Jamur Shitake (Lentinus edodes (Berk) Sing) disebut juga jamur hitam dari hutan {Black forest mushroom). Di negeri Cina, jamur ini disebut shianggu dan di Jepang disebut shitake. Jamur ini mempakan makanan jamur utama nomor dua di dunia setelah jamur kancing karena besarnya produksi dan nomor satu dari jamur yang dibudidayakan di Jepang. Jamur Shitake merupakan rajanya jamur kayu karena harga, nilai gizi, dan khasiatnya memiliki potensi ekonomi yarig tinggi. Jamur ini mempunyai rasa lezat, bau harum, dan memiliki khasiat obat. Seorang tabib Cina, Wu Shui, selama masa Dinasti Ming (1368 - 1644) menyatakan bahwa jamur Shitake bisa memperbaiki stamina, menambah kekebalan terhadap serangan selesma, memperbaild pencemaan, dan menumnkan tekanan darah. Jamur Shitake mempunyai kandungan kolesterol rendah dan dapat menggiatkan aksi pada tubuh manusia yang menjurus ke arah anti-tumor dan anti-virus. Konon, sejak Confucius berkembang di negeri Cina, penanaman jamur jenis jamur Lentinus telah ada. Penemu pertama kali jenis jamur ini diduga adalah pengumpul. jamur dari hutan yang setelah mencoba-coba temyata enak dan bisa dimakan. Menurat sejarah di negara Jepang, Raja Chui pada tahun 199 memberikan suatu hadiah beropa jamur ini kepada Kyushu. Wajarlah, bila ada anggapan bahwa penanaman jamur sitliake dimulai sewaktu ada Kerajaan Chui. Jamur ini semula dikumpulkan dari hutan, tetapi kemudian dilakukan penanaman secara tradisional oleh para petani Cina. Sejak akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18 teknik penanaman jarnur shitake semi modem telah dikembangkan di Jepang. Sejumlah penulis Cma mgin menguak lebih jauh asal mula dan cerita penemuan jamur Shitake. Sejak Zhang Shou Cheng seorang penults menggambarkan cerita Wu San Kwung, sejarah penemu dan pemula yang bertanam jamur shitake mulai terkuak. Wu San Kwung adalah cerita sejarah dan legenda yang terkenal sebagai asal mula penanam jamur Shitake. la dilahirkan pada waktu Dinasti Sung berdiri (960-1127) di dusun Lung Shyr di bagian Lung Chyuan, yaitu bagian barat daya dari propinsi Zhejiang yang bersebelahan dengan propinsi Fujian. Jamur Shitake pertama kali ditanam di daerah pegunungan yang sampai saat ini masih dilanjutkan, yaitu di Lung-Chyuan, Ching-Yuan, dan Jiing Ning. Ddim daerah tersebut hangat dan lembap, meskipun mempunyai empat musim. Rata-rata curah hujannya berkisar 1200 mm, suhu rata-rata 17°C, dan selama 300 hari daerah itu terbebas dari hujan salju setiap tahunnya. Pepohonan yang tumbuh di daerah itu adalah pohon berjenis daun lebar dan sebagian kecil tumbuhan berdaun jamm (cemara, paku). Penduduk di wilayah ini 90% adalah petani jamur. Perkembangan penanaman jamur shitake memerlukan waktu lama dan berliku-liku. Menurut penelitian, jamur shitake hanya tumbuh pada pokok-pokok kayu tertentu saja, misalnya pohon maple (Acer), pohon Liquidambar (pohon yang mengeluarkan getah/blendok manis), dan pohon chesnut (Castanopsis sp). Sumber : Jamur Shitake, Patah Suhardiman