Loading...

Sorgum Berpotensi Untuk Dikembangkan Karena Kaya Manfaat

Sorgum Berpotensi Untuk Dikembangkan Karena Kaya Manfaat
Dengan adanya ancaman krisis pangan global, Indonesia harus memiliki rencana besar. Ada banyak pilihan bahan pangan yang bisa dikembangkan di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras, salah satunya adalah sorgum. Prospek pengembangan sorgum di Indonesia kian menjanjikan karena tidak hanya dapat dikembangkan sebagai bahan pangan yang mampu menggantikan beras tetapi juga bisa mengurangi konsumsi gandum. Sorgum merupakan salah satu tanaman pangan lahan kering yang potensial dikembangkan di Indonesia. Sorgum dapat digunakan sebagai pangan, pakan, dan bioenergi (bioetanol). Sorgum juga mampu beradaptasi pada lahan marginal dan membutuhkan air relatif lebih sedikit karena lebih toleran terhadap kekeringan dibanding tanaman pangan lain. Biji sorgum mempunyai kualitas nutrisi sebanding dengan jagung dan beras, bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi, namun kandungan lemaknya lebih rendah. Oleh karena itu, sorgum dimanfaatkan sebagai penyangga pangan penduduk di lebih 30 negara. Selain sebagai bahan pangan, biji sorgum juga digunakan sebagai bahan baku industri pangan seperti gula, monosodium glutamate, asam amino, minuman, dan hijauannya digunakan sebagai pakan ternak. Bahkan saat ini sorgum juga digunakan sebagai bahan baku energi, terutama sorgum manis. Biji sorgum yang telah disosoh dapat digunakan untuk bahan diversifikasi pangan melalui substitusi beras atau sebagai bahan pangan alternatif. Sorgum telah memasukkan sebagai salah satu komoditas pendukung diversifikasi pangan nasional. Hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Serealia menunjukkan sorgum dapat mensubtitusi beras sampai 30% dengan cita rasa yang dapat diterima konsumen. Surgum dalam 100 gram mengandung kalori 332cal, protein11g, lemak 3,3g, karbohidrat 73 g, Vit B1 11,1 mg, Serat 2,3%, P 287 mg, Ca 28 mg, Fe 4,4 mg . jadi kalau dibanding terigu nilai gizinya jauh lebih baik. Untuk terigu kalori 365 cal, protein 8,9g, lemak 1,3g, karbohidrat 7,7g, Vit B1 0 mg, Serat 0%, P 16 mg, Ca 106 mg, Fe 1,2 mg, demikian juga jika dibandingkan dengan beras, sorgum masih punya keunggulan, Adapun untuk baras sbb kalori 360 cal, protein 7 g, lemak 0.7g, karbohidrat 79g, Vit B1 9,8 mg, Serat 1%, P 147 mg, Ca 6 mg, Fe 0,8mg. Untuk Pengembangan; Ada beberapa Tekstur tepung sorgum lebih halus dibanding tepung jagung, dan mendekati tekstur terigu. Selain itu beberapa karakter sifat fisiko kimia tepung sorgum mendekati terigu. Berdasarkan karakternya, tepung sorgum tersebut dapat mensubstitusi terigu dalam berbagai olahan, misalnya cake, cookies, dan rerotian. Di beberapa negara Afrika seperti Uganda dan Kenya, biji sorgum berkecambah yang telah disangrai, kecambah atau kulit bijinya, selanjutnya diolah menjadi makanan Ugali (Stifth Oorrid). Masyarakat perdesaan India mengolah tepung sorgum menjadi roti bakar atau capati, yang menjadi makanan pokok sehari-hari. Pada saat ketersediaan beras langka, tepung sorgum dibuat nasi dengan atau tanpa campuran beras. Namum pangan dari tepung sorgum ini ditinggalkan setelah beras tersedia sepanjang tahun. Sorgum sosoh dapat diproses lebih lanjut menjadi tepung. Tepung merupakan bentuk olahan setengah jadi yang sangat dianjurkan, karena luwes, mudah dicampur dan difortifikasi untuk meningkatkan mutu gizinya, awet, hemat ruang penyimpanan dan distribusi. Sorgum sosoh juga dapat diproses menjadi pati. pati sorgum mempunyai takstur spesifik dan dapat berfungsi sebagai pelembut dalam pengolahan aneka kue. Proses pembuatan pati melalui ekstraksi basah, memerlukan air yang lebih banyak dibandingkan dengan pembuatan tepung. Oleh karena itu, pengolahan sorgum menjadi tepung lebih dianjurkan dibanding pengolahan pati. Pati sorgum dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri, termasuk farmasi, kosmetik, kertas, tekstil, bioplastik, dan lainnya. Batang sorgum manis dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku gula cair, gula padat, dan bioetanol. Untuk mengembangkan potensi sorgum sebagai bahan pangan dan industri, diperlukan sosialisasi kepada masyarakat. Perlu pula pelatihan bagi petani, penyuluh, dan pebisnis sorgum. Sehubungan dengan hal tersebut perlu ada “Sorghum Center” sebagai pusat kegiatan yang berhubungan dengan sorgum dari hulu hingga hilir. Yulia Tri S yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: Firmansyah, Penanganan Pascapanen Sorgum, 2014; Balai Penelitian Tanaman Serealia Aneka Beti , A. Ispandi, dan Sudaryono. 1990. Sorgum. Monograf Balittan Malang No.5. Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang. 2013. Budi daya Sorgum sebagai sumber pangan, pakan ternak, bahan baku industri untuk masa depan Indonesia. www.budidayasorgum.com. 2013. Budi daya tanaman sorgum manis (Sorghum bicolor). www.anakagrnomy.com. 2009. Deskripsi varietas jagung, sorgum dan gandum. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Badan Litbang Pertanian. Purnomo Aji, Budidaya Tanaan Semusim Sorgum, 2015 jurusan Agroteknlogi. Sekolah tinggi pertanian, Wuna, Raha. https://media.neliti.com/media/publications/123982-ID-peranan-sifat-fisikokimia-sorgum-dalam-d.pdf