Loading...

Sengkubak [pycnarrhena cauliflora (miers) Diels]

Sengkubak [pycnarrhena cauliflora (miers) Diels]
A. Latar Belakang Sengkubak [pycnarrhena cauliflora (miers) Diels] tumbuhan ini menjadi istimewa karena digunakan sebagai penyedap rasa alami yang sudah cukup terkenal di kalangan etnis dayak dan melayu di kabupaten sintang. Pada masa serba instan dan berbahan pengawet seperti saat ini selayaknya penyedap alami dari tumbuhan sengkubak ini dapat mejadi perhatian lebih besar pada masa-masa yang akan mendatang, mengingat penyedap modern banyak mengandung zat kimia sintetik yang dapat merusak kesehatan manusia. Sengkubak merupakan salah satu plasma nutfah yang khas dan bernilai penting karena di manfaatkan sebagian masyarakat tidak hanya untuk penyedap rasa tetapi juga untuk pengobatan. Namun sayangnya pemanfaatan sengkubak tidak diturunkan ke generasi muda sekarang ditambah lagi konversi lahan hutan telah membuat jumlah dari tumbuhan sengkubak ini semakin berkurang. B. Botani Sengkubak merupakan golongan liana yang termasuk dalam family Menispermaceae, berdasarkan identifikasi jenis yang dilakukan, maka secara teksonomi dapat diklasifikasikasn sebagai berikut (Backer & Brink 1963): Kingdom : Plantae Divisio : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Ranunculales Famili : Menispermaceae Genus : Pycnarrhena Spesies : Pycnarrhena cauliflora (Miers.) Diels Nama Lokal : Sengkubak   Secara umum Pycnarrhena memiliki bunga-bunga aksilar yang tumbuh di sepanjang tangkai berdaun (foliat) atau tangkai tak berdaun (defoliat). Sengkubak (Pycnarrhena cauliflora) secara marfologi memiliki daun-daun yang tidak berlapis dengan bentuk lebih panjang dan daun mudanya berserat pada tangkai. Serat yang dimaksud adalah cabang dari tulang daun atau tulang daun yang kecil, serta mempunyai daun-daun pada tangkai yang berbunga, memiliki bulu yang pendek, berbentul oval-persegi tak beraturan, dengan dasar tumbul atau membulat, meruncing, lancip memanjang, lancip atau tumpul pada kedua sisi yang sama dari tulang daun. Daun sengkubak mengkilap pada kedua permukaannya. Selanjutnya dapat dijelaskan pula permukaan daun bagian atas licin, mengkilat, sedang permukaan bawah berbulu pada urat daun, ganggang daun adalah tegak tidak melengkung (terjadi dua kali penebalan), dan tangkai daun berbenjol dua sekitar 3-4 cm (Backer & Brink 1963).     Sumber: Kajian Etnobotani dan Aspek Konservasi Sengkubak [Pycnarrhena cauliflora(Miers.) Diels.] oleh Utin Riesna Afrianti.     C. Penyebaran Pengetahuan mengenai penggunaan sengkubak sebagai bumbu atau penyedap telah lama dimiliki oleh masyarakat pedalaman Kalimantan Barat baik pada suku dayak maupun suku melayu, terutama pada daerah hulu Kalimantan Barat yakni di Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu Penyebaran sengkubak (Pycnarrhena cauliflora) sulit untuk di uraikan karena sangat minimnya literature yang mendukung. Berdasarkan studi pustaka dengan menelusuri specimen yang dikoleksi di Herbarium LIPI Cibinong (2007), diketahui bahwa P. cauliflora ditemukan di Kalimantan Barat pada ketinggian 100-150 m dpl di habitat dataran rendah dan berbukitan, di Kalimantan Selatan pada habitat lembah antara dua perbukitan, di muara uya pada ketinggian 100 m dan 90 m. Pada penelusuran specimen tersebut diketahui sengkubak dapat hidup pada ketinggian 80 700m dpl. Pada habitat dataran rendah, perbukitan dan pada habitat hutan sekunder. Kondisi populasi sengkubak pada hutan sekunder di Kabupaten Sintang adalah memiliki kerapatan 14 ind/ha, dapat ditemukan pada ketinggian 50-150 m dpl, cenderung menyebar dan secara kelompok.   D. Budidaya Pemanfaatan yang selama ini dilakukan dan semakin tinggi tekanan terhadap hutan alam, tanpa diikuti dengan pembudidayaan akan menambah ancaman bagi keberadaan sengkubag di hutan alam. Budidaya sengkubak sampai saat ini belum dilakukan oleh masyarakat, dikarenakan tanaman sengkubak pertumbuhannya sangat lambat dan belum ada teknis budidaya sengkubak yang pernah dilakukan. Sejak dahulu masyarakat terbiasa memenuhi kebutuhan sengkubak dengan memanennya langsung dari hutan. Implikasi konservasinya adalah dapat mempetahankan keberadaan hutan-hutan tembawang atau hutan karet alam campuran atau dengan mengembangkan budidayanya di luar habitat alaminya. Memberdayakan masyarakat sekitar hutan dalam pembudidayaannya dan melakukan pemanfaatan yang lestari terhadap sengkubak.   Disusun Oleh : Jumilah, S.Hut Penyuluh Kehutanan Kecamatan Dedai