SEKOLAH LAPANG IKLIM TAHAP 3 TAHUN 2013 KEC. TANRALILI KAB. MAROS
Pada beberapa tahun terakhir ini kondisi iklim yang sangat beragam merupakan tantangan utama dalam pengelolaan sektor pertanian. Hal itu meningkatkan perhatian beberapa kalangan tentang potensi terganggunya ketahanan pangan nasional akibat variabilitas iklim, sehingga perlu dilakukakan berbagai upaya pendekatan untuk mengantisipasi atau mengatasi masalah iklim tersebut. Badan Metereologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah berhasil menyelenggarakan SLI sejak tahun 2010-2012 di 18 propinsi sentra pangan Indonesia dengan target seluruh Provinsi Indonesia pada tahun 2014. Adapun tahun 2010 telah terlaksana SLI tahap 1 sampai SLI tahap 3, tahun 2011-2012 SLI tahap 2 dan tahun 2013 akan dilaksanakan SLI tahap 2 dan SLI tahap 3. Keberhasilan ini merupakan langkah nyata BMKG dalam menyikapi isu Kesehatan Pangan Nasional sebagai bentuk pendekatan dalam mengurangi resiko iklim. Kegiatan SLI merupakan upaya peningkatan pemahaman para petani dan petugas pertanian terkait tentang isi informasi iklim dan pemanfaatannya. Peserta yaitu para petugas penyuluh pertanian lapang (PPL) dan petugas dinas terkait dijajaran pemerintah daerah Kabupaten sebagai mitra kerja petani. Untuk SLI tahap 2 telah dilaksanakan pada tanggal 20-23 Mei 2013. Sedangkan untuk SLI tahap 3 dibuka pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2013 yang bertempat di Kel. Borong Kec. Tanralili. Dalam pembukaan SLI tahap 3 hadir pula peserta SLI tahap 2. Jumlah peserta SLI tahap 3 berjumlah 25 orang perwakilan dari beberapa kelompok yang ada di Kec. Tanralili. Pembukaan SLI tahap 3 dihadiri oleh Deputi Klimatologi, Kepala BPTPH, perwakilan Kepala Dinas kab. Maros, Perwakilan Kepala Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros, Camat Tanralili, Koordinator UPT-BPP Tanralili dan Lurah Borong. Tema SLI tahp 3 yaitu "Dengan Sekolah Lapang Iklim kita Tingkatkan Kemampuan Petani dalam Mengatasi Iklim Ekstrim untuk Mendukung Ketahanan Pangan" . Pelatihan SLI tahap 3 ini akan berlangsung selama 3 bulan (sampai panen raya), yakni 10 kali pertemuan, yang difasilitasi oleh BMKG, POPT, dan PPL.