Saat ini untuk mengusir hama di pertanaman lebih banyak menggunakan pestisida kimia. Karena dinilai sangat efektif dalam mengendalikan, namun penggunaan yang tidak sesuai dosis dan aturan membuat dampak yang dapat merugikan lingkungan. Sifat racun yang terkandung didalam pestisida dapat membuat timbulnya penyakit seperti kanker, bayi lahar dengan cacat dan lain-lain. Akses informasi yang terbuka saat ini membuat banyak petani telah sadar dengan efek yang diakibatkan oleh pestisida kimia. Saat ini telah banyak petani yang telah mempertimbangkan keamanan produk pertanian yang dihasilkannya. Lebih banyak kreatifitas dalam menciptakan alternative penyemprotan yang aman untuk menggantikan pestisida kimia. Salah satu bahan yang dapat mengendalikan organisme penggangu tanaman yaitu serai wangi. Tanaman sereh wangi termasuk golongan rumput-rumputan yang disebut Andropogon nardus atau Cympogon nardus. Genus Cympogon meliputi hampir 80 species, tetapi hanya beberapa jenis yang menghasilkan minyak atsiri yang mempunyai arti ekonomi dalam perdagangan. Tanaman ini sangat mudah dikembangkan, cukup dengan rimpang akarnya. Mulai berproduksi pada usia sekitar 7 – 8 bulan dan kemudian diproduksi terus menerus untuk diambil daunnya kira kira 3 - 4 kali dalam setahun. Tanaman ini baik untuk penahan erosi (pada lahan lahan kritis yang miring), tetapi juga harus diberi pupuk agar menghasilkan daun yang cukup banyak. Usia tanaman dapat bertahan sampai bertahun-tahun dengan pemberian pupuk yang cukup sesuai dosisnya. Minyak atsiri dari serai wangi dapat sebagai bahan penolak, penghambat makan dan sebagai pembunuh hama. Aplikasi bahan pestisida nabati serai wangi mampu mengacaukan aroma penarik yang dikeluarkan tanaman inang sehingga pergerakan hama menuju tanaman inang tersebut dapat dialihkan. Aplikasi pada tanaman inang mampu menekan peran bahan perangsang makan yang dihasilkan tanaman tersebut dan menimbulkan ketidaksukaan sehingga konsumsi hama pada tanaman inang menjadi jauh berkurang. Akibatnya pertumbuhan hama dan perkembangan populasi menjadi terhambat. Sebagai pembunuh hama. Minyak atsiri mempunyai efek iritasi. Efek ini menyebabkan kerusakan pada integumen hama sehingga terjadi proses transpirasi tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan kematian pada hama tersebut. Keuntungan yang didapat dari penggunaan serai wangi menjadi bahan pestisida nabati adalah aman terhadap lingkungan karena merupakan bahan alami yang mudah teruarai, serai wangi mudah dibudidayakan dan di dapatkan di lingkungan sekitar kita, harganya murah dibandingkan dengan pestisida kimia dan aplikasinya juga mudah bagi semua orang. Manfaat lain dari serai wangi adalah bisa dijadikan minyak urut. Minyak atsiri serai wangi juga dapat mengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti sitronelal sebagai obat nyamuk seprot. Sereh wangi secara tradisional dapat digunakan sebagai campuran air mandi untuk penderita rematik, obat antiseptik, meredakan sakit kepala, melepaskan gigitan lintah, dan mengatasi gigitan serangga.