Loading...

Sosialisasi Pendataan Perkebunan Sawit Rakyat

Sosialisasi Pendataan Perkebunan Sawit Rakyat
Pjs. Bupati Bengkalis membuka secara resmi Kegiatan Sosialisasi Pendataan Perkebunan Sawit Rakyat untuk Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana. Kegiatan pada Tanggal 24 Oktober 2024 tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan, Kabupaten Bengkalis. Acara sosialisasi pendataan perkebunan sawit rakyat terlaksana berkat dana bagi hasil sawit di Kabupaten Bengkalis. Agenda berlangsung di Kantor Camat Bandar Laksamana, Jalan Poros menuju Kotamadya Dumai. Hadir Pejabat Pemerintah, Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian. Kepala UPT Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bukit Batu menghadiri acara sampai selesai. Dalam sambutannya, Pjs. Bupati menyampaikan bahwa perkebunan merupakan salah satu subsektor dari kegiatan pertanian yang berperan penting dan strategis dalam pembangunan nasional. Perkebunan aktif mengungkit kesejahteraan rakyat, meningkatkan sumber devisa negara, serta menyediakan lapangan kerja. Perkebunan juga menjaga fungsi lingkungan hidup secara berkelanjutan. Pendataan perkebunan ingin menyajikan nama pemilik kebun sawit, alamat pekebun, serta titik lokasi kebunnya. Hal terebut agar keberadaan perkebunan sawit teridentifikasi secara komprehensif sesuai data faktual. Data perkebunan sawit digunakan sebagai salah instrumen dalam pengambilan kebijakan perkebunan. Misalnya terkait pemberian bantuan sarana produksi perkebunan berupa pupuk dan bibit sawit. Data juga dipakai dalam mempertimbangkan pembuatan atau perbaikan infrastruktur perkebunan sawit rakyat. Termasuk pembangunan jalan produksi perkebunan dan perluasan kebun sawit. menekankan pentingnya data yang valid untuk mempermudah penerbitan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan (STDB). Titik koordinat letak kebun sawit dapat membantu pengembangan kebun sawit rakyat yang sesuai dengan tata ruang Kabupaten Bengkalis. Kepala Dinas Perkebunan menambahkan bahwa pendataan yang dilakukan bukan hanya sekadar pencatatan angka, tetapi juga sebagai upaya untuk memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi oleh petani sawit. "Dengan data yang akurat, kita bisa merumuskan kebijakan yang lebih tepat dan memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat." Ujarnya. Diungkapkan harapan agar seluruh petani sawit di Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Bandar Laksamana dapat berpartisipasi aktif dalam proses pendataan ini. "Kami ingin memastikan bahwa setiap pekebun terdata dengan baik, sehingga mereka bisa mendapatkan akses terhadap program-program bantuan dari pemerintah. Ini adalah kesempatan untuk memperkuat posisi petani di sektor perkebunan." Tambahnya. Ditekankan bahwa keberhasilan sosialisasi ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, serta dukungan semua pihak dalam mendukung pengembangan perkebunan rakyat di Kabupaten Bengkalis. Sesi narasumber diisi oleh Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Riau, yang membahas pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk pendataan perkebunan. Supriadi menjelaskan bahwa DBH Sawit merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan sektor perkebunan, terutama bagi petani sawit rakyat. "Pengelolaan yang baik akan memastikan dana ini tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat." Katanya. Kepala BPKH Wilayah 19, kemudian menjelaskan mengenai penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan. Fernando menekankan pentingnya pemetaan dan identifikasi lahan. Acara ditutup dengan diskusi interaktif, memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan terkait program yang dilaksanakan. Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan sektor perkebunan di Kabupaten Bengkalis, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap langkah pembangunan.