
Dalam menghadapi serangan berbagai hama tanaman seperti ulat, wereng, dan kutu daun, petani Dalam beberapa tahun terakhir, Biosaka menjadi inovasi lokal yang populer di kalangan petani Indonesia. Biosaka adalah larutan organik alami hasil ekstraksi berbagai jenis rumput dan tanaman liar yang tumbuh di sekitar lahan pertanian. Meskipun dibuat secara sederhana, Biosaka terbukti mampu meningkatkan kesehatan tanaman, memperbaiki kualitas tanah, dan menekan penggunaan pupuk kimia secara signifikan.
Biosaka bukanlah pupuk atau pestisida, melainkan “esens kehidupan tumbuhan” — cairan yang mengandung mikroorganisme alami dan senyawa bioaktif dari daun hijau. Dengan menggunakan Biosaka, tanaman menjadi lebih tahan terhadap serangan hama, penyakit, serta stres lingkungan seperti kekeringan dan perubahan cuaca.
🌿 Bahan-Bahan yang Dibutuhkan:
- Daun hijau segar dari 5–7 jenis tanaman liar (misalnya rumput teki, daun gamal, daun alang-alang, daun pisang, semak liar, dan tanaman sekitar sawah).
- Air bersih sebanyak 1 liter (bukan air sabun atau air pupuk).
- Botol plastik ukuran 1,5 liter (dengan tutup).
⚗️ Langkah-Langkah Pembuatan Biosaka:
- Pilih daun yang sehat dan tidak terkena pestisida. Cuci bersih jika perlu.
- Remas atau peras daun-daun tersebut dengan tangan langsung di dalam botol berisi air, sambil diaduk perlahan selama ±10–15 menit.
- Gunakan gerakan lembut dan penuh niat baik, karena filosofi Biosaka menekankan energi alami dan ketulusan petani.
- Setelah air berubah warna menjadi hijau kecokelatan dan mengeluarkan aroma khas tumbuhan, hentikan proses.
- Saring larutan jika perlu, kemudian simpan di tempat teduh dan sejuk.
- Biosaka siap digunakan dan tidak perlu difermentasi.
🌾 Cara Penggunaan:
- Dosis: 10 ml (1 sendok makan) Biosaka dilarutkan dalam 15–20 liter air bersih.
- Aplikasi: Semprotkan secara merata ke daun dan batang tanaman, cukup 2–3 kali selama masa tanam.
- Gunakan pada pagi atau sore hari untuk hasil optimal.
💚 Manfaat Biosaka:
- Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit.
- Memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroba alami.
- Mengurangi kebutuhan pupuk kimia dan pestisida.
- Menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Biosaka menjadi simbol kemandirian petani dalam menjaga kelestarian alam melalui teknologi sederhana namun bernilai tinggi. Dengan Biosaka, petani tidak hanya menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis dan semangat pertanian berkelanjutan.