Jumat, 12 Oktober 2012 BPP Model Bukittinggi dikunjungi rekan-rekan Penyuluh dari Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau sebanyak 30 orang, yang terdiri dari Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana, 5 orang Koordinator BPP dari 15 Kecamatan serta Penyuluh Lapangan. Kunjungan ini dikemas dalam bentuk Studi Banding oleh Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Rohil, Novri Hendra Gunawan, SP. Dalam kunjungannya, rekan penyuluh dari Rohil disambut oleh Ir. Suarni K selaku Kepala Bidang Penyuluhan, dan Harmita, A.Md selaku Koordinator BPP Model Bukittinggi. Kabid Penyuluhan dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa walaupun sektor pertanian bukanlah sektor andalan di Bukittinggi, dan Bidang Penyuluhan yang bernaung dibawah Dinas Pertanian Kota Bukittinggi tetap menjalankan kegiatan penyuluhan dengan baik. Ini terlihat dari dana yang tersedia di bidang penyuluhan, adanya dana pemberdayaan penyuluh dan dana operasional untuk penyuluh. Seperti pelaksanaan training setiap satu kali lima belas hari telah dianggarkan dalam APBD dan rutin dilaksanakan sepanjang tahun. Sementara untuk sarana dan prasarana, saat ini sedang dilakukan rehap gedung BPP serta bantuan kendaraan roda dua yang diperuntukan bagi penyuluh guna memperlancar kinerja di lapangan. Dalam kegiatan diskusi rekan-rekan penyuluh Rohil sangat antusias terlihat dari barbagai macam pertanyaan yang dilontarkan mulai dari bagaimana syarat-syarat sehingga BPP yang ada di Bukittinggi menjadi BPP Model, bagaimana proses penyusunan Kredit Poin Penyuluh Pertanian hingga sharing informasi tentang perkembangan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam pengelolaan dana PUAP. Khusus mengenai penyusunan kedit poin, penyuluh BPP Dasril Zetra, A.Md menekankan bahwa setiap penyusunan kredit poin harus disiplin dengan indikator-indikator yang tertuang dalam PERMENTAN nomor 35/Permentan/OT.140/7/2009. Menyoroti keterbatasan lahan budidaya pertanian di Bukittinggi, kegiatan penyuluhan membidik sektor out farm atau agribisnis hilir seperti pengolahan hasil pertanian. Ini dibuktikan dengan adanya pembinaan kelompok-kelompok UP3HP (Unit Pelayanan dan Pengembangan Pengolahan Pemasaran Hasil Pertanian) dengan produk unggulan Keripik Sanjai yang sangat terkenal se-Indonesia, bahkan salah seorang pengusaha Keripik Sanjai Binaan Dinas Pertanian Kota Bukittinggi sudah mengadakan MoU dengan pengusaha Arab untuk melakukan ekspor produk mereka ke sana. Sebelum meninggalkan Kota Bukittinggi, rekan-rekan Penyuluh dari Rohil menyempatkan diri berwisata kuliner, belanja dan wisata alam di Bukittinggi, dan tidak lupa menenteng oleh-oleh Keripik Sanjai khas Bukittinggi. (Nova Sari,SP/ AP)