Loading...

Sosialisasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari

Sosialisasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Lonjakan harga pangan dunia pada awal tahun 2011 sebesar 30 % dapat menyebabkan kebutuhan-kebutuhan pokok lainya juga melonjak. Sementara pendapatan masyarakat kebanyakan berada pada titik yang sama, harga beras, gandum, minyak dan lainya akan terus melonjak. Indonesia adalah salah satu dari 25 negara berkembang yang masuk dalam daftar penambahan angka kemiskinan jika terjadi lonjakan harga bahan pangan. Salah satu solusi dari permasalahan ini adalah dengan membentuk kemandirian pangan di setiap keluarga di Indonesia. Masyarakat pedesaan telah memulai hal ini dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah mereka untuk di tanami berbagai komoditas pangan, namun hal ini masih sangat jarang di lakukan oleh masyarakat urban. Kementerian Pertanian menyusun suatu konsep yang disebut dengan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari yang dibangun dari Rumah Pangan Lestari (RPL) dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BPTP selaku perpanjangan tangan Kementerian Pertanian di daerah mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat secara luas. Salah satunya lokasi berada di Banjar Tunon, Desa Singakerta, Ubud. Sasaran kegiatan ini adalah para Ibu Rumah Tangga (RT), dan hadir pada acara tersebut sekitar 200 orang Ibu RT. Sebagai narasumber Dr. I.B.G Suryawan peneliti BPTP Bali. Suryawan mengatakan, bahwa tujuan pengembangan Model KRPL ini, antara lain adalah pertama; untuk meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan maupun pedesaan dengan budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak dan ikan, pengolahan hasil serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos. Kedua; guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat secara lestari dalam suatu kawasan dan Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri. Dengan membudidayakan tanaman pangan sendiri, kita tidak perlu resah dengan kenaikan harga bahan pokok, karena bahkan beras pun dapat di tanam di pekarangan rumah. Bahkan di Jepang, beras di tanam di basement gedung mall, ujar Suryawan. Selain kemandirian pangan, dengan model RPL ini, masyarakat dapat menghemat pengeluaran. Disisi lain dapat juga memperkenalkan pada generasi penerus, yaitu anak-anak kepada dunia pertanian, agar sejak dini mereka sudah mengenal dan mencintai pertanian sebagai salah satu komponen yang sangat penting dalam kehidupan. (I Gusti Made Widianta, SP )