Loading...

Sintrong (Crassocephalum crepidioides )

Sintrong  (Crassocephalum crepidioides )
Sintrong merupakan tumbuhan yang sering disebut dengan gulma atau penyakit bagi tanaman oleh petani. Sintrong ini dapat ditemukan di sawah-sawah, pinggir jalan dan juga daerah kebun atau pekarangan yang tidak terpakai. Dan masih dalam klasifikasi kerajaan plantae, Sintrong tergolong pada suku atau famili Asteraceae serta mempunyai nama latin atau ilmiah Crassocephalum crepidioides. Di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, tanaman ini paling gampang ditemukan baik di lahan sawah, di kebun/ladang, di lahan-lahan kosong, di pinggir jalan, di pinggir selokan maupun di sekitar pekarangan rumah. Di Bali tanaman ini dikenak dengan nama "Kejengotan, atau Jepen". Di Kecamatan Marga, tanaman ini tidak ada yang secara khusus membudidayakannya namun di pasar hampir setiap hari ada yang menjualnya dengan harga Rp. 1.000,- per ikat. Secara umum Kejengotan dipakai sayur baik ditumis maupun direbus. Kalau direbus bisa dengan bumbu kacang atau dengan bumbu kelapa parut (Sayur Urab), sedangkan kasiat untuk kesehatan masyarakat tidak banyak yang tahu. Daun Kejengotan banyak mengandung: Saponin, flavonoida dan polifenol. Pada Kesempatan ini kami akan memberikan informasi kegunaan Sintrong/Kejengotan bagi kesehatan antara lain:¢ Mengatasi gangguan pada perut (maag, nyeri dll).¢ Mengobati pusing / sakit kepala.¢ Mempercepat penyembuhan luka.¢ Bersifat antiradang.¢ Tonikum¢ Emetik (Memancing muntah)¢ Pencahar (Obat cuci perut)¢ Menurunkan demam.¢ Obat alami untuk radang amandel.¢ Eksim¢ dll.Cara Penggunaannya :Siapkan beberapa helai daun sintrong (secukupnya) kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tersisa 1 gelas, tambahkan garam dapur dan diminum selagi hangat secara rutin. (I Nyoman Kuspianto, SP. BP3K Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali