Santan kelapa merupakan cairan hasil ekstraksi parutan daging buah kelapa dengan atau tanpa penambahan air. Santan merupakan emulsi minyak dalam air yang distabilisasi secara alamiah oleh protein (globulin dan albumin) dan posfo;ipida. Komposisi kimia santan yang di ekstraksi tanpa penambahan air terdiri atas protein 2,6-4,4%; lemak 32-40%; air 50-54%; dan abu 1-1,5%. Secara alamiah santan kelapa mudah sekali rusak, umumnya hanya dapat bertahan selama 24 jam dalam penyimpanan. Kondisi tersebut disebabkan oleh komposisi kimia santan yang sangat cocok bagi pertumbuhan mikroba. Berbagai bentuk pengawetan santan dapat dilakukan antara lain melalui proses pasteurisasi dan sterilisasi. Pengawetan santan dengan pasteurisasi merupakan pengawetan jangka pendek, sedangkan pengawetan santan jangka panjang dicapai dengan proses sterilisasi pada kemasan kaleng atau botol gelas. Cara lain untuk mengawetkan santan yaitu dengan cara mengolahnya menjadi tepung santan kelapa. Tepung santan merupakan tepung yang dapat dilarutkan dengan air sehingga menghasilkan santan yang siap dipakai untuk masakan atau hidangan yang lain. Sumber : Agro Inovasi