Loading...

SEKOLAH LAPANG TEMATIK PADI SAWAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KEMANDIRIAN PETANI

SEKOLAH LAPANG TEMATIK PADI SAWAH   SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KEMANDIRIAN PETANI

SEKOLAH LAPANG TEMATIK PADI SAWAH DI BPP PONDIDAHA

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani padi sawah, dilaksanakan kegiatan Kursus Tani / Sekolah Lapang Tematik Padi Sawah. Kegiatan ini merupakan salah satu metode penyuluhan partisipatif yang menekankan pada proses belajar langsung di lapangan melalui praktik budidaya padi sawah yang baik, efisien, dan berkelanjutan. . Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran langsung di lapangan dengan pendekatan partisipatif, sehingga petani mampu memahami dan menerapkan teknologi budidaya padi sawah secara tepat dan berkelanjutan.

Tujuan Kegiatan

Sekolah Lapang Tematik Padi Sawah bertujuan untuk:

1.      Meningkatkan pemahaman petani tentang teknik budidaya padi sawah sesuai rekomendasi.

2.      Mendorong penerapan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan.

3.      Mengembangkan kemampuan petani dalam menganalisis permasalahan tanaman di lapangan.

4.      Meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha tani padi sawah.

5.      Mewujudkan petani yang mandiri dan mampu mengambil keputusan secara tepat.

Peserta dan Lokasi

Peserta terdiri atas petani aktif yang memiliki lahan sawah dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekolah lapang dari awal tanam hingga panen. Selain petani, kegiatan ini juga melibatkan penyuluh pertanian, petugas teknis, serta pemangku kepentingan terkait sebagai narasumber dan pendamping. Sekolah lapang dilaksanakan langsung di lahan sawah petani sebagai laboratorium lapangan di Desa Lalonggotomi Kecamatan Pondidaha, sehingga peserta dapat belajar berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Materi Sekolah Lapang Tematik

Materi yang disampaikan dalam Kursus Tani Padi Sawah disusun secara tematik dan bertahap sesuai fase pertumbuhan tanaman, antara lain:

·         Pemilihan varietas unggul dan benih bermutu

·         Seleksi Benih Padi

·         Persemaian dan sistem tanam padi (jajar legowo/tanam pindah)

·         Pengolahan tanah dan pengelolaan air irigasi

·         Pengendalian Gulma

·         Pemupukan berimbang dan pemupukan organik

·         Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu

·         Pengamatan pertumbuhan tanaman dan analisis agroekosistem (AAE)

·         Panen dan pascapanen padi sawah

·         Analisis usaha tani padi sawah

Metode Pelaksanaan

Sekolah lapang dilaksanakan dengan metode belajar sambil praktik (learning by doing) di lahan sawah sebagai laboratorium lapang. Kegiatan dilakukan secara bertahap mengikuti fase pertumbuhan tanaman padi, mulai dari persiapan lahan hingga panen dan pascapanen.

Setiap pertemuan dilakukan melalui:

·         Diskusi kelompok

·         Pengamatan langsung tanaman di petak sekolah lapang

·         Praktik lapangan (seleksi benih, pemupukan, pengendalian OPT, pengamatan AAE)

·         Evaluasi bersama terhadap kondisi tanaman dan hasil pengamatan

Petani berperan aktif sebagai pelaku utama sedangkan penyuluh pertanian berperan sebagai fasilitator dan pendamping dalam seluruh rangkaian kegiatan sekolah lapang. Penyuluh membantu petani dalam memahami materi, melakukan pengamatan lapang, serta mendorong diskusi dan pengambilan keputusan bersama. Narasumber teknis turut memberikan penguatan materi sesuai bidang keahliannya, sehingga petani memperoleh informasi yang akurat dan aplikatif.

Manfaat Kegiatan

Melalui Sekolah Lapang Tematik Padi Sawah, petani memperoleh berbagai manfaat, antara lain:

·         Peningkatan keterampilan teknis budidaya padi sawah

·         Efisiensi penggunaan sarana produksi

·         Penurunan serangan hama dan penyakit

·         Peningkatan hasil dan mutu produksi padi

·         Terbentuknya kerjasama dan solidaritas antar petani

·         Meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya penerapan teknologi tepat guna

Penutup

Kursus Tani atau Sekolah Lapang Tematik Padi Sawah merupakan sarana pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kapasitas petani. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis lapangan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong penerapan budidaya padi sawah yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sehingga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Ke depan, kegiatan sekolah lapang perlu terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai sarana pemberdayaan dan penguatan kapasitas petani.