Pendahuluan Pepaya (Carica papaya L) merupakan salah satu buah tropis yang banyak diminati konsumen baik di dalam maupun di luar negeri. Buah pepaya termasuk salah satu buah klimaterik berdaya simpan singkat (Suyanti, 2011). Kandungan gizi pada buah pepaya sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Salah satu unsur yang dimaksud tersebut adalah vitamin A yang jarang terkandung pada buah-buahan yang lainnya. Disamping itu, buah pepaya juga mengandung enzim papain dan pectin yang bernilai ekonomi tinggi (Suprapti, M.L, 2005). Harga buah pepaya yang relative terjangkau merupakan salah satu keunggulan tersendiri sehingga buah ini banyak dicari oleh masyarakat terutama di Bangka Belitung. Pada tahun 2018 produksi buah pepaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebesar 774,2 ton (BPS Provinsi Babel, 2019). Minat petani untuk membudidayakan pepaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus terus ditumbuhkan dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat agar gemar memakan buah-buahan terutama buah pepaya sehingga permintaan pasar meningkat. Ketika permintaan buah pepaya meningkat maka petanipun akan bersemangat untuk menanam pepaya tersebut. Memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.459.473 jiwa (BPS, 2019), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan pasar potensial untuk buah pepaya. Pada tahun 2012 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian telah mengenalkan dua varietas pepaya melalui kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari yang tersebar di 7 (tujuh) Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu varietas Pepaya Merah Delima dan Dx-1. Diharapkan dengan tersebarnya dua varietas pepaya produk Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian ini, masyarakat memiliki alternative benih pepaya unggul di Bangka Belitung selain benih pepaya kemersial lainnyaseperti pepaya California. Dimasa pandemi korona seperti saat ini, diperlukan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan begitu pula untuk bidang pertanian. Masyarakat diharapkan tetap produktif dibawah bayang-bayang corona ini beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Salah satu aktivitas alternative yang ditawarkan kementerian pertanian ditengah pandemi ini adalah dengan pemanfaatan pekarangan dengan menanam pepaya Merah Delima untuk menjamin ketahanan pangan keluarga. Kandungan Gizi Pepaya Menurut Direktorat Bina Gizi, Kemenkes RI dalam dalam Bakar,B.A dan Ratnawati pepaya merupakan salah satu buah-buahan dengan gizi yang cukup lengkap. Berikut kandungan gizi buah segar pepaya (100 gram bahan). Kandungan Gizi (Nutrisi) Jumlah Kalori 46,00 Kal Protein 0,50 Gr Lemak - Karbohidrat 12,20 Gr Fosfor 12,00 mg Zat Besi 1,70 mg Vitamin A 365,00 S.I Vitamin B1 0,04 mg Vitamin C 78,00 Mg Air 86,70 Gr Calsium 23,00 Mg Deskripsi Pepaya Varietas Mirah Delima Kualitas Pepaya Merah Delima tidak kalah dengan pepaya komersil lainnya. Warna daging buahnya merah oranye, daging buah tebal (> 3 cm), rasa sangat manis ( TSS :11-14┦ Brix), produktivitas di atas 70 t / ha ukuran buah sedang dengan bobot rata-rata 1,2 kg/buah. Itulah gambaran dari buah pepaya Merah Delima, yang merupakan varietas unggul Baru (VUB) dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Tanaman pepaya dapat ditanam di semua daerah di Indonesia dan tumbuh subur menyebar dari dataran rendah sampai tinggi, yaitu sampai 1000 m dpl. Produksi buah pepaya di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 643.451 ton pada tahun 2006 (Departemen Pertanian, 2008 dalam Varietas Unggul Buah Pepaya Balitbu, 2011) Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika telah mempunyai koleksi pepaya yang berasal dari hasil karaktersisasi, seleksi dan hibridisasi, sehingga diperoleh kandidat pepaya dengan karakter daging buah tebal, rasa manis (TSS : 14-15°Brix), warna daging buah merah dan tekstur renyah. Pepaya tersebut diberi nama pepaya Merah Delima. Pepaya Merah Delima telah melalui tahapan evaluasi selama kurang lebih 8 tahun. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui kestabilan sifat morfologi dan kualitas maupun kuantitas buahnya. Keunggulan lain pepaya Merah Delima yaitu daging buah lebih tebal, rasanya lebih manis dengan kadar gula (TSS) rata-rata 14°Brix, dan jumlah buah per pohon/4 bulan dapat mencapai 80 buah. Produktivitas tanaman dapat mencapai 90 ton/ha/empat bulan, dengan jumlah populasi 1200 tanaman/ha. Pepaya Merah Delima dapat ditanam dengan jarak tanam 2x2m, sehingga produksi per hektar dapat lebih tinggi. Pepaya ini dapat dipanen pada umur 7-8 bulan setelah tanam dan umur produktifnya dapat mencapai 2-3 tahun. Pepaya Merah Delima dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik di lahan rawa pasang surut. Pengembangan agribisnis pepaya mempunyai prospek bisnis yang sangat baik. Nilai rasio B/C juga relatif tinggi, yakni sebesar 1,80. Hal ini mengidentifikasikan bahwa usaha ini relatif efisien dan dapat memberikan keuntungan hampir sebesar 1,8 kali biaya produksinya selama 1-1,5 tahun. Peluang pasar buah ini masih terbuka lebar baik di dalam maupun di luar negeri. Diskripsi pepaya Merah Delima sebagai berikut : Panjang : 21-30 cm, Lingkar Buah : 30–40 cm, Bobot buah : 0,8-1,9 kg, Kekerasan daging : 0,35-0,80 (kg/cm2), Kekerasan kulit : 0,68-0,88 (kg/cm2), Bentuk buah : Silindris, Warna daging buah Orange kemerahan, TSS : 11-14,50 Brix, Persentase yang dapat dimakan : 70-86%, Tebal daging : 2,5- 4,5(cm). Bentuk rongga buah : bintang bersudut lima Tekstur daging buah masak : Kenyal Vitamin C : 43,40- 98,25 mg/100g Umur berbuah 2-3 bulan setelah tanam Umur panen buah pertama 7-8 bulan setelah tanam Tinggi buah pertama 45-60 cm Produksi : 70-90 (ton/ha/empat bulan) Jarak tanam 2,5x2,5 m Jumlah populasi / ha : 1200 tanaman Agak tahan hama Trips dan Apid Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : Badan Pusat Statistik. 2019. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka. Halaman 192-195. http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/183-varietas-unggul-baru-pepaya-merah-delima di akses Rabu, 24 Juni 2020 Bakar, B.A dan Ratnawati. 2017. Petunjuk Teknis Budidaya Pepaya. Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian Aceh. Suprapti, M.L, 2005. Teknologi Pengolahan Pangan : Aneka Olahan Pepaya Mentah dan Mengkal. Kanisius. Yogyakarta. Halaman 9-11 Suyanti. 2011. Peranan Teknologi Pascapanen Untuk Meningkatkan Mutu Buah pepaya (Carica papaya L). Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian Vol. 7 (2). Feriadi, at.,al. 2013. Laporan Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari Kabupaten Belitung Timur. BPTP Babel Sumber Foto : Dokumentasi Feriadi (2020)