Loading...

SEKOLAH LAPANG TEMATIK PADI SAWAH BPP PURIALA

SEKOLAH LAPANG TEMATIK PADI SAWAH BPP PURIALA

PENGERTIAN

Sekolah Lapang (SL) Sekolah Lapang atau SL merupakan sekolah tanpa dinding, tanpa pemisah, serta tanpa pembatas, yang mana di dalamnya menggunakan pendekatan orang dewasa atau biasa disingkat POD yang bertujuan guna mengembangkan serta memberdayakan petani/kelompok tani melalui sistem pembelajaran berdasar pada pengalaman dalam melaksanakan kegiatan pada bidang pertanian (Kementerian Kehutanan, 2012 ). Pendekatan pembelajaran bagi petani secara langsung di lahan pertanian yang dirancang untuk mendorong petani belajar dari pengalaman nyata (learning by doing), berpartisipasi aktif, serta mampu mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan usahatani secara mandiri. Melalui kegiatan SL Padi, petani tidak hanya diajarkan teknik budidaya yang sesuai, tetapi juga diajak untuk menganalisis agroekosistem, mencatat perkembangan tanaman, dan membuat keputusan berdasarkandatayang mereka kumpulkansendiri.

TUJUAN

Mempercepat diseminasi inovasi teknologi padi melalui domplot varietas unggul baru (VUB) padi sawah, pelatihan ,temu lapang dan penyebaran media cetak teknologi pada sawah dalam mendukung program SL-PPT padi sawah, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dalam budidaya padi yang baik dan berkelanjutan.

Memberdayakan petani agar mampu menganalisis, mengidentifikasi permasalahan, dan menentukan solusi dalam proses budidaya padi.

Mendorong partisipasi aktif petani dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pertanian yang efisien dan produktif.

Meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen padi melalui penerapan teknologi yang tepat guna.

Mengembangkan kelembagaan petani serta membangun jejaring antarpetani, penyuluh, dan stakeholder terkait.

Menggerakan dan memberdayakan kelompok tani dalam mengembangkan usaha tani dan penggeloaan sumberdaya lahan secara berkelanutan.

MANFAAT

√ Sekolah Lapang memberikan manfaat yang jauh melampaui sekadar peningkatan hasil produksi:

√ Peningkatan Kapasitas SDM: Peserta menjadi ahli di bidangnya sendiri dan mampu menjadi mentor bagi orang lain di komunitasnya.

√ Efisiensi Biaya Produksi: Dengan kemampuan analisis yang tajam, peserta dapat mengurangi penggunaan input kimia yang berlebihan (seperti pestisida/pupuk kimia), sehingga menekan biaya operasional.

√ Ketahanan Terhadap Perubahan Iklim: Peserta belajar memahami pola cuaca dan ekosistem, sehingga lebih siap menghadapi kegagalan akibat perubahan lingkungan.

√ Kemandirian Organisasi: Memperkuat kelembagaan kelompok (misalnya Kelompok Tani atau UMKM) dalam hal manajerial dan kepemimpinan.

SL juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan (sustainability) dan konservasi sumber daya alam, agar produksi pertanian tidak hanya tinggi tetapi juga ramah lingkungan. Peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip budidaya tanaman sehat (BTS), pengendalian hama terpadu (PHT), serta mencatat dan menganalisis usahatani secara sistematis Sebagai hasil akhirnya, SL diharapkan tidak hanya menghasilkan petani yang terampil, tetapi juga petani pembelajar yang terus mengevaluasi dan memperbaiki praktik usahataninya dari waktu ke waktu. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal, memperkuat kelembagaan petani, dan membangun pertanian yang lebih tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar.SL Padi bukan sekadar program pelatihan, tetapi merupakan gerakan perubahan menuju kemandirian petani yang sesungguhnya. Dengan semangat gotong royong, inovasi, dan berbagi ilmu di antara sesama petani, maka cita- cita pertanian yang maju, mandiri, dan modern dapat diwujudkan secara nyata di lapangan

 

Penyusun. MUHAMMAD NURRUL ATHFAL, S. P (BPP PURIALA)