Kab. Agam - Produksi jaguang di Sumatera Utara pada tahun 2003=678.300 ton, tahun 2004=4712.560 ton, tahun 2005=735.456 ton. Permintaan pasar dalam negeri dan peluang ekspor jagung cendrung meningkat.Prospek usaha tani jagung cukup cerah bila dikelola secara intensif dan komersial berpola agribisnis.Produktifitas jaguang di Indonesia tergolong masih rendah. Tahun 1994 rata-rata hasil 2,18 ton/ha. Selain produktifitas yang rendah juga kepemilikan lahan usaha tani masih kecil yaitu rata-rata 0,3 ha.Upaya Peningkatan Produksi jagung dapat dilakukan dengan penanaman jalur ganda (Double-Row) dimana adanya pertambahan populasi tanaman persatuan luas, berpeluang dalam pe3ningkatan produksi.System tanam jalur ganda dengan pola jarak tanam 70 cm x 20 cm populasinya 100.000 tanaman/haSistem tanaman konvensional pada jarak tanaman 70 cm x 20 cm populasi 66.000 – 71.000 tanaman/ha SISTEM TANAM JALUR GANDAJarak Tanaman 70 cm x 30 cm x 20 cm 30 cm 70 cm X X X X 20 cm X X X X X X X X X X X XJumalah populasi 100.000 tanaman/haKEADAAN TANAH Tanaman jagung membutuhkan tanah yang berstruktur lempung, lempung berdebu ataupun lempung berpasir dengan struktur tanah rendah, aerase dan draenasenya baik serta cukup air.Keadaan tanah demikian dapat memacu pertumbuhan dan produksi bila tanah tersebut subur, gembur dan kaya akan bahan organic. Tanah-tanah yang kekurangan air dapat menimbulkan penurunan produksi jagung.PESIAPAN BENIHBenih Bermutu tinggi berasal dari varitas unggul dan merupakan salah satu factor penentu untuk memeperoleh kepastian hasil. Benih yang dipersiapkan sendiri oleh petani dipilih dari tokol jagung yang sudah tua, ukurannya besar dan kelobotnya menutup rapat. Bentuk tongkol bulat panjang, barisan biji pada tongkol lurus dan warna biji seragam.PENGOLAHAN TANAHPersiapan lahan untuk tanaman jagung dapat dilakukan dengan cara :? TOT (Tanpa Olah Tanah)? Pengolahan Minimum yaitu me3ncangkul tanah pada bidang yang akan dijadikan barisan tanaman.? Pengolahan tanah secara sempurna. System tanam Double-Row (jalur ganda) sebaiknya dilakukan pengolahan tanah secara sempurna.PENANAMANPenanaman jagung pada umumnya dilakukan pada musim kemarau. Penanaman pada musim hujan dapat mengakibatkan terlalu jenuh air sehingga resiko serangan penyakit cukup tinggi. System tanam Double-Row ditanam hanya 1 benih/lubang, sebaiknya dipakai tugal bermata dua. PENYULAMANPenyulaman dilakukan setelah tanam dengan cara mengganti benih yang tidak tumbuh (mati)PENGAIRANTanaman jagung membutuhkan air yang cukup, terutama pada fase pertumbuhan vegetative sampai masa pengisian biji dalam pangkal, kekurangan pada fase pembeningan dapat mencantumkan hasil.PENYIANGAN DAN PEMBUMBUNANRumput (gulma)yang tumbuh di areal kebun jagung merupakan pesaing dalam kebutuhan air, unsure hara, dan juga sebagai tempat bersarangnya hama dan penyakit. Penyiangan dilakukan pada umur be3rselisih 15 hari dari pertumbuhan tanaman setinggi lutut. Pembumbunan yaitu tanah disekitar tajuk dugemburkan kemudian ditimbunkan pada bidang pangkal batang sehingga membentuk guludan.Pembumbunan pada system tanam jalur ganda yaitu tanah dari posisi bidang yang kosong. Pembumbunan sangat penting untuk memperkokoh batang dan merangsang pertumbuhan akar secara leluasa. KEUNTUNGAN SYSTEM TANAM DOUBLE_ROW :? Pertumbuhan populasi tanaman dapat berpeluang dalam peningkatan produksi.? Lebih mudah dalam pemeliharaannya seperti menyiang, membumbun dan memupuk.? Pupuk yang ditabur dicelah-celah jalur ganda lebih efisien dan sedikit kemungkinan kehilangan.? Tanaman pada jalur ganda merupkan posisi tanaman pinggir dimana ada ruang leluasa bagi tanaman untuk kebutuhan sinar matahari maupun udara yang tak terlalu lembab. Pada umumnya tanaman pinggir selalu lebih baik pertumbuhanya. ? Diantara jalur ganda yang satu dengan jalur ganda lainnya dapat dibuat saluran draenase? Pemanfaatan lahan lebih optimal dan efektif. Penulis : Evi Susianti, SST