Dalam melaksanakan usahatani padi varietas IR-66 diperlukan sarana produksi untuk pertumbuhannya dengan baik sebagai berikut; alat mesin pertanian, benih yang unggul, pengairan, pupuk dan obat pemberantas hama penyakit, secara garis besar akan diuraikan pada tulisan ini. Alat mesin pertanian yang dibutuhakan untuk usahatani tanaman padi varietas IR-66 antara lain adalah cangkul, bajak kerbau, hand traktor, hand sepreyer, sabit bergerigi, pedal treser. Cangkul digunakan untuk membalik tanah dan meratakan tanah serta memperbaiki galengan tanah baik untuk pengolahan tanah buat persemaian bibit ataupun untuk pengolahan lahan di pertanaman yang lebih luas, hanya cangkul ini lebih banyak digunakan untuk pengolahan persemaian dan lahan usahatani yang luasnya sempit. Untuk satu hektar cangkul yang dibutuhkan sebanyak 4-6 cangkul tergantung keadaan tanah dan kemampuan petaninya. Bajak kerbau digunakan untuk membalik tanah kasar dan menghaluskan tanah pada pengolahan kedua, umumnya bajak kerbau digunakan untuk lahan yang agak luas, secara umum satu pasang bajak kerbau atau sapi dapat mengerjakan 3-4 hektar sawah dalam satu musim. Sedangkan alat yang berupa hand traktor digunakan untuk membajak tanah secara kasar dan menghaluskan tanah, umumnya hand traktor ini digunakan untuk mengolah tanah persawahan yang lebih luas, umumnya yang menggunakan hand traktor adalah petani yang telah maju baik perorangan ataupun secara berkelompok. Sebuah hand traktor dapat mengerjakan 10-20 hektar sawah dalam satu musim tanam. Sabit bergerigi digunakan oleh petani padi untuk melakukan pemanenan dengan jalan menyabit atau mengarit batang padi yang telah siap panen. Sabit bergerigi ini biasanya mempunyai ukuran geriginya dan ketajamannya yang telah terukur dengan baik sehingga waktu melakukan penyabitan dapat dilakukan dengan baik sehingga tidak mengganggu proses pemotongan batang padi yang mengakibatkan jatuhnya butir padi yang membuat losis menjadi tinggi/terbuangnya hasil panen. Pada umumnya untuk satu hektar dibutuhkan 5-10 buah sabit bergerigi untuk memanen padi yang telah saatnya dilakukan pemanenan. Pedal treser digunakan untuk merontokkan padi yang telah dipanen, dengan jalan melakukan pemisahan butir padi dari malainya dengan alat ini diharapkan petani dapat memperoleh hasil padi yang lebih baik karena pedal treser tersebut dapat distel sehingga tidak meganggu pecahnya dan terbuangnya butir padi ketempat yang jauh. Sebuah pedal treser dapat digunakan satu musim panen untuk luas tanaman padi 2-4 hektar, tergantung dari volume pedal treser dan kemampuan menggunakannya. Untuk petani yang sederhana pemisahan butir dari malainya dapat menggunakan alat banting yang dibuat dari bambu dan plastik untuk menyatuhkan jatuhnya butir padi, tapi alat ini memerlukan tenaga yang cukup banyak sehingga prosesnya lebih lambat dari pedal treser. Benih padi yang digunakan untuk usaha tani tanaman padi varietas IR-66 haruslah berasal dari benih yang bersertifikat label biru, baik yang berasal dari petani penangkar ataupun pihak BUMN atau swasta yang melakukan penangkarannya seperti dari Perum Sang Hyang Sri. Benih yang berasal dari berasal dari penangkar yang telah dilakukan sertifikasi akan diperoleh daya tumbuh benih yang tinggi. Umumnya daya tumbuhnya di atas 80%. Ciri-ciri benih padi varietas IR-66 yang telah disertifikasi antara lain benih dikemas dalam kantong 5 kg - 10 kg, label berwarna biru, pada label tertulis berat kemasan, daya tumbuh, masa kadaluasa dan perusahaan yang mengkarkan benih. Pada umumnya kebutuhan benih padi varietas IR-66 sebanyak 25-30 kg/ha bila tanaman sebanyak 3-4 bibit/lubang tanam. Diharapkan setiap musim tanam para petani menggunakan benih padinya dari benih sebar yang berlabel biru, karena bila menggunakan benih padi dari hasil panen sendiri walaupun telah dipilih dari pertanaman yang paling bagus dan hasilnya telah teruji, namun kenyataannya di lapangan bila dilakukan penanaman dengan menggunakan benih hasil pertanaman petani sendiri maka hasil panen yang diperoleh petani akan menurun. Padi varietas IR-66 memerlukan air pada umumnya lebih tahan kering bila dibandingkan tanaman padi sawah lainnya, karena itu padi varietas IR-66 dapat tumbuh dengan baik di lahan sawah maupun di lahan kering/padi gogo rancha. Air yang dibutuhkan pada umumnya pada tahap persemaian atau mulai tumbuhnya padi sampai berumur 4 minggu kemudian pada tahap pembentukan bunga/malai sampai pembentukan pati padi pada tahap tersebut air mutlak dibutuhkan sehingga penyaluran air pada fase-fase tersebut di atas harus diatur dengan baik untuk pengairan irigasi. Sedangkan untuk padi gogo rancha pengolahan tanah dan permulaan tanamnya diupayakan mulai awal musim hujan. Sedangkan periode lainnya air dibutuhkan tidak terlalu banyak bahkan pada masa mulai pengeringan butir padi pengarian tidak terlalu dibutuhkan lagi. Pemupukan pada tanaman padi varietas IR-66 dilakukan seperti pada tanaman padi lainnya hanya banyaknya pupuk yang dibutuhkan tergantung kesuburan tanah yang akan ditanami padi tersebut. Sebaiknya sebelum melakukan terlebih dahulu dilakukan uji unsur hara tanah sawah dengan jalan ini akan diketahui kebutuhan pupuk yang diperlukan padi tersebut. Secara umum kebutuhan untuk padi varietas IR-66 N sebanyak 125 kg/ha, SP-36 sebanyak 100 kg/ha, dan KCL sebanyak 50 kg/ha. Disarankan petani menggunakan pupuk berimbang antara pupuk organik dan anorganik, jika petani menggunakan pupuk berimbang maka penggunaan pupuk anorganik tersebut di atas dapat dikurangi dan pupuk berupa kompos dapat diberikan misalnya 500 kg/ha. Pemberantasan hama penyakit untuk tanaman padi varietas IR-66 dianjurkan menggunakan obat pemberantas hama penyakit dari bahan-bahan organik (lihat panduan penggunaan obat anorganik ) di sinartani pada terbitan terdahulu ataupun di buku-buku panduan lainnya. Jika terpaksa menggunakan obat pemberantas hama penyakit bahan kimia maka upayakan menggunakan yang terlalu merusak lingkungan. Perlu diketahui bahwa varietas IR-66 tahan terhadap wereng coklat biotik 1,2,3, wereng hijau, tungro, agak tahan terhadap wereng pungung putih, cukup tahan blast dan hawer daun. Berdasarkan ini maka yang perlu dilakukan adalah pemberantasan hama penyakit berupa tikus, walang sangit dan burung. Penulis : Ibrahim Saragih Sumber: Badan Litbang Deptan, 2007, Padi Sawah Irigasi, Jakarta SujitnoTarkim, 2004, Varietas Unggul, PT. Duta Karya Swasta, Jakarta