Standar ini menetapkan persyaratan mutu dan keamanan pakan bibit induk itik pedaging starter, pakan bibit induk itik pedaging grower dan pakan bibit induk itik pedaging layer. pakan (feed) bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi, dan berkembang biak. Bahan pakan (feed ingredients) bahan hasil pertanian, perikanan, peternakan, atau bahan lainnya yang layak dipergunakan sebagai pakan, baik yang telah diolah maupun yang belum diolah. Pelengkap pakan (feed supplement) suatu zat yang secara alami sudah terkandung dalam pakan, tetapi jumlahnya perlu ditingkatkan dengan menambahkannya dalam pakan. Imbuhan pakan (feed additives) bahan pakan yang tidak mengandung zat gizi atau nutrisi (nutrien) yang pemakaiannya untuk tujuan tertentu. Bibit induk itik pedaging starter bibit induk itik pedaging yang berumur 1 (satu) hari sampai 8 (delapan) minggu. Bibit induk: itik pedaging grower bibit induk itik pedaging yang berumur >8 (delapan) - 22 minggu. Persyaratan Mutu dan Keamanan Pakan Bahan Pakan Bahan pakan yang digunakan harus menjamin kesehatan dan ketenteraman batin masyarakat. Toleransi residu dan zat kimia yang membahayakan dalam bahan pakan seperti pestisida dan bahan lain yang tidak diinginkan harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Bahan imbuhan dan pelengkap pakan Jenis bahan imbuhan dan pelengkap pakan yang terdapat dalam pakan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku Pengambilan contoh Pengambilan contoh dilakukan oleh pengawas mutu pakan atau petugas pengambil contoh yang bersertifikat dan ditugaskan oleh instansi berwenang. Pengambilan contoh mengacu pada SNI 01-0428. Metode Analisis Analisis kadar air, abu dan serat kasar dilakukan dengan metode yang sudah ditetapkan menurut SNI 01-2891. Analisis protein kasar, lemak kasar, asam amino total, kalsium dan fosfor total dilakukan dengan metode yang sudah ditetapkan oleh AOAC Official Methods 2019 Chapter 4 Animal Feed. Analisis aflatoksin dilakukan dengan metode yang sudah ditetapkan oleh AOAC Official Methods 2019 Chapter 49 Natural Toxins. Analisis aktivitas enzim fitase dilakukan dengan metode yang sudah ditetapkan oleh ISO 30024-2009, Animal feeding stuffs. Determination of phytase activity. Analisis energi metabolis dilakukan menurut metode Farrell, DJ. A Rapid Bioassay for The Determination of metabolizable energy of poultry feedstuffs, 1978. Proc. Aust. Soc. Animal Production. 12:142. Analisis fisik dilakukan apabila ada keraguan tentang adanya bahan lain yang tidak diinginkan di dalam pakan dengan metode Khajarern and Khajarern, 1999. Manual of feed microscopy and quality control. ASA Pakan yang beredar harus dilengkapi etiket/label sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dengan warna dasar biru muda serta kode pengenal untuk Pakan bibit induk itik pedaging starter (PSIPB1), grower (PSIPB2) dan layer (PSIPB3) yang mencantumkan: a) nama atau merek pakan; b) nama dan alamat perusahaan/produsen dan/atau importir; c) jenis dan kode pakan; d) cara penggunaan pakan dan peruntukannya; e) kandungan nutrisi : kadar air; kadar abu; kadar protein kasar; kadar lemak kasar; kadar serat kasar; kadar kalsium (Ca); kadar fosfor (P) total; energi metabolis f) kandungan aflatoksin total; g) bahan pakan yang digunakan; h) imbuhan pakan yang digunakan; i) berat bersih; j) tanggal dan/atau kode produksi; k) nomor pendaftaran pakan. Pakan dikemas dengan menggunakan bahan yang tidak beracun serta tidak menurunkan mutu dan daya simpan pakan. Bila pakan mengandung bahan asal ternak ruminansia (berupa darah, daging dan/atau tulang), harus mencantumkan tulisan berwarna merah “DILARANG DIGUNAKAN UNTUK PAKAN TERNAK RUMINANSIA (sapi, kerbau, kambing, domba)”. Penulis: Akhmad Ansyor, SP, M.Sc Sumber: Badan Stadar Nasional