Loading...

SIKKATO YANG MEMIKAT

SIKKATO YANG MEMIKAT
Sulawesi Tenggara terkenal dengan potensi pangan lokalnya, seperti sagu, ubi kayu, dan jagung, yang tersebar meliputi hampir seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Produksi pangan lokal tersebut pada tahun 2011 untuk sagu mencapai 4.923 ton, ubi kayu 164.850 ton, dan jagung 67.997 ton. Secara umum masyarakat sudah memanfaatkannya sebagai makanan pokok, tentunya selain beras, karena nilai kabohidrat yang cukup tinggi. Selain itu pangan lokal tersebut juga mempunyai nilai gisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia. Namun demikian ternyata pangan lokal tersebut mengalami pergeseran, setelah banyak masyarakat yang mengkonsumsi beras sebagai makanan pokoknya. Masyarakat dengan pendapatan yang meningkat mempunyai kecenderungan untuk mengurangi porsi pangan lokalnya dan secara bertahap beralih kepada pangan beras. Untuk mengantisipasi kecenderungan ini, maka diperlukan upaya-upaya untuk melestarikan pangan lokal supaya tetap diminati masyaraka. Oleh karena itu walikota kendari membentuk satu komunitas masyarakat peduli pangan lokal yang disebut KMP "SIKKATO",. Komunitas ini dibentuk untuk mengangkat citra pangan lokal Sulawesi Tenggara agar sejajar dengan produk pangan yang berasal dari beras dan terigu. Sekaligus mendorong dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pemanfaatan sumberdaya lokal, serta dalam upaya mendukung percepatan penganekaragaman Konsumsi Pangan . Apakah SIKKATO itu? SIKKATO adalah merupakan kependekan dari beberapan nama jenis pangan asli kendari yang berasal dari bahan baku lokal, yaitu : Sinonggi, Kasuami, Kambose, dan Kabuto. Sinonggi adalah makanan sehat terbuat dari sagu, yang dimakan bersama sayur dan ikan yang menyehatkan. Kasuami berasal dari ubi kayu yang cara makannya dengan ikan bakar atau ikan bakar. Kambose adalah pangan dengan bahan baku jagung yan disajikan dengan sayur dan ikannya. Sedangkan Kabuto adalah pangan yang berasal dari bahan baku ubikayu yang cara makannnya dicampur dengan parutan kelapa muda. Secara berturut-turut cara pembuatan dan pengolahannya adalah sebagai berikut : Cara Pembuatan Sinonggi.Sagu terlebih dahulu direndam dalam air, lalu disaring hingga bersih dan airnya dibuang, tambahkan sedikit air dan perasan jeruk nipis kemudian aduk rata. Di tempat terpisah air dididihkan, selanjutnya dituangkan ke dalam loyang yang berisi sagu, dan diaduk hingga warna sagu menjadi bening. Adonan sagu tersebut siap untuk dihidangkan bersama sayur berkuah dan ikan. Cara Pembuatan Kasoami.Ubikayu basah dikupas, dicuci bersih kemudian diparut. Parutan ubi kayu kemudian ditumpahkan ke dalam kantong(kantong nylon) lalu di pres menggunakan papan dan balok hingga airnya keluar. Kemudian parutan ubi yang sudah dipres dicetak sesuai selera(bentuk kerucut, silinder, dan pipih) kemudian dikukus hingga matang. Setelah matang ditaburi kelapa parut yang telah dikukus, dan siap dihidangkan. Cara Pembuatan Kambose.Biji jagung direbus dalam larutan air kapur mendidih selama 2-3 jam. Setelah perebusan jagung dibiarkan terendam dalam larutan kapur selama beberapa jam dan dilakukan pengadukan. Kemudian larutan kapur dibuang diganti dengan air bersih untuk dilakukan pencucian. Lakukan berulang-ulang sehingga bersih agar hilang sisa-sisa kapurnya. Setelah bersih, biji jagung ditiriskan. Biji Jagung yang telah bersih dicampur kacang merah(untuk meningkatkan cita rasa dan gisi) lalu dimasak sampai matang. Kambose siap disajikan bersama lauk pauk. Untuk pembuatan larutan kapur, kapur sebanyak 50 gram atau 1 genggam dilarutkan dam 10 liter air, digunakan untuk seiap 1 kg jagung. Cara Pembuatan dan Pengolahan Kabuto.Pembuatan Kabuto : Ubi kayu basah, dikupas kulitnya, dicuci dan kemudian dijemur selama 3 hari (setengah kering). Setelah itu disimpan dalam wadah tertutup selama 1 hari 1 malam sehingga warnanya berubah menjadi kehitam-hitaman, kemudian dijemur kembali sampai kering. Untuk cara pengolahannya, kabuto kering kulitnya dikikis dengan menggunakan pisau, kemudian dipotong-potong (sesuai selera) lalu direndam air selama 8 jam, dicuci bersih langsung dikukus sampai matang, dan kabuto siap dikonsumsi dengan menambahkan parutan kelapa.(AW)