Loading...

Sekolah Lapang Hortikultura, Solusi Meningkatkan Produktivitas Pertanian Perkotaan

Sekolah Lapang Hortikultura, Solusi Meningkatkan Produktivitas Pertanian Perkotaan
Digerakkan oleh keprihatinan akan semakin sempitnya lahan pertanian, maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar menyulap lahan seputaran Pantai Matahari Terbit menjadi kebun percontohan komoditas hortikultura sebagai lokasi belajar dalam bentuk Program Sekolah Lapang Hortikultura. Bagaimana dengan menyempitnya lahan, kita tetap memiliki pertanian. Ini merupakan tantangan bagi kita semua, Kadis DPTHP, Ambara, menyatakan dalam pidato singkatnya. Area yang November tahun lalu menjadi lokasi Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) ini disosialisasikan sebagai lahan pembelajaran, Jumat (14/9). Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Pekaseh se-kota Denpasar dan didampingi oleh Petugas Lapang. Kegiatan ini bekerjasama dengan PT Bisi Internasional, Tbk sebagai produsen benih ternama di Indonesia dan Asosiasi Perbenihan Indonesia, bersama petani Sanur yang dikoordinir oleh I Made Sudiartana. Terdapat 12 komoditas unggulan pasar, di antaranya timun, terung, semangka, cabe, tomat, melon, gambas, jagung manis, dan labu kuning (pumpkin) dengan 101 varietas yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 1,1 Ha ini. Area percontohan ini tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri pada Denpasar Hortikultura mendatang yang akan diselenggarakan di lokasi SL Hortikultura tersebut awal November 2012. Selain penggunaan benih unggul, sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya petani, dibuatlah sistem pengairan tetes dan konvensional, serta berbagai variasi cara budidaya. Berbagai variasi tersebut akan dibandingkan dari segi efisiensi penggunaan air, mengingat kemungkinan kemarau panjang. Kemudian akan dilihat pula nilai produksinya dan keuntungan yang dihasilkan. Kebun percontohan ini rencananya akan terbuka untuk masyarakat umum. Pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang Hortikultura dapat diikuti oleh Petugas Lapang, Petani, KWT (Kelompok Wanita Tani), ibu rumah tangga, dan anak sekolah. Jadwal akan disusun untuk mengefektifkan proses pembelajaran. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan petani di Kota Denpasar semakin tertarik menanam komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan padi, sehingga dengan luas tanam yang sama, keuntungan petani akan lebih besar. Selain itu, bagi masyarakat umum, dapat mendorong pemanfaatan pekarangan dengan budidaya hortikultura. Ditulis oleh : Marcella Wayan K.R.,SP (PP Pertama)