SELEKSI BENIH PADI DENGAN LARUTAN GARAM Disusun oleh : PARYOTO, SP Seleksi benih dilakukan dalam rangka memperoleh benih unggul bermutuyaitu benih yang mempunyai sifat tingkat potensi hasil yang tinggi, tingkat keseragaman, kemurnian dan adaptasi yang luas serta daya tumbuh tinggi, dan tahan terhadap hama penyakit. Benih Bermutu adalah benih yang baik dan benar. Dikatakan baik karena memiliki 3 kriteria yaitu baik secara genetik, fisik dan fisiologis. Benih dengan berat jenis lebih tinggi, mempunyai mutu fisiologis (daya kecambah dan Vigor) yang lebih tinggi, serta pertumbuhan dilapang yang lebih cepat dan seragam. 1). Pemilahan Benih dengan Air Benih dimasukan kedalam wadah yang berisi air dengan volume 2 kali volume benih, kemudian diaduk-aduk sebentar. Benih yang terapung; yang mempunyai berat jenis rendah, dipisahkan dari benih lainnya. Benih-benih yang tenggelam yang digunakan dalam pertanaman. Sebelum semai, benih terlebih dahulu direndam selama 24 jam dan diperam 48 jam. 2).Pemilahan dengan Larutan Garam Amonium Sulfat (ZA) atau Garam dapur Untuk mendapatkan benih yang lebih bernas; dengan berat jenis yang tinggi ( BJ 1,11 mg/L), pemilahan dilakukan dengan memasukan benih kedalam wadah berisi larutan pupuk ZA dengan konsentrasi 225 g ZA/L air. Atau 300 gram Garam / L air. Pelaksanaan dilapangan, Indikator yang dapat digunakan untuk mencapai Berat Jenis (1,11 s.d 1,13 ) konsentrasi ZA / Garam dapur per L air, adalah dengan melihat posisi telur ayam yang terapung seperti gambar dibawah ini. Benih yang terapung dibuang sedangkan benih yang digunakan benih yang tenggelam ( memiliki berat jenis tinggi). Setelah pemilahan benih dicuci dengan air bersih sampai tidak terasa asin. Benih yang telah dicuci tersebut, siap untuk direndam, diperam dan disemaikan Pemilihan benih dengan larutan garam hanya dianjurkan untuk jenis padi Inhibrida, sedangkan pemilahan untuk padi hibrida cukup dengan air bersih saja