tidak dapat ditawar - tawar lagi, sebagai akibat dari dampak pemansan global, pertambahan penduduk yang terus meningkat, kertergantungan pangan kususnya pada bers sangat besar, pola makan yang belum beragam, bergizi, berimbang dan aman serta perubahan gaya hidup masyarakat dalam mengkonsumsi pangan.Penganekaragaman merupakan upaya untuk memaantapkan atau membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, berimbang dan aman guna memenuhi kebutuhan untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif. Oleh kesempatan ini saya selaku pemerintah Kota Palopo menghimbau kepada kita semua agar kiranya dapat mengurangi ketergantungan mengkumsumsi beras dan beralih mengkonsumsi makanan lokal kita, seperti sagu, jagung, ubi kayu, ubi jalar, gadung / sikapa dsb. Hadirin yang saya hormati, Untuk mengembangkan komoditi pangan lokal yang saya sebutkan tadi, saya instruksikan kepada Kepala SKPD yang terkait dalam upaya peningkatan produksi pangan agar meyusun program strategis tentang produksi pangan lokal minimal sudah dilaksanakan pada tahun 2012 dengan tetap berusaha meningkatkan produksi padi dari tahun ke tahun separti yang telah derencanakan di Kota Palopo bahwa pada tahun 2011 sasaran areal tanaman padi seluas 5.960 ha dengan rencana produktivitas rata-rata 6.5 ton/ha. Selain komoditi padi, saya juga berharap agar uasaha peingkatan produksi perikanan, perkebunan, peternakan dan lainnya tetap dikembangkan dan diushakan untuk mencapai prudksi yang optimal. Untuk suksesnya program pengembangan komoditi pertanian, perikanan dan kehutanan kota palopo, peran penyuluh sangat dibutuhkan karena merekalah ujung tombak yang berperan dan mengawal program pemerintah. Hadirin yang saya hormati, Sebelum saya mengahiri sambutan ini saya ingin memerikan gambaran situasi konsumsi pangan penduduk kota palopo tahun 2010 berdasarkan hasil survey situasi konsumsi pangan penduduk kota palopo adaalah: (1) Dari kelompok pangan padi padian sebanyak 18.280,95 ton/th (2) umbi umbian 2.812,45 ton/th (3) Pangan hewani 8.347,36 ton/th (4) Minyak dan lemak 1.054,67 ton/th (5) Buah / Biji 1.230,44 ton/th (6) Kacang kacangan 1.054,67 ton/th (7) gulu 1.406,22 ton/th (8) Sayur dan Buah 16.347,39 ton/th dan lain lain sebanyak 527,33 ton/th. Saya berharap agar forum ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor dan membngun keerjasama dalam rangka mambangun ketahanan pangan masyarakat. Marilah kita dengan bersungguh sungguh mengalokasi sumberdaya yang memadai, membuat strategi yang tepat dan mekanisme koordinasi yang efektif agar dukungan dari stakeholders dapat bersenergi menjadi satu kesatuan yang saling memperkuat untuk memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarkat. Hadirin yang saya hormati, Demikian hal hal yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini. Saya berharap bahwa rumusan kebijakan dan program yang dihasilkan dalam pertemuan ini akan menjadi pola pikir dan pola tindak bersama ( common platform) bagi para stakeholders untuk memberikan kontribusi yang optimal dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim acara Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan Kota Palopo Tahun 2011 saya buka dengan resmi. Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan perlindungan - Nya pada kita semua. Wassalamu alaikum wr.Wb Palopo, 28 April 20011 Walikota Palopo DRS. HPA. TENRIADJENG, M.Si