Loading...

Sinergi BPP Kecamatan Muara Sungkai dan Jurusan Teknik Pertanian UNILA dalam Upaya Rehabilitasi Lahan Singkong di Desa Bandar Agung

Sinergi BPP Kecamatan Muara Sungkai dan Jurusan Teknik Pertanian UNILA dalam Upaya Rehabilitasi Lahan Singkong di Desa Bandar Agung

Kerjasama antara Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Muara Sungkai dengan Jurusan Teknik Pertanian (TEP) Universitas Lampung (UNILA) di Desa Bandar Agung, Lampung Utara, telah menghasilkan model terobosan dalam pertanian singkong berkelanjutan. Kali ini, fokus sinergi diarahkan pada upaya rehabilitasi lahan kritis singkong menggunakan pendekatan agro-ekologi: pengolahan limbah batang singkong dan kotoran kambing menjadi pupuk.

Praktik intensifikasi pertanian dan minimnya pengembalian nutrisi telah menyebabkan degradasi lahan. Batang singkong, yang biasanya hanya dibiarkan atau dibakar, justru menambah masalah lingkungan. Sementara itu, ketersediaan kotoran ternak kambing yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam permasalahan tersebut Jurusan Teknik Pertanian merespon dengan ide solusi mengubah kedua limbah tersebut menjadi pupuk organik bernilai tinggi. Dalam skema pengabdian masyarakat ini, BPP Muara Sungkai berperan sebagai fasilitator lapangan, memobilisasi kelompok tani dan memastikan praktik pengolahan limbah diadopsi secara berkelanjutan, sementara Jurusan Teknik Pertanian UNILA memberikan dukungan teknologi konkret berupa hibah mesin chopper (pencacah) batang singkong dan kotoran hewan.

Hibah mesin ini merupakan kunci mekanisasi yang sangat strategis, sebab ia mengatasi hambatan utama efisiensi: mengubah biomassa yang keras dan besar menjadi partikel halus yang seragam, sehingga mempercepat proses dekomposisi biologis dari berbulan-bulan menjadi hanya beberapa minggu, sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja secara drastis. Melalui pelatihan intensif, petani kini tidak hanya mampu memproduksi pupuk organik mandiri, tetapi juga terampil mengoperasikan dan memelihara mesin chopper, yang secara langsung menurunkan biaya input produksi sekaligus terbukti memperbaiki struktur fisik dan meningkatkan kandungan bahan organik tanah, hibah mesin chopper ini merupakan investasi strategis yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tinggi, sekaligus memperkuat kelompok tani sebagai unit produksi pupuk organik yang modern dan efisien. 


Dalam hal ini Bapak Tuyar sebagai Ketua Kelompok Tani Tunas Muda Desa Bandar Agung menyambut gembira program yang dilakukan oleh BPP Kec Muara Sungkai dan Jurusan Teknik Pertania UNILA karena program seperti ini baru pertama kali ia dapatkan, Ia berharap dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya bantuan hibah yang sudah diberikan bagi anggota kelompok tani yang ia pimpin.

 

Sinergi inovatif yang dilaksanakan di Desa Bandar Agung, Kecamatan Muara Sungkai, Lampung Utara, adalah perwujudan sempurna dari model kolaborasi Academic-Community-Government (ACG), melibatkan Jurusan Teknik Pertanian (Academic/Kampus) UNILA, Kelompok Tani Tunas Muda(Community/Masyarakat), dan BPP Kecamatan Muara Sungkai (Government/Pemerintah). (Admin Wahyu)