Loading...

SISCrop 2.0: Solusi Digital untuk Perencanaan Tanam Presisi di Era Pertanian Modern

SISCrop 2.0: Solusi Digital untuk Perencanaan Tanam Presisi di Era Pertanian Modern
Sektor pertanian modern semakin membutuhkan dukungan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah perencanaan tanam yang masih sering mengandalkan metode konvensional, sehingga kurang akurat dan sulit diprediksi. Untuk mengatasi hal ini, SISCrop 2.0 (Sistem Informasi Standing Crop) hadir sebagai solusi digital yang mengintegrasikan teknologi berbasis data citra satelit guna mengoptimalkan perencanaan tanam. Dengan memanfaatkan data real-time dan analisis prediktif, sistem ini mampu memberikan rekomendasi tanam yang presisi berdasarkan kondisi iklim, tanah, dan historis tanaman, sehingga petani dapat menentukan waktu tanam yang optimal serta memilih varietas tanaman yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan permintaan pasar. SISCrop merupakan sistem informasi yang dapat memberikan informasi tentang kondisi faktual tanaman padi di lapang. Dalam pengembangan model Standing Crop ini berbasis penginderaan jauh ini Kementerian Pertanian bekerjasama dengan LAPAN, Kementerian/Lembaga dan Perguruan Tinggi terkait lainnya. SISCrop 2.0 menyediakan informasi fase pertumbuhan yakni: fase pengairan, fase vegetatif I (<41 HST), fase vegetatis II (41-64HST), fase generatif I (65-95 HST), fase generatif II (96-112/120 HST), bera, yang dipantau dari citra satelit Synthetic Aperture Radar (SAR) Sentinel-1. SISCrop 2.0 merupakan penyempurnaan dari SISCrop 1.0 yang hanya menyediakan informasi fase tumbuhan padi atau standing crop. SISCrop 2.0 dapat dimanfaatkan untuk monitoring fase tumbuh tanaman padi sawah, monitoring realisasi luas tanam near real time, monitoring lokasi “bermasalah” bera dan alih fungsi lahan, monitoring lokasi akan panen/tanam untuk serap gabah, distribusi saprodi/alsintan dan monitoring estimasi produksi (padi dan beras). Informasi tersebut sangat dibutuhkan Kementerian Pertanian dan lembaga lainnya dalam perencanaan nasional, dan efisiensi pelaksanaan kegiatan strategis terutama dalam mengalokasikan berbagai bantuan benih, pupuk, pestisida, dan perencanaan irigasi. Siscrop 2.0 tersedia untuk seluruh Indonesia dan dapat dijangkau oleh siapa saja dan dapat diakses melalui laman pencarian di https://scs1.brmpkementan.id/. Laman itu menyajikan informasi mengenai peta interaktif terkait kondisi sawah di Indonesia beserta kondisi standing crop, provitas, dan estimasi kebutuhan pupuk. Sejumlah data standing crop adapat diunduh, mulai dari data nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga level kecamatan. Penyusun: Religius Heryanto (Penyuluh Pertanian BRMP Sulbar)