Loading...

SLPTT MERUPAKAN METODE ANDALAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KEDELAI

SLPTT MERUPAKAN METODE ANDALAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KEDELAI
PENDAHULUAN Produksi kedelai dalam negeri baru mampu memenuhi 30-40% kebutuhan nasional yang telah mencapai 2,2 juta ton/tahun. Pemerintah telah berupaya untukMeningkatkan produksi kedelai. Badan Litbang Pertanian merupakan salah satu institusi pemerintah yang berperan dalam penyediaan inovasi teknologi pertanian. Salah satu inovasi yang dikembangkan Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan, termasuk kedelai adalah pengelolaan tanaman terpadu(PTT). Pada dasarnya, PTT bukan teknologi atau paket teknologi tetapi merupakan pendekatan dalam pemecahan masalah usahatani di daerah setempat (Badan LitbangPertanian 2010).Untuk dapat diketahui oleh kalangan pengguna yang lebih luas, hasil penelitian PTT kedelai yang telah dipublikasikan pada berbagai publikasi ilmiah perlu puladipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah populer mengingat beragamnya pengguna hasil penelitian, antara lain penentu kebijakan, akademisi, penyuluh pertanian, peneliti, pengusaha agribisnis, kelompok tani, dan petani. Oleh karena itu, peneliti dituntut untuk mampu menulis artikel ilmiah populer Selain peneliti, pustakawan di unit kerja dan unit pelaksana teknis lingkup Badan Litbang Pertanian, jugadapat berkontribusi dalam pemecahan masalah pertanian melalui penulisan artikel ilmiah populer dan dipub- likasikan di media massa agar diketahui oleh banyakpengguna. Tjitropranoto (1993) telah mengingatkan pustakawan untuk mampu menyajikan informasi yang diperlukan dalam pembangunan. Suratman (2002) jugamenyarankan pustakawan untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Oleh sebab itu, pustakawan perlu terus berupaya meningkatkan profesionalisme,apalagi dikaitkan dengan teknologi informasi yang terus berkembang dari waktu ke waktu (Tyasdjaja 1999) METODE PENGKAJIANyaitu metode penelitian untuk mengetahui kondisi objek alamiah, dimana peneliti adalah instrumen kunci. Untuk mendapatkan informasi mengenai perkedelaian nasional yang handal, data dikumpulkan secara triangulasi (gabungan) dan analisis data ber- sifat induktif (Sugiono 2008). Metode triangulasi meliputi wawancara dengan peneliti kedelai dan pejabat Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Tanaman Pangan serta observasi terhadap dokumen tertulis yangmeliputi publikasi, surat kabar dan data statistik.Mengingat banyaknya informasi yang tersedia diperpustakaan maka informasi yang ditelusuri dibatasi pada isu aktual kedelai nasional; kebijakan Kementerian Pertanian tentang upaya peningkatan produksi kedelai; statistik produksi, produktivitas, dan areal tanam kedelai;filosofi PTT kedelai; dan publikasi hasil penelitian PTT kedelai Merujuk pada tujuh kemampuan dalam literasi informasi (Diao et al.2010) yang harus dimiliki setiap individu, tahapan aktivitas literasi informasi kedelai dikelompokkan ke dalam dua bagian. Bagian pertama adalah proses telaah informasi dan bagian kedua adalah penulisan draft artikel ilmiah populer berdasarkan hasil telaah informasi. Bagian pertama terdiri atas langkah-langkah berikut: (1) merumuskan masalah,(2) mengidentifikasi sumber informasi dan mengakses informasi, (3) mengevaluasi informasi, (4) menggunakan informasi. Bagian kedua adalah (5) membuat karya tulis, (6) mengevaluasi, dan (7) menarik kesimpulan dari artikelyang ditulis. HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuh langkah literasi informasi (knowledge management) diimplementasikan dalam penulisan artikel untuk menghasilkan artikel ilmiah populer yang berkualitas dan substansi yang tepat sehingga solusi yang ditawarkan dapat mengatasi masalah dengan tepat pula. Langkah literasi informasi yang dilakukan adalah merumuskan masalah, mengidentifikasi sumber informasi dan mengakses informasi, serta dilanjutkan denganmengevaluasi informasi.Perumusan Masalah Masalah muncul diantaranya karena terjadi kesenjanganantara harapan dan kenyataan (Diao et al 2010).Identifikasi suatu masalah dapat dilakukan melalui pengumpulan informasi dari berbagai sumber informasi, seperti media massa dan para pakar.Kemampuan yang harus dimiliki pustakawan pada proses pengumpulan informasi adalah memahami informasi yang diperlukan, mengetahui apa yang dimaksud dengan sumber informasi, mengidentifikasi sumber informasi, menggunakan alat danstrategi penelusuran yang tepat, serta mengakses informasi. Brainstorming dilakukan setelah informasi berhasil dikumpulkan dan dalam tahap inilah berpikir kritis dan objektif sangat diperlukan. Hasil penelusuran informasi dipilah ke dalam empat aspek, yaitu: 1) isu aktual perkedelaian nasional, 2) kondisi riil produksi, produktivitas, dan areal tanam kedelai, 3) kebijakan peningkatan produksi kedelai, dan 4) arah penelitian dan pengembangan kedelai, Sinar Tani adalah media massa yang ditelusuri untuk mengetahui isu aktual perkedelaian nasional. Dari media massa ini diketahui harga kedelai di pasaran meningkat cukup tinggi, dari Rp 5.000 menjadi Rp 8.000/kg, yang merupakan dampak dari terganggunya pasokan kedelai impor akibat iklim yang kurang menguntungkan di negara produsen, antara lain Amerika Serikat. Kenaikan harga kedelai yang cukup tinggi di dalam negeri menyebabkan banyak pengrajin tahu dan tempe mogok berproduksi, sehingga tidak tersedia bagi sebagian masyarakat. Sementara harga kedelai di tingkat petani hanya Rp 4.000-5000/kg sehingga tidak memberi keuntungan yang layak sehingga petani tidak bergairah mengusahakan kedelai. Hal ini menjadi penyebab turunnya luas areal tanam kedelai. Kebijakan Peningkatan Produksi Kedelai Dalam Renstra 2010-2014 Kementerian Pertanian diketahui kedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang perlu segera dipacu produksinya menuju swasembada(Kementerian Pertanian 2010, Direktorat Jenderal TanamanPangan 2012.). Melihat ketergantungan impor kedelai yang sangat tinggi serta hambatan lajupeningkatan produktivitas menunjukkan potensi masalah di masa depan. Salah satu upaya untuk menjawab tantangan di atas,Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi yang mampu menggenjot produktivitas kedelai dengan pendekatan PTT. Salah satu inovasi teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas kedelai adalah varietas unggul. Kurun waktu hingga 2011, setidaknya ada 73 varietas kedelai yang telah dilepas dan disebarkan kepada petani guna mendongkrak produktivitas kedelai , diantaranya melalui program SL-PTT kedelai.Kegiatan atau program yang sedang berlangsung adalah pemerintah melakukan kegiatan SLPTT mulai Tahun 2008 sampai saat ini. Kegiatan Sekolah lapang yang terangkum dalam SLPTT adalah sebagai proses pendidikan non formal bagi petani dalam rangka mengubah perilaku petani dalam berproduksi agar tahu, mau dan mampu menolong dirinya sendiri untuk menuju peningkatan kesejahteraan. Pro- gram SLPTT menjadikan transfer teknologimenjadi efektif ke petani. Satu unit areal SLPTT kedelai terdiri atas 10 ha lahan milik petani peserta SLPTT. Dari areal tersebut dipilih lahan seluas 1 ha yang dijadikan Labora- torium Lapang (LL) sebagai tempat praktek sekaligus areal percontohan (demplot). Laboratorium lapang inilah menjadi kunci diseminasi teknologi, karena di dalamnya dirancang penerapan teknologi yang sesuai dengan anjuran. Laboratorium Lapang merupakan tempat demontrasi penerapan teknologi spesifik lokasi. Di LL dapat dicoba berbagai macam teknologi produksi, seperti varietas unggul dan teknologi budidaya. Melalui LL petani peserta bisa melakukan pengamatan, kemudian mendeskripsikan dan membahas berbagai macam temuan di lapang. Sedangkan petugas pemandu lapang berperan sebagai fasilitatornya. Dengan cara ini petani dapat melihat dan memilih teknologi yang paling sesuai untuk diterapkan pada lahan garapannya.Adanya LL diharapkan dapat mempercepat alih teknologi melalui interaksi yang terbentuk antara petani peserta SLPTT dengan petugas pemandu lapang. Tidak berhenti disitu saja, para petani peserta diharapkan juga bisa menularkan pengetahuan yang diperoleh dari SLPTT kepada petani lain non peserta. KESIMPULAN DAN SARANPeningkatan produktivitas kedelai melalui pendekatan SL-PTT merupakan salah satu terobosan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap produksi kedelai dimasa yang akan datang , pendekatan ini akan berhasil meningkatkan produksi dan pendapatan petani apabila didukung oleh semua pihak, termasuk pemangku kepentingan baik dari hulu, on Farm maupun hilir dan pelaksanaannya terkoordinir secara sinkron dan sinergis disetiap lini/tingkat mulai dari pusat, propinsi , kabupaten/kota, kecamatan sampai ditingkat Desa. Dengan pendekatan tersebut SL-PTT diharapkan tersosialisasisecara luasdalam upaya percepatan Pengembangan PTT secara Nasional SARANUntuk menambah wawasan dan Pengalaman para pemangku kepentingan disarankan untuk lebih banyak membaca publikasi yang terkait dengan kegiatan PTT, seperti petunjuk teknis PTT kedelai, deskripsi varitas kedelai dan masalah OPT serta unsur hara kedelai dan lain-lainyang diterbitkan di berbagai media. Penulis : ISNAINI MAYASARI, SPSUMBER PUSTAKA :Tabloid Sinar Tani. 2011. Varietas Unggul: Salah Satu Upaya Tingkatkan Produksi Kedelai. http://www.sinartani.com/penyuluhan/mimbar-penyu-luhan/1516.html Zakaria. A.K. 2010. Program Pengembangan Agri-bisnis Kedelai dalam peningkaan Produksi danPendapatan Petani. Jurnal Litbang Pertanian29(4). Bogor