Loading...

SISTEM INTEGRASI SAPI DAN KELAPA SAWIT

SISTEM INTEGRASI SAPI DAN KELAPA SAWIT
Kita semua tahu bahwa daging sapi merupakan sumber utama protein hewani yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Sementara pemenuhan akan kebutuhan daging hingga kini masih belum sesuai harapan. Pasokan dalam negeri masih belum mencukupi sehingga untuk jangka pendek mau tidak mau pemerintah terpaksa harus membuka kran impor dari negara lain. Sedangkan untuk jangka panjang, salah satu upaya untuk mengatasinya adalah melalui program pemerintah yaitu Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014. Di sisi lain, kelapa sawit adalah salah satu komoditas andalan agribisnis negara kita. Luas lahan yang tersedia dan sudah menjadi kebun cukup luas dan kian hari kian bertambah. Sementara pemafaatannya dengan pola integrasi dengan komoditas lain, seperti sapi misalnya, belum tergarap dengan baik. Untuk itu, adalah SISKA (Sistem Integrasi Sapi - Kelapa Sawit) yang merupakan program integrasi yang saling menguntungkan. Sasaran program ini selaras pula dengan program Pemerintah Pusat yaitu Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit dan sekaligus Swasembada Daging Sapi 2014, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kelapa sawit serta daging sapi nasional dengan mengoptimalkan berbagai sumber daya yang bisa saling mendukung. Pada dasarnya upaya optimalisasi produksi daging bisa dilakukan dengan beberapa alternatif seperti i) intensifikasi dan ekstensifikasi lahan tidur, ii) optimalisasi pemanfaatan sumber pakan alternatif, dan iii) integrasi ternak dengan tanaman perkebunan / industri kelapa sawit. Integrasi ternak dengan perkebunan dapat dikembangkan dengan cara : 1. Limbah perkebunan dalam hal ini kebun sawit seperti solid, pelepah, dan bungkil sawit dimanfaatkan sebagai pakan, 2. Kotoran ternak dan limbah sawit non pakan didekomposisi menjadi kompos untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, 3. Penggembalaan ternak diarahkan untuk memakan tanaman liar/gulma Sumber pakan berupa hijauan diperoleh dari area perkebunan dan juga dari produk sampingan olahan sawit seperti pelepah, solid, dan bungkil sawit. Produk sampingan tersebut sangat bermanfaat karena tersedia sepanjang tahun. Tidak seperti hijauan yang menjadi sangat terbatas pada saat musim kemarau. Hasil studi menunjukkan bahwa per ha kebun sawit dapat menyediakan pakan untuk 1-3 ekor sapi dewasa. Disamping itu, penerapan pola integrasi akan dapat mengatasi kesulitan pemanen dalam mengangkut TBS dari tempat pemanenan ke TPH (tempat penampungan sementara) karena topografi wilayah yang biasanya berbukit / bergelombang. Kegiatan pengangkutan hasil panen dilakukan dengan memanfaatkan tenaga sapi baik menggunakan gerobak ataupun diangkut di punggung sapi. Dengan pemanfaatan tenaga sapi ini, kegiatan pengangkutan menjadi lebih efisien sehingga areal kerja pemanen bisa bertambah luas dari sebelumnya. Jenis sapi yang dapat digunakan antara lain sapi Bali, sapi Pesisir atau sapi Madura. Pertimbangannya karena sapi ini merupakan sapi lokal dengan produktivitas dan kualitas dagingnya baik, persentase karkas tinggi, lincah, memiliki tingkat adaptasi dengan lingkungan yang baik. Pada perkebunan dengan pola inti-plasma, sistem integrasi sapi-kelapa sawit ini juga akan mendatangkan manfaat yang tidak kalah besarnya, antara lain : 1. Bagi petani plasma / pemanen - Meringankan pengangkutan TBS sehingga produktivitas pemanen meningkat - Meningkatkan pendapatan pemanen / petani plasma hingga 2-3 kali lipat yang berasal dari peningkatan produktivitas, hasil pupuk kandang, dan hasil ternak. - Sapi bermanfaat untuk membersihkan tanaman di sekitar piringan kelapa sawit yang menjadi tugas pemanen 2. Bagi perusahaan - Menghemat tenaga pemanen - Sebagai sumber pendapatan lain yang diperoleh dari penjualan hasil pengolahan produk sampingan menjadi pakan ternak. - Jaminan ketersediaan pupuk kandang dengan harga yang lebih murah. - Petani / pemanen menjadi lebih tekun dan bertanggung jawab dalam bekerja karena mendapat perhatian dari perusahaan inti. Dengan diterapkannya sistem integrasi sapi-sawit secara menyeluruh di areal perkebunan kelapa sawit maka tidaklah terlalu berlebihan kalau apa yang kita harapkan dengan program PSDS dapat tercapai di tahun 2014 mendatang. (Inang Sariati) Sumber : 1. http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/16F2F741-B88F-47B4-BD60-38247FB5F76D/17397/Suplemen5.pdf 2. Pedoman Teknis Integrasi ternak ruminansia dengan tnaman