SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU ( SL - PTT ) Peluang bisnis budidaya jagung yg masih cukup potensial seperti untuk dikonsumsi sehari - hari, makanan ringan, bahan pakan ternak, bahan olahan kuliner, kimia faramsi , industri kerajinan dan budidaya jagung masih menjadi salah satu mata pencaharian utama sebagian masyarakat Indonesia ( sumber : Peluang bisnis budidaya jagung masih tetap untung ).Melihat potensi tersebut pemerintah menindak lanjuti dengan kegiatan SL- PTT di Kabupaten dan Kota Se Indonesia. Di Kota Semarang komoditas SL- PTT dilaksnakan di di Kel. Meteseh dan Kel. Rowosari Kec. Tembalang. Volume 1 unit seluas 15 ha dengan varietas hibrida NT- 10. Anggaran sebesar Rp. 22.995.000 bersumber dari APBN Dekonsentrasi Jateng . Lahan seluas 15 ha terbagi menjadi 2 yaitu 14 ha untuk lahan SL ( sekolah lapang ) dan 1 Ha untuk lahan LL ( laboratorium lapangan ). Pada kegiataan Sekolah lapang yang anggarannya Rp. 20.000.000 dilaksanakan sosialisasi dan pengamatan dari tanam sampai panen. Lokasi SL-PTT adalah 1/ Kel. Meteseh di KT Sumber Makmur II anggotanya 15 org seluas 4,5 ha sebagai lahan SL dan 0,5 ha sebagai lahan LL. 2/Kel. Rowosari di KT Sukses Makmur II 1anggotanya 15 org dan KT Mandiri anggotanya 10 orang luas lahan 9,5 ha untuk SL dan 0,5 ha untuk LL. Pada kegiatan LL yang anggarannya Rp. 2.995.000 yangberupa bansos masuk rekening petani pembagian lahannya adalah sebagai berikut : 1/5.000 m lahan bp Samijan KT Sumber Makmur IIKel. Meteseh 2/2.500 lahan bp Muhamad KT Sukses Makmur Kel. Rowosari 3/ 2.500 lahan bp Nardi KT Sukses Makmur Kel. Rowosari. Hasil ubinan yg dilaksanakan pada tgl 12 Sept 2011 (umur jagung 99 HST )di lahan LL milik bp Samijan (KT Sumber Makmur II Kel. Meteseh ) diperoleh hasil 7,36 ton/ha berupa jagung kering panen pipilan. Panen dihadiri oleh Bp. Walikota Semarang Drs. H Soemarmo,Msi pada tgl 16 September 2011 umur : 104 HST ) // sumber laporan akhir SL - PTT jagung di Kec. Tembalang Kota Semarang th 2011// Setyawati cyber Kota Semarang