Kegiatan Sekolah Lapang Tematik Penerapan Teknologi Pertanian Organik merupakan salah satu upaya mendukung pemberdayaan petani, penerapan dan diseminasi inovasi teknologi pertanian. Kegiatan SL Tematik Pertanian Organik Tahun 2023 di Provinsi NTT dilaksanakan di 3 (tiga) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yaitu BPP Alak di Kota Kupang, BPP Naibonat di Kabupaten Kupang dan BPP Kuatnana di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Untuk memberikan kesamaan pemahaman konsepsi dalam pelaksanaan kegiatan SL maka dilakukan sosialisasi yang melibatkan para petani/kelompok tani pelaksana SL, penyuluh pertanian pendamping kegiatan SL dan unsur terkait di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan aparat Desa di lokasi SL. Sosialisasi kegiatan SL di BPP Kuatnana Kabupaten Timor Tengah Selatan dilaksanakan pada Hari Senin, tanggal 17 April 2023. Pertemuan sosialisasi di hadiri oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Noelbaki-Kupang, Pendamping kegiatan SL dari BBPP Kupang, Pejabat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Timor Tengah Selatan, KJF Penyuluh Pertanian Kabupaten TTS, Camat Kuatnana dan Sekretaris Camat serta staf, Kepala Desa Enoneontes, Penyuluh Pertanian Pendamping SL dan para petani perwakilan dari 10 kelompok tani peserta kegiatan SL Tematik pertanian organik dengan jumlah peserta sebanyak 57 orang. Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang dalam arahannya menyatakan bahwa penerapan bahan anorganik yang tidak terkendali dalam teknologi pertanian selama ini, seperti penggunaan pupuk anorganik/pupuk kimia, serta pengunaan pestisida kimia yang berdampak terhadap kondisi fisik, kimia dan biologi tanah, punahnya beberapa jenis hewan disawah seperti belut, serta serangga dan yang lainnya karena penggunaan pestisida yang tidak terkendali. Disamping itu berdampak juga terhadap kualitas dan keamanan bahan pangan yang dikonsumsi oleh manusia. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian melauncing kegiatan Gerakan Tani pro Organik (Genta Organik). Melalui program genta organik diharapkan kepada kelompok tani/petani dapat mengikuti kegiatan SL Tematik Pertanian Organik dengan baik dan selanjutnya dapat mengimplementasikan di lahan masing-masing. Pada kesempatan tersebut kepala BBPP juga memotivasi kepada BPP Kuatnana karena satu-satunya BPP di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang memperoleh kegiatan SL melibatkan 10 kelompok tani, serta memberikan motivasi kepada petani, penyuluh dan unsur terkait lainnya agar pertanian organik dapat dikembangkan di wilayah masing-masing. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Timor Tengah Selatan memberikan arahan dan sekailigus membuka kegiatan Sosilisasi SL Tematik Pertanian Organik Tahun 2023. Kepala Dinas menyampaikan adanya potensi dan keterbatasan pelaksanaan penyuluhan di kabupaten Timor Tengah Selatan yaitu : terdapat 32 Kecamatan, 266 Desa dan 12 Kelurahan, 80 orang Penyuluh PNS dan 33 orang PPPK, 3479 kelompok tani dimana adanya ketimpangan jumlah penyuluh dibandingkan jumlah Desa dan jumlah kelompok tani yang membutuhkan peran penyuluh pertanian. Namun demikian, kepala Dinas tetap optimis dan memberikan motivasi kepada penyuluh dan petani yang hadir dalam pertemuan tersebut serta mengharapkan kegiatan pengembangan pertanian organik di Kabupaten Timor Tengah Selatan dapat berkembang dan berhasil dengan baik terutama yang berada di 10 kelompok tani peserta kegiatan sekolah lapang. Kegiatan selanjutnya adalah sosialisasi kegiatan SL yang disampaikan oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. Materi yang dipaparkan adalah berkaitan dengan Latar belakang dan Tujuan kegiatan SL, Ruang lingkup kegiatan SL, Mekanisme pelaksanaan SL, Evaluasi dan pelaporan, Pengawalan dan pendampingan serta menjelaskan aspek administrasi/keuangan. Ditegaskan pada kegiatan rembug tani yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2023, agar peserta rembung dapat merumuskan dan menyepakati hal-hal dalam pelaksanaan kegiatan SL yang berkaitan dengan Waktu pelaksanaan, tempat, peserta SL, materi SL, komoditi, lokasi percontohan; FFD, proposal, pelaporan dan lain-lain. Materi yang dibahas dan didiskusikan serta dipraktekan dalam pembelajaran SL yaitu : Pembuatan dan penerapan Pupuk Organik (padat dan cair); Pembuatan dan penerapan Pupuk Hayati dengan menggunakan mikroorganisme lokal (MoL), Pembuatan dan penerapan Pembenah Tanah Biochar (arang sekam) dengan memanfaatkan sekam padi dan Pembuatan Pestisida Alami. Sosialisasi kegiatan SL tematik pertanian organik di BPP Kuatnana ditutup oleh Camat Kuatnana. =Haedar Aziz, S.Pi= Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT