Sistem Pengairan Tergenang dan Intermitten Latar BelakangKeberhasilan agribisnis padi sawah antara lain ditentukan oleh system pengelolaan air irigasi. Kelembagaan yang mengatur pola pemanfatan air perlu mendapat perhatian. Di daerah yang cukup air lahan digenangi setinggi 5 cm, mulai dari saat tanaman berumur 7 hari setelah tanam sampai 10 hari sebelum panen. Pengeringan lahan untuk sementara waktu dilakukan pada saat pemberian pupuk urea susulan yang airnya macak-macak di petakan dan diakhiri fase fegetatif atau 7 hari sebelum fase primordial bunga (selama 5 hari) Pengeringan lahan sebelum tanaman memasuki fase primordial dapat mencegah keluarnya anakan yang tidak produktif.Pada prinsipnya tanaman padi sawah tidak memerlukan genangan air untuk selru fase pertumbuhannya. Penggenangan air secara kontiyu mempunyai dampak yang merugikan baik pada tanah, tanaman dan lingkungan baik mikro maupun makro. Meurunnya produktivitas air disebabkan berkurannya hasil gabah, selain konsumsi air total yang tinggi.. Air Bagi Pertanian Padi Tidak hanya menentukan produktivitas tanaman, tetapi juga mempengaruhi intensitas pertanaman (IP) dan luas tanam potensial. Potensi penurunan hasil merupakan akibat tidak tercukupinya kebutuhan air tanaman selama masa pertumbuhannya (Sosiawan 2007). Hingga tahun 1984, secara parsial air menyumbang 16 % dari laju kenaikan produksi padi nasional secara integrasi dengan varietas dan pupuk menjadi 75 % terhadap produksi nasional (Bank Dunia 1987 dalam Abdulrachman et.al 2000 dalam Setiobudi dan Kartaatmadja, 2002) Gejolak keterbatasan air merupakan ancaman bagi usahatani sehingga perlu pemilihan jenis varietas yang sesuai dengan pemberian air irigasi (volume dan interval). Pengelolaan air yang benar dan pupuk besar peranannya dalam menentukan peringkat komponen hasil maupun hasil padi yang bersifat spesifik menurut varietas. SISTEM TERGENANGEfisiensi penyaluran air pada sistem tergenang 80 %, sehingga memerlukan air sebesar 12.000 m3/ha/musim (Setiobudi dan Kartaatmadja, 2002). Penggenangan dan pengolahan tanah dalam keadaan tergenang untuk menanam padi sawah dapat menyebabkan berbagai perubahan sifat tanah. Perubahan tersebut meliputi sifat morfologi, fisika, kimia, mikrobiologi, maupun sifat-sifat lain sehingga sifat tanah sawah dapat sangat berbeda dari sifat asalnya. Penggenangan tanah dapat meningkatkan pasokan N. Hal itu terjadi karena meningkatnya fiksasi N biologi yang dapat terjadi dalam air permukaan dan dalam tanah tereduksi, serta terjadinya akumulasi yang lebih cepat dari N anorganik karena adanya mineralisasi sumber N organik (Hardjowigeno dan Luthfi, 2005). Dapat terjadi pula ketersediaan N yang rendah dalam tanah sawah yang tergenang air permanen atau semi permanen. Hal itu terjadi karena di bawah kondisi tersebut mineralisasi N tanah terhambat sehingga defisiensi N dapat terjadi sekalipun kandungan N tanah cukup tinggi. Penggenangan menyebabkan kerusakan jaringan perakaran akibat terbatasnya pasokan oksigen. Semakin tinggi air, semakin kecil oksigen terlarut. Dampaknya akar padi tak mampu mengikat oksigen sehingga jaringan perakaran rusak. INTERMITTEN (Alternasi Basah Kering – Pengairan Berselang)Adalah salah satu metode pengairan berselang yang dapat diukur secara praktis adalah pengairan basah-kering/Alternate Wetting and Drying (AWD, pengaturan air di lahan pada kondisi tergenang dan kering secara bergantianTujuan dilaksanakannya pengelolaan air system ini adalah : Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas, Memberi kesempatan pada akar tanaman untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam, Mencegah timbulnya keracunan besi, Mengurangi kerebahan, Menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen, dan Memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, dan mengurangi kerusakan tanaman padi oleh serangan hama tikus.Cara Pengelolaan AirLakukan pergiliran air, selang 3 hari, tinggi genagan pada hari pertama diairi 3 cm dan selama 2 hari berikutnya tidak ada penambahan air, lahan sawah diairi lagi pada hari ke-4. Pada Fase pembentukan malai sampai pengisian biji, petakan sawah digenangi terus. Sekitar 10 – 15 hari sebelum panen, petakan sawah dikeringkan. AWD dipraktekkan mulai tanam sampai satu minggu sebelum tanaman berbunga. Sawah baru diairi apabila kedalaman muka air tanah mencapai + 15 cm, diukur dari permukaan tanah. Hal ini dapat diketahui dengan bantuan alat sederhana dari paralon belubang yang dibenamkan ke dalam tanah.B. KEUNGGLAN ITERMITTENKeunggulan pengairan sistim intermiten adalah : penghematan konsumsi air, tanaman lebih tahan rebah, memberi kesempatan akar untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam, mencegah penimbunan H2S dan asam organik yang dapat menghambat perkembangan akar, mengaktifkan jasad renik mikroba karena temperatur tanah meningkat, menghambat perkembangan hama (penggerek batang, wereng coklat, keong mas) dan penyakit (busuk batang dan busuk pelepah daun), dan dapat menekan keracunan tanaman akibat akumulasi besi (Fe) dalam tanah.