Pada umumnya ikan berkumis ini digunakan sebagai lauk dan olahan makanan lainya untuk pemenuhan gizi keluarga, karena memang kandungan protein pada ikan ini cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai lauk pauk untuk makan. Namun demikian ikan yang mempunyai nama latin clarias sp ini ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic. Berdasarkan penelitian para ahli ternyata ikan berlendir memang mengandung senyawaa N ( Urea ) . Dengan pengolahan dan sentuhan teknologi yang tepat ikan lele bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk N Organik. Ini sudah dibuktikan oleh beberapa petani binaan saya dan diaplikasikan pada tanaman padi dan cabe. Pembuatan pupuk organic berbahan baku lele sangatlah mudah. Bahan yang digunakan adalah ikan lele , gula aren dan air sumur dengan perbandingan 1: 1 : 1 ,cara yang harus dilakukan adalah pertama tama cincang tubuh ikan lele sebanyak 1 kg kemudian dicampur dengan 1kg gula aren dan 1 liter air sumur,kemudian disimpan pada wadah yang tertutup rapat /difermentasi selama kurang lebih 7 hari. Aplikasi penggunaan untuk semprot adalah 1 gelas lart ikan lele diencerkan menjadi 1 tangki ( 15 lt air ) ,sedangkan untuk kocor adalah 1 gelas lart lele diencerkan menjadi 10 lt. Dengan terobosan pembuatan pupuk N organic dari ikan lele ini semoga bisa menjadi salah satu solusi petani dalam mengatasi masalah pupuk khususnya pupuk urea /N yang kebutuhanya dijatah sesuai kepemilikan lahan atau garapan. Sejak adanya kartu tani petani mengeluh kekurangan pupuk urea bersubsidi,karena memang sebenarnya sebagian petani hanya percaya dengan pupuk urea saja dengan dosis 'marem' nya ,sehingga merasa kekurangan dengan jatah yang ditetapkan di e RDKK.Tanah sawah kita sebagian besar juga sudah banyak kehilangan unsur haranya ,karena selalu dituntut untuk produksi tanpa ditambah unsur hara, diharapkan dengan pemberian organic Dengan memanfaatkan ikan lele yang produksinya berlimbah di Temanggung ini sebagai pupuk N organic merupakan salah satu cara dan dukungan untuk Temanggung sebagai republic ramah lingkungan. Oleh : Danik PurwantiPenyuluh Pertanian UPT Dintapangan Kecamatan Temanggung.