Revitalisasi pertanian yang dicanangkan di Waduk Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat tahun 2005 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudoyono bertujuan hendak mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan melalui sebuah bentuk kesadaran untuk menempatkan sektor pertanian secara proporsional dan konseptual melalui peningkatan kinerja dalam pembangunan pertanian dalam arti luas dengan tetap memperhatikan sektor lain sebagai pendukung lajunya proses pembangunan. Sebagai respon revitalisasi tersebut, maka Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertanhut) Kabupaten Pemalang sebagai leading sector bekerjasama dengan Sebakorluh Provinsi Jawa Tengah pada hari Senin 12 Nopember 2012 melaksanakan sarasehan petani se Wilayah BP Model Kecamatan Taman dilaksanakan di ruang pertemuan BP Model Kecamatan Taman sebagai bagian dari kegiatan Pengembangan Balai Penyuluhan Pertanian dan Pos Penyuluhan Pedesaan tahun 2012. Maksud diselenggarakanya sarasehan petani adalah membangun komitmen dan kerjasama seluruh stakeholder dan mengubah paradigma pola pikir masyarakat dalam melihat sektor pertanian tidak hanya sebagai penghasil komoditas konsumsi melainkan juga sebagai sektor yang multi fungsi dan sumber kehidupan bagi masyarakat terutama dalam mendukung ketahanan pangan. Disampaikan oleh Koordinator KJF Dipertanhut mewakili Kepala Dipertanhut Kabupaten Pemalang dalam sambutannya menjabarkan tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah merupakan forum untuk merumuskan persoalan yang dihadapi petani dalam melaksanakan program pemerintah seperti program PUAP dan P2BN dengan menginventarisasi teknologi, konsep dan pengalaman dari pelaku utama dan pelaku usaha untuk diformulasikan kembali sehingga berguna untuk mendukung 4 sukses program kementrian pertanian, merevitalisasi pertanian berkelanjutan menuju ketahanan dan kedaulatan pangan serta mewujudkan ketahanan pangan nasional. Setelah sambutan dilanjutkan dengan dikusi panel melalaui dialog interaktif yang diharapkan setelah terlaksana kegiatan tersebut dapat mengaktulisasikan potensi yang sudah dimiliki sendiri oleh masyarakat tani, menciptakan sistem penyuluhan pertanian yang efektif, ketersediaan akses permodalan dan nantinya dapat sebagai forum konsultasi antara petani/ pelaku usaha dan pihak-pihak pemerintah yang diselenggarakan secara berkesinambungan, untuk membicarakan, memusyawarahkan dan mencapai kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut masalah-masalah pelaksanaan kegiatan usaha dibidang pertanian Kegiatan ini dihadiri 30 orang peserta dari pengurus kelompok tani dan gapoktan se wilayah BP Model Kecamatan Taman. Materi yang dibahas dalam saresehan tersebut meliputi peleksanaan PUAP, SLPTT dan SRI dengan nara sumber dari Kelompok Jabatan Fungsional dan Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dipertanhut Kabupaten Pemalang. Dalam saresehan tersebut terungkap beberapa persoalan seperti : ?Kelemahan dalam admintrasi pembukuan gapoktan ?Kemacetan dalam pengembalian pinjaman ?Masih adanya anggapan dana PUAP seperti hibah tak mengembalikan dan sama dengan program KUT ?Adanya intervensi aparat maupun LSM ?Masih banyak gapoktan yang belum membentuk LKM ?Kerjasama antar dan inter kelompok yang belum berjalan baik ?Benih dan pupuk yang tidak tepat datang saat dibutuhkan ?Kwalitas benih yang tidak sesuai dengan standar ?OPT yang sulit ditanggulangi seperti wereng dan penggerek batang ?Ketrampilan penanam dalam menanam model jajar legowo dan Tabella yang masih kurang. ?Kurangnya pasokan air pada musim kemarau. Dalam saresehan tersebut diungkapkan bahwa wilayah Kecamatan Taman memiliki sumber daya alam yang melimpah, baik berupa lahan pertanian, kehutanan, perkebunan, peternakan maupun perikanan. Dengan potensi yang besar tersebut maka harus dioptimalkan cara pengelolaan yang terprogram dan bertujuan jangka panjang. Sehingga diharapkan dapat mempercepat revitalisasi pertanian berkelanjutan menuju ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Kecamatan Taman merupakan bagian dari lumbung pangan Kabupaten Pemalang yang mampu menyumpang peningkatkan produksi pangan nilai rata-rata 5% sehingga mengantarkan Bupati Pemalang ke Istana Negara 2 tahun berturut turut. (Oleh : Nurul Ashar Penyuluh Pertanian Madya) Pada : Dipertanhut Kabupaten Pemalang