Gubernur Jambi, Bapak H Hasan Basri Agus pada hari Kamis (01/03/2012) membuka acara Sinkronisasi Operasionalisasi Kegiatan (SOK) Program Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan se-Provinsi Jambi tahun 2012 didampingi oleh Sekretaris Bakorluh Provinsi Jambi Drs. Ambok Tuo, MM di Hotel Ratu, Kota Jambi. Pada kesempatan tersebut Gubernur mengingatkan bahwa Presiden telah menginstruksikan agar tahun 2011 terjadi surplus 10 juta ton beras. Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan kerja keras serta dukungan semua stakeholder masalah pangan, khususnya lembaga penelitian untuk menghasilkan teknologi produksi pangan dan personil dan kelembagaan penyuluhan untuk mendesiminasikan teknologi tersebut. Menurut Gubernur Jambi pandangan nasional kini makin banyak tertuju ke Pudak dan Kumpeh semenjak kunjungan Bapak Presiden pada pertengahan Februari kemarin. Beliau sangat terkesan dengan Rumah Pangan Lestari yang dikembangkan di Kumpeh. Hal ini menegaskan kembali perhatian belaiu pada saat panen sekaligus temu lapang percontohan Jagung Unggul dan Kedelai Unggul yang dilaksanakan oleh BPTP Jambi di Kumpeh bersama dengan Bupati Muaro Jambi dan para pejabat KementrianPertanian dari Jakarta. Gubernur menegaskan pada Bakorluh agar sungguh-sungguh menjalankan tugasnya dalam pencapaian ketahanan pangan berkelanjutan. Tanggung-jawab itu bukan hanya pada Bakorluh semata, tapi juga instansi terkait, seperti dinas pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, peternakan serta kehutanan. Pada berbagai kesempatan Gubernur Jambi menekankan perlunya kualitas pangan dan gizi serta keberagaman sumber pangan, yakni diversifikasi yang tidak hanya mengandalkan beras. Hal ini ditegaskan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Ir. Hanif Lubis, bahwa gizi merupakan unsur penting bagi pembentukan sumber daya manusia berkualitas. Untuk itu diperlukan ketersediaan pangan cukup setiap waktu, aman, bermutu, bergizi dan beragam serta harga terjangkau. Menurut Ir. Syamsurani Intan selaku Kasubag Program pada hari pertama acara SOK yang akan berlangsung selama dua hari ini dibahas antara lain program dan kegiatan dari Sekretariat Bakorluh, dengan narasumber Drs. Ambok Tuo, MM (Sekretaris Bakorluh), Ir. Syahar Is (Kabag Tata Usaha), Ir. H. Hendri Toetin, MM (Kabid Kelembagaan dan Pengembangan SDM) dan Maiti, SP (Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan). Topik yang muncul dalam diskusi antara lain alih fungsi lahan pertanian, ketahanan pangan yang berkelanjutan, dan perhatian terhadap kinerja dan sarana bagi penyuluh.