SL PADI 2025, DISAMBUT DENGAN SUKA CITA OLEH PETANI KOTA SUMENEP
Kecamatan Kota Sumenep kembali menggelar sekolah lapang tematik budidaya padi pada musim tanam kedua ini. SL yang diawali dengan Sosialisasi dan Rembuk Tani ini resmi dilaksanakan pada minggu akhir bulan Mei 2025. Hingga saat ini, sekolah lapang yang dihadiri oleh 30 orang petani perwakilan dari 10 kelompok tani se Kecamatan rutin berkumpul setiap minggunya untuk melakukan pengamatan lapang dan mempelajari materi sesuai dengan hasil rembuk tani. Tercatat hingga minggu keempat bulan Juli, peserta SL sudah mengikuti pertemuan yang kesembilan. Berbagai materi telah disampaikan oleh fasilitator. Keseluruhan materi disesuaikan dengan kebutuhan petani untuk menjawab tantangan dan permasalahan actual di lapangan. Materi yang relate dengan kegiatan budidaya padi diantaranya mutu dan seleksi benih yang berpengaruh terhadap kualitas bahan tanam. Untuk mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan, peserta SL diajak mengenal karakter tanah serta upaya-upaya yang perlu dilakukan guna mengembalikan kesuburan dan kesehatan tanah, seperti aplikasi pembenah tanah, pengecekan pH tanah, dan pembuatan aneka pupuk alami baik organic maupun hayati. Perlindungan tanaman dari OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) pun dilakukan secara alami mengunakan pestisida nabati dan Agen Pengendali Hayati (APH). Peserta juga semangat melakukan penanaman Refugia di sekitar lahan uji. Pengamatan lapang secara rutin dapat melatih peserta untuk disiplin dan teliti di dalam mengamati perkembangan tanaman. Aspek tersebut sangat besar peranannya dalam menentukan langkah pemeliharaan yang diperlukan. Dalam kegiatan SL, peserta juga diajak mengasah soft skill berupa kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi. Hasil pengamatan didiskusikan dalam kelompok dan dipresentasikan secara bergilir, dimana setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan hasil pemikirannya. Tak hanya belajar, fasilitator juga menyediakan permainan seru berhadiah agar proses pembelajaran tidak membosankan. Penyampaian materi pun dilakukan secara partisipatif dan dua arah agar peserta tetap antusias walau dituntut menyimak seluruh rangkaian SL selama beberapa jam lamanya. Untuk mengukur sejauh mana keberhasilan pelaksanaan SL dalam merubah pengetahuan peserta, fasilitator melakukan kegiatan evaluasi berdasarkan hasil pretest dan post test. Sedangkan perubahan keterampilan dan sikap akan dievaluasi melalui kegiatan RTL (Rencana Tindak Lanjut). Salah satu peserta SL padi Kota Sumenep, Bapak Misnadin menyampaikan kesan positifnya “ SL ini selain sebagai ajang silaturahmi, juga ajang berbagi informasi dan pengalaman. Berbagai teknologi budidaya terapan petani dapat didiskusikan disini”. Ibu Delly Hos Kapila, selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kota Sumenep menyampaikan apresiasi atas kerja keras peserta selama kegiatan SL berlangsung. “Yang paling penting adalah bagaimana petani berproses dan mampu mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang muncul di petak uji” tegasnya. Ia pun berterimakasih atas kesempatan yang diberikan sehingga Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kota Sumenep dapat menyelenggarakan kegiatan SL dengan lancar dan tertib. (DHK)