BPTP SULSEL KERJASAMA BP4K PINRANG LAKSANAKAN SLPTT PADI BPTP Sulsel kerjasama IRRI dengan Balai Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan (BP4K) kabupaten Pinrang melaksakan SLPTT padi di empat kelompok tani di Pinrang yaitu kelompoktani Padaelo, Sipakainga desa Amassangan, kelompoktani Sibalirio desa Samaulue dan kelompoktani Elopuang desa Barangpali kecamatan Lanrisang. Paket teknologi yang dikembangkan BPTP dalam SLPTT itu adalah pemberian air tanaman padi sesuai kebutuhan (AWD), pengelolaan hara spesifik lokasi dan teknologi perangkap tikus system rintangan (SRP). Dalam pengelolaan SLPTT Padi ini disepakati mengadakan pertemuan sebanyak 10 kali dari tanam hingga panen. Yang menarik, pertemuan ini diadakan pada kelompoktani dengan materi yang disepakati oleh petani berdasarkan kondisi pertanaman padi di kelompok tersebut. " Jika petani sendiri yang menentukan topik pertemuan maka dengan mudah untuk menemukan masalahnya sendiri lalu dipecahkan melalui diskusi kelompok sehingga lahir suatu solusi yang dengan mudah diaplikasikan di masing-masing petakan sawah," kata Prof. Djafar Baco, peneliti senior BPTP Sulsel Ambil sebagai contoh pada pertemuan di kelompoktani Elopuang dengan topik AWD. Kelompok tersebut terkendala air irigasi ketika tanaman padi butuh pengairan. Padahal dari hasil pengukuran kadar air dalam tanah sudah saatnya tanaman padi butuh air tapi sumber air irigasi tidak ada. Petani dari kelompok lain menawarkan solusi berupa pembuatan sumur bor atau pompa air tanah. Ternyata tawaran dari petani tadi diterima oleh kelompoktani elopuang. "Di kelompok kami sudah ada 7 petani membuat sumur bor untuk mengatasi kekurangan air irigasi dan biayanya tidak sampai setengah juta," kata Asgar petani dari Sawitto menceritakan pengalaman kelompoknya. Prof. Djafar Baco menambahkan sebenarnya petani cukup memiliki potensi tapi potensi itu tidak muncul ketika ia hanya bekerja sendiri-sendiri sehingga disinilah fungsi berkelompok untuk saling berdiskusi, bertukar pengalaman, mengemukakan masalah lalu dipecahkan bersama. Peran penyuluh dan peneliti hanya memfasilitasi dan meluruskan jika ada masalah yang sulit dipecahkan oleh petani. Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) yang dikembangkan pemerintah saat ini sebenarnya mempunyai konsep multiplayer effect artinya informasi teknologi dari peneliti disampaikan secara berjenjang hingga sampai kepada petani. Demikian juga pengalaman petani dari satu tempat disebar ke petani yang lain melalui informasi dari petani ke petani, dari petani ke penyuluh dan dari penyuluh atau peneliti ke petani. "SLPTT direncanakan dan dilaksanakan oleh petani tanpa menunggu komando dari pemerintah tidak seperti kebanyakan SLPTT nanti berjalan kalau ada pencairan dana proyek," kata Prof.Dr.Djafar Baco bersama peneliti dari Lembaga Penelitian Padi Internasional (IRRI) Dr. Madona Casimero ketika hadir di pertemuan SLPTT padi kelompoktani Elo Puang desa Barangpali kecamatan Lanrisang Pinrang, Rabu, 22 September 2011. (Abdul Salam Atjo-Penyuluh Pertanian BP4K Pinrang)