Loading...

SIKLUS HIDUP JAMUR SHITAKE

SIKLUS HIDUP JAMUR SHITAKE
Jamur shitake mempunyai dua macam stadia, yaitu stadia vegetatif dan stadia reproduktif. Stadia vegetatifbiasanya tidak diperhatikan karena myceliumnya merambat di bawah permukaan media tanam seperti balok kayu. Bila penanaman dilakukan di kantong plastik yang cerah, pertumbuhan mycelium kelihatan serat-seratnya setelah serbuk gergaji yang telah disterilisasi tersebut diberi bibit. Jika keadaannya cocok, maka setelah fase vegetatifterjadi pembentukan badan buah yang menempel di lapisan permukaan media. Pembentukan badan buah (temtama terjadinya basidiopora sampai spora) merupakan fase reproduktif. Reproduksi seksual terjadi pada basidia, yaitu dengan terbentuknya sel-sel berbentuk tongkat pada lamella (insang) di bagian lapisan bawah tudung jamur yang menghasilkan spora. Spora yang telah masak menghasilkan sel dengan satu inti (inti + ataupun inti -). Inti sel yang masih muda membelah secara mitosis dan dalam perkembangannya membelah lagi secara meiosis sehingga yang tadinya 2 n chromosom menjadi n chromosom. Jadi, dalam sel yang berbentuk tongkat (gada) yang tadinya mempunyai dua inti (karena mitosis) menjadi empat inti dengan sifat haploid (empat inti - dengan n chromosom, karena pembelahan meiosis). Sementara itu, pada ujung basidium terjadi empat penonjolan yang disebut sterigma dengan ujung bulat yang nantinya akan menjadi basidiospora. Tiap inti haploid masing-masing masuk ke dalam calon basidiospora lewat sterigma. Basidiospora ini bila telah masak dapat terlempar karena kekuatan turgor dan terbang terbawa angin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut ini. Sumber : Jamur Shitake, Patah Suhardiman