Jajar legowo adalah Sistem tanam untukmemanfaatkan pengaruh barisan pinggir tanaman padi (border effect) yang lebih banyak dimana kelompok-kelompok barisan tanaman padi dipisahkan oleh suatu lorong yang luas dan memanjang. Bila jarak antar baris tanaman padi 20 cm atau 25 cm maka lorong yang memisahkan antar kelompok baisan menjadi 40 cm atau 50 cm. Di Sumatera Barat, sistem tanam jarwo yang banyak digunakan petani adalah 2:1, 4:1, dan 6:1. Keuntungan system jajar legowo adalah: 1. Meningkatkan populasi tanaman dan sekaligus meningkatkan produksi sekitar 10 “ 25 %2. Meningkatkan intensitas cahaya, hal ini dapat meningkatkan kualitas gabah 3. Memudahkan pemeliharaan tanaman (pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta gulma)4. Dapat mengurangi serangan hama dan penyakit tanaman, terutama tikus dan keong mas5. Meningkatkan efisiensi pemupukan.6. Meningkatkan barisan tanaman yang mendapatkan keuntungan tanaman pinggir Prinsip-prinsip Dalam Jajar Legowo 1. Meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan. 2. Jarwo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. 3. Tanaman padi yang berada dipinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding tanaman padi yang berada di barisan tengah sehingga memberikan hasil produksi dan kualitas gabah yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tanaman yang berada dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak (efek tanaman pinggir).