Upaya Percepatan penganekaragamankonsumsi pangan merupakan suatu tuntutan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi,sebagai akibat dampak pemanasana global, pertumbuhan penduduk yang terusmeningkat, ketergantungan pangan khususnya pada beras sangat besar, pola makanyang belum beragam, bergizi, berimbang, dan aman serta perubahan gaya hidupmasyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi pangan. Penganekaragaman konsumsipangan merupakan upaya untuk memantapkan atau mebudayakan pola konsumsi panganberagam, bergizi, berimbang dan aman guna memenuhi kebutuhan gizi untukmendukung hidup sehat, aktif dan produktif.Badan Ketahanan Pangan provinsiKepulauan Bangka Belitung mengadakan sosialisasi kepada Penyuluh Pendampingbagi desa yang memperoleh kegiatan P2KP dilaksanakan di ruang pertemuan BadanPelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan tanggal 7 April 2011. UntukKabupaten Bangka Selatan tahun 2010 rata-rata konsumsi energi sebesar 1.686,1kkal/kapita/hari dan protein sebesar 55,2 gram/kapita/hari, sedangkan skor PolaPangan Harapan (PPH) sebsar 90. Ditargetkan pada tahun 2015 konsumsi energiakan mencapai 2.000 kkal/kapita/hari dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH)sebesar 100.DiKabupaten Bangka Selatan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RepublikIndonesia pada tahun 2011 melalui APBN telah mengimplemntasikan kegiatanGerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) yang terdiri dari :1. PemberdayaanKelompok Wanita;2. OptimalisasiPemanfaatan Pekarangan;3. PengembanganUsaha/Industri Pengolahan Pangan Lokal;4. Sosialisasidan promosi penganekaragaman Konsumsi Pangan.Untuk mengoptimalkan pelaksanaankegiatan dan hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan dan sasaran, diperlukanacuan bagi pelaksanaan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) diKabupaten Bangka Selatan disusunlah Petunjuk Teknis ini yang merupakanpenjabaran dari Pedoman Umum Gerakan P2KP Tahun 2011, Pedoman Teknis GerakanP2KP Tahun 2011, dan Petunjuk Pelaksanaan Gerakan P2KP Provinsi KepulauanBangka Belitung Tahun 2011.A. Tujuan1. TujuanUmumMemfasilitasi dan mendorongterwujudnya pola konsumsi pangan beragam, bergizi berimbang dan aman yangdiindikasikan oleh skor Pola Pangan Harapan (PPH) pada tahun 2015 sebesar 100.2. TujuanKhususa. Meningkatkanpengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap aparat pemerintah, penyuluhpertanian dan tokoh/pimpinan kelembagaan masyarakat dalam upaya pengembangandan pendampingan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan.b. Meningkatkanpengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap masyarakat khususnya kelompokwanita dalam pengembangan pekarangan sebagai alternatif penyedia sumber pangankeluarga.c. Meningkatkanpengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap siswa SD/MI sejak dini melaluisosialisasi konsumsi pangan beragam, bergizi, berimbang dan aman sertapengembangan kebun sekolah.d. Meningkatkanpemanfaatan pangan lokal untuk produk dan olahannya melalui pengembangan usahapengolahan pangan lokal berbasis tepung-tepungan.e. Meningkatkanmotivasi, partisipasi, dan aktivitas masyarakat dalam penganekaragaman konsumsipangan melalui penguatan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembanganbudaya makan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman. B. Sasaran1. SasaranKegiatana. Meningkatnyapengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap tentang penganekaragam konsumsipangan kepada berbagai pemangku kepentingan yang meliputi aparat pemerintah,penyuluh pertanian, guru, kelompok wanita, siswa SD/MI, pengusaha panan lokaldan kelompok masyaraka lainnya.b. Mendorongpeningkatan pola konsumsi pangan yang semakin beragam, bergizi, berimbang, danaman yang dicerminkan oleh skor PPH rata-rata Kabupaten Bangka Selatan 95 padatahun 2011 dan 100 pada tahun 2015.2. SasaranLokasi KegaiatanLokasi kegiatan PercepatanPenganekaragam Konsumsi Pangan (P2KP) di Kabupaten Bangka Selatan tahun 2011,terdapat di 10 Desa pada 5 Kecamatan, yang terdiri dari :a. 10Kelompok Wanita/Dasa Wisma PKK;b. 10SD/MI;c. 10Kelompok Usaha Mikro Kecil Bidang Pangan/Kelompok Wanita/Dasa Wisma PKK.C. IndikatorKeberhasilanIndikatorkeberhasilan penganekaragaman konsumsi pangan tercermin dari :1. IndikatorOutputa. Makinbertambahnya kelompok masyarakat memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangankeluarga;b. Makinbertambahnya jumlah usaha mikro kecil untuk memafaatkan pangan lokal dalampengembangan bisnis pangan (off farm);2. IndikatorOutcomea. Makinberagam dan berimbangnya pangan sumber karbohidrat, protein, vitamin danmineral dalam menu makanan sehari-hari diukur dengan skor PPH yang semakinmeningkat;b. Menurunnyakonsumsi beras 1,5% per tahun.D. PenilaianResikoLintasan kritis pelaksanaanPercepatan Penganekaragaman konsumsi Pangan (P2KP)u diantisipasi adalah :1. PedomanUmum, Pedoman Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan, harus dijabarkan menjadiPetunjuk Teknis oleh Kabupaten/Kota, sehingga di lapangan sesuai dengan tujuandan sasaran yang ditetapkan;2. Prosesperencanaan dan pelaksanaan kegiatan harus sinkron dengan jadwal yang sudahditetapkan, terutama pencairan dana bansos dilakukan paling lambat sebulansetelah penetapan penerima manfaat, karena apabila pencairan dana bansosterlambat akan mempengaruhi pelaksanaan kegiatan;3. IdentifikasiCPCL dan penetapan penerima manfaat dilakukan oleh aparat kabupaten/kotaberkoordinasi dengan aparat provinsi di bulan Pebruari s/d Minggu ke II Maret2011;4. Melakukankoordinasi dan sinkronisasi secara utuh dan menyeluruh serta berkelanjutanantara provinsi, kabupaten/kota, dan desa dalam seluruh tahapan proseskegiatan;5. Membuatpenjadwalan dalam proses perencanaan, pengadaan, sampai dengan penyaluranperalatan pengolahan tepung sehingga peralatan tersebut sampai kepada penerimamanfaat tepat waktu;6. Mekanismepelaporan harus sesuai dengan Pedoman Umum, Pedoman Teknis dan PetunjukPelaksanaan.