SOSIALISASI DAN REMBUG TANI SEKOLAH LAPANG TEMATIK PADI SAWAH
Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pondidaha melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Rembug Tani Sekolah Lapang Tematik Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam pelaksanaan sekolah lapang, karena menjadi wadah komunikasi dan musyawarah antara petani, penyuluh pertanian, serta pemangku kepentingan terkait dalam menyusun perencanaan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Hari Senin 28 Juli 2025, dilanjutkan dengan kegiatan Rembug Tani pada hari Selasa 29 Juli 2025 bertempat di BPP Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe dihadiri 100 orang peserta yang berasal dari perwakilan kelompok tani dari masing-masing desa dan kelurahan se-Kecamatan Pondidaha, Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Kabupaten Konawe, Camat Pondidaha, Kepala UPTD TPHP Kec. Pondidaha, Petugas POPT, seluruh Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pondidaha.
Sosialisasi dan rembug tani ini bertujuan untuk :
1. Menyampaikan rencana pelaksanaan Sekolah Lapang Tematik Tahun 2025.
Kegiatan sosialisasi dan rembug tani dilaksanakan melalui forum diskusi terbuka. Penyuluh pertanian menyampaikan gambaran umum Sekolah Lapang Tematik, mulai dari tujuan, metode pelaksanaan, hingga manfaat yang akan diperoleh petani. Selanjutnya, dilakukan rembug tani untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi petani, seperti pengelolaan air, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), serta efisiensi usaha tani padi sawah.
Hasil rembug tani menjadi dasar penetapan tema Sekolah Lapang Tematik Tahun 2025 yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan petani di Kecamatan Pondidaha. Dari hasil sosialisasi dan rembug tani, diperoleh beberapa kesepakatan, antara lain:
Melalui kegiatan Sosialisasi dan Rembug Tani Sekolah Lapang Tematik BPP Kecamatan Pondidaha Tahun 2025, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan sekolah lapang yang berorientasi pada peningkatan kapasitas petani, penerapan teknologi tepat guna, serta peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.