Jernang merupakan tanaman hasil hutan bukan kayu yang mempunyai nilai jual tinggi, namu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat tumbuh secara alami dihutan. Persiapan bibit jernang hingga bibit siap tanam memerlukan waktu lama,mencapai 2 tahun.hal ini disebabkan adanya hambatan dalam proses perkecambahan dan pertumbuhan bibit yang lambat.untuk memperoleh bibit jernang memerlukan beberapa tahap mulai dari penanganan buah,pematahan dormansi,penanganan kecambah mulai dari lepasnya over colume sampai munculnya plumula dan radikel,selanjutnya dilakukan penyapihan dan pengantian polybag untuk mengoptimalkan pertumbuhan. Satu hal yang harus diwaspadai dalam pembibitan jernang adalah adanya serangan penyakit, diduga berupa bercak karat yang bisa menyebabkan kematian pada bibit,gejala serangan awal penyakit ini berupa bercak kuning pada daun yang berkembang menjadi warna coklat dan kering. Pada kasus lain bagian tengah bercak mengering,rapuh,bewarna kelabu atau coklat muda.penyebab penyakit ini belum bisa diketahui secara pasti,masi menunggu identifikasi.gejala serangan penyakit yang mirip pada tanaman lain,misalnya pada tanaman,kemungkinan penyebab penyakit ini adalah jamur patagonik dari genera curvularia cochiobolus,drecslera dan pestalotiopsis. Jadi upaya pengendalian untuk penyakit ini antara lain Seleksi,isolasi dan eradikasi bibit jernang yang terserang penyakit Pengurangan kelembaban lingkungan disekitar bibit jernang Penyomprotan fungisida dengan konsentrasi 0,1 – 0,2 % setiap 7 hari sekali. Penulis : Y U S R I ,A.Md. Penyuluh BBP Kecamatan Simpang Jernih.