Loading...

Sosialisasi Dan Bimtek Pembuatan Biosaka Di Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2023

Sosialisasi Dan Bimtek Pembuatan Biosaka  Di Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2023
Sosialisasi dan Aplikasi Biosaka di Kabupaten Pasaman Barat dilaksanakan pada hari ini Selasa, 7 Maret 2023 bertempat di aula BPP Kecamatan Luhak Nan Duo. Peserta bimtek biosaka ini adalah seluruh petugas baik penyuluh dan PHP POPT di lingkup Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, juga Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat. Selain petugas peserta bimtek juga diikuti oleh perwakilan beberapa petani yang ada di Kecamatan Luhak Nan Duo. Agenda acara dimulai dari pembacaan rangkaian kegiatan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh petani agar lancarnya penyelenggaraan bimtek. Acara pelatihan dibuka langsung oleh Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat. Dalam sambutan dan arahannya, kadis TPH Bapak Doddy San Ismail menghimbau kepada peserta pelatihan agar mau mengaplikasikan atau mempraktikkan ilmu yang didapat dari pelatihan serta jangan lupa mendokumentasikannya berupa photo dan video serta membuatkan laporannya. Pemaparan materi sosialisasi biosaka disampaikan oleh Ibuk Erita dari BPTPH Propinsi Sumatera Barat bersama rekannya Ibuk Desi Ratna yang memandu praktik pembuatan biosaka. Beliau memaparkan dasar dari dilaksanakannya praktik biosaka adalah karena adanya dorongan pusat melalui Surat Pemassalan Biosaka, bimtek melalui zoom maupun pendampingan di lapangan, ditunjuknya beliau sebagai pelatih atau narsum karena telah mengikutinya langsung TOT yang mewakili Sumbar setelah itu bertanggungjawab meneruskan ilmu yang diterima untuk ditransper keseluruh insan pertanian di Sumbar. Setelah menguraikan sekilas tentang biosaka, asal usulnya, manfaat dan kelebihan dari biosaka dilanjutkan dengan praktik pembuatan biosaka. Alat dan bahan praktik dibawa oleh masing- masing peserta. Alat yang diperlukan yaitu wadah (baskom), saringan, corong dan botol/ jerigen. Sedangkan bahan- bahannya adalah rumput-rumputan/ daun-daunan yang sehat sempurna, tidak terkena hama penyakit. Daun yang digunakan minimal 5 jenis berbeda dengan banyaknya segenggam tangan untuk satu kali pembuatan (5% bahan dan 95% air atau 2,5 ons bahan rumput/ daun dalam 5 L air). Ciri bahwa biosaka telah homogen yaitu tidak mengendap, tidak timbul gas dan tidak ada butiran, ramuan biosaka terlihat pekat dan mengkilap. Kepekatan ramuan dapat diukur dengan alat Total Disolved Solid (TDS), peningkatan nilai TDS sebelum dan setelah diremas minimal 200 ppm, sebaiknya >300 ppm. Hasil ramuan biosaka dapat diaplikasikan langsung dan selebihnya disimpan. Praktik pembuatan ramuan biosaka seluruh peserta telah berhasil melewati batas nilai TDS yaitu besar dari 200 ppm mendekati nilai 300 ppm ada juga yang mencapai 499 ppm, setelah selesai pembuatan ramuan dilanjutkan dengan aplikasi pada tanaman sayuran kacang panjang yang ada di BPP. (report by Zuhelmi, PPL LND).