Loading...

Satu Langkah Kecil, Dampak Luar Biasa: Peran Benih Unggul dalam Budidaya Jagung

Satu Langkah Kecil, Dampak Luar Biasa: Peran Benih Unggul dalam Budidaya Jagung

Pemilihan benih merupakan keputusan penting dalam budidaya jagung karena kualitas benih memengaruhi pertumbuhan, produktivitas dan hasil panen secara keseluruhan. Benih berkualitas akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif yang pada akhirnya akan meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen.  Benih unggul memiliki sifat tahan terhadap penyakit dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda sehingga meminimalkan risiko kegagalan budidaya.

Ciri-ciri benih yang baik, benih harus memiliki kemurnian varietas yang tinggi, tidak cacat, bebas dari kotoran, memiliki ukuran yang seragam dan kadar air benih yang rendah. Benih yang baik memiliki daya berkembah yang tinggi, idealnya di atas 95%.  Untuk lebih pasti maka dalam budidaya jagung lebih baik menggunakan benih yang memiliki label dan sertifikasi yang jelas dari varietas unggul yang terpercaya untuk memastikan kualitasnya.

Penggunaan varietas unggul memiliki peran dalam peningkatan produksi, beberapa aspek perlu dipertimbangkan dalam memilih varietas, antara lain:

  • Kesesuaian tanah dan iklim
  • Daya toleransi terhadap hama, peyakit, cekaman kekeringan, kemasaman tanah
  • Pola tanam dan tujuan penanaman
  • Kesukaan (perferensi) petani terhadap karakter jagung seperti umur tanaman, warna biji dan  lain sebagainya. 

Petani di Desa Sukamarga telah berpengalaman dalam budidaya jagung dan cukup banyak pengalaman dalam mencoba beberapa varietas jagung. Berdasarkan preferensi petani di Dusun 5 Bangun Rejo Desa Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi, benih jagung yang lebih banyak digunakan adalah NK Perkasa dan NK 212. Berdasarkan pengalaman penggunaan benih NK Perkasa dan NK 212 memiliki pertumbuhan dan hasil panen yang baik.

NK Perkasa adalah varietas jagung hibrida yang kuat terhadap penyakit bulai dan cocok untuk sawah tadah hujan atau tegalan, sedangkan NK 212 adalah varietas yang adaptif di berbagai lahan, termasuk lahan marginal yang kekurangan air dan memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai dan busuk batang. Keduanya memiliki karakteristik yang cocok di budidayakan di lahan jagung Desa Sukamarga yang memang kebanyakan lahannya adalah tegalan. Keduanya juga memiliki ketahanan yang baik terhadap berbagai jenis hama seperti penggerek jagung dan penyakit seperti layu bakteri, sehingga mengurangi risiko kerugian hasil.

Penanaman dilakukan pada lahan yang telah dipersiapkan dan dibersihkan dari gulma. Petani biasanya menggunakan jarak tanam yang direkomendasikan, yaitu 70 x 20 cm untuk NK Perkasa dan untuk NK 212 jarak tanam direkomendasikan berdasarkan waktu panen 25x75 cm untuk jagung berumur 80-100 hari dan 40 x 100 cm (2 tanaman/lubang) untuk jagung yang berumur lebih dari 100 hari.  Biasanya petani menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos saat pengolahan lahan. Dilanjutkan pemupukan awal (sekitar 7-15 HST) menggunakan pupuk manjemuk seperti NPK/Ponska dan Urea, kemudian pemupukan kedua (sekitar 25-35 HST) dengan pupuk urea dan pemupukan ketiga (sekitar 40-50 HST) yang biasanya menggunakan pupuk urea dan pupuk NPK phonksa serta pupuk pendukung lainnya. Pupuk diberikan dengan jarak 5-15 cm dari batang tanaman, dilakukan pagi atau sore hari pada kondisi tanah lembab agar pupuk mudah diserap oleh akar. Dosis dan jenis pupuk dapat bervariasi tergantung kondisi tanah dan rekomendasi spesfifik dari varietas.

Berdasarkan pengalaman petani dalam budidaya jagung pemupukan sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman, sehingga pemupukan yang sesuai perlu dilakukan. Namun, pemupukan tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika petani tidak memilih benih unggul yang sesuai dengan kondisi lapang sejak awal. Pemilihan benih yang tepat adalah dasar yang vital karena meskipun pemupukan diberikan dengan benar, benih yang tidak berkualitas atau benih yang tidak mampu beradaptasi dengan lapang tidak akan mampu menyerap nutrisi secara efektif untuk mencapai potensi hasil optimal. Hal inilah yang mendasari petani mempertimbangkan penggunaan varietas unggul yang dapat beradaptasi baik dengan kondisi wilayahnya agar mendapat hasil panen yang optimal dan tidak mengalami kerugian.