Pengolahan tanah Untuk Pertanaman padi gogo hendaknya memperhatikan konservasi tanah. Konservasi tanah dapat dilakukan 2 macam, yaitu konservasi vegetatif, dan mekanis. Konservasi vegetatif meliputi pergiliran tanaman, penggunaan mulsa, penanaman mengikuti kontour, dan budidaya lorong. Sedangkan konservasi mekanis meliputi pengolahan tanah minimum, pembuatan teras guludan, pembuatan sengkedan , pengendali air, terjunan air, embung, pemupukan organik dan an organik. Pengolahan tanah dilakukan sesuai kondisi lahan. Pada prinsipnya pengolahan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan tanaman, yaitu menciptakan keseimbangan antara padatan, aerasi dan kelembaban tanah. Ada lahan yang perlu pengolahan maksimum (maximum tillage), pengolahan tanah sedikit (minimum tillage) atau bahkan tidak perlu pengolahan tanah (zerro tillage), seperti tanah podzolik merah kuning di Sumatera yang memiliki tingkat kemiringan > 10%. Karena jika dilakukan pengolahan tanah justru akan merugikan disamping menambah biaya juga menyebabkan tanah lebih peka terhadap erosi sehingga kesuburannya menurun. Cara pengolahan tanah untuk lahan yang struktur tanahnya liat dan keras dapat dilakukan pengolahan maksimum (maximum tillage) adalahsebagai berikut: 1. Lahan dibersihkan dari tanaman pengganggu dan rumput sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase. 2. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan 2 kali, pengolahan tanah pertama dilakukan pada musim kemarau atau setelah turun hujan pertama, dan pengolahan kedua saat menjelang tanah. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul, atau traktor atau ternak secara disingkal, kemudian lahan dibiarkan atau dikelantang, Tanah dibajak dua kali pada kedalaman 25-30 cm, tanah dibalik sekaligus pemberian pupuk organik sebanyak 20 ton/ha. 3. Apabila sudah turun hujan terus menerus atau kontinyu yang memungkinkan untuk tanam, lahan diolah lagi untuk menghaluskan bongkahan sambil meratakan tanah sampai siap tanam. Untuk menghaluskan tanah, tanah digaru lalu diratakan. 4. Tanah dibiarkansampaihujanturun. 5. Apabila kondisi lahan berlereng sampai bergelombang, setelah pengolahan tanah pertama lakukan pembuatan teras gulud atau perbaikan teras yang rusak. Pada guludan atau bibir teras usahakan menanam tanaman penguat teras berupa rumput unggul dan dapat dikombinasikan dengan tanaman legume pohon, sehingga secara periodik dapat dipangkas untuk pakant ernak, 6. Padalahan yang terbuka dan relatif datar perlu dibuat bedengan memanjang, dengan lebar bedengan sekitar 5 meter. Antara bedengan di buat saluran sedalam 20 cm yang berfungsi sebagai saluran drainase.Pembuatan drainase sangat diperlukan, karena bila terjadi hujan terus menerus pada beberapa tempatakan terjadi genangan yang menyebabkan kelembaban tanah yang tinggi yang dapat merangsang munculnya jamu rupas yang dapat menyerang padi gogo. Dalam budidaya tanpa olah tanah (zero tillage) yang dilakukan pada lahan yang tanahnya gembur dan subur atau pada lahan yang baru panen atau pun pada lahan yang akan dipanen. Untuk mengendalikan gulma digunakan herbisida. Sebelum aplikasi herbisida dilakukan, gulma (terutama alang-alang) direbahkan atau dibakar terlebih dahulu, setelah tumbuh sekitar 60 cm (tidak sedang berbunga) baru diadakan penyemprotan dengaan herbisida.Takaran herbisida jenis Roundup antara 5-6 l/ha dengan pelarut air antara 200-800 l/ha. Setelah penyemprotan dengan herbisida baru dapat dilakukan penanaman benih padi gogo. Sumber:1. Badan Litbang Pertanian, Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Gogo. Badan Penelitiandan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. 2. Badan LitbangPertanian, PedomanUmum PTT PadiGogo. BadanPenelitiandanPengembanganPertanian, DepartemenPertanian. Penulis : Ir. ArmanMoenekM.Ed (PenyuluhPertanianMadya)