Pada dasarnya tanaman cabai ada banyak jenisnya, salah satu yang cukup populer adalah cabai rawit atau yang memiliki nama latin ( Capsicum frutescens L ) , dibandingkan dengan cabe merah besar maupun cabe merah keriting memang jenis cabai rawit memiliki level kepedasan yang lebih tinggi. Bukan hal yang mengherankan jika dilihat dari segi harga jualnya cabai rawit relatif lebih mahal dibandingkan dengan cabai lainnya, sehingga tidak heran kecendrungan petani untuk membudidayakan cabai rawit , disisi lain kebutuhan akan cabai rawit cukup tinggi dan selalu meningkat sehingga sering terjadi kelangkaan ketersediaannya termasuk di kabupaten Badung sehingga untuk memenuhi kebutuhan cabai rawit di suplai dari luar wilayah. Sehubungan dengan keadaan diatas Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung terus berupaya mendukung petani untuk mengembangkan tanama cabai, di tahun 2023 akan mengembangkan tanaman cabai seluas 12 ha yang tersebar di lima kecamatan. Untuk mendukung program ini Rabu, 1 Maret 2023 dilaksanakan kegiatan sosialisasi pengembangan tanaman cabai rawit di Subak Kedampang Kelurahan Kerobokan Kelod Kecamatan Kuta Utara. Kabupaten Badung. Hadir dalam kegiatan ini Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung ( Ir. Ni Gusti Ayu Putu Sriwati, M.A.P ) di dampingi oleh Kepala BPP Kuta Utara ( I Nyoman Suasa, S.ST ), Penyuluh Pertanian setempat, Pekaseh Subak Kedampang dan petani pelaksana pengembangan tanaman cabai. Dalam arahannya Ibu Kabid Tanaman pangan dan Hortikultura selaku penanggung jawab kegiatan ini, bahwa bantuan pengembangan tanaman cabai di subak Kedampang bersumber dari APBD Kabupaten Badung tahun 2023, Adapun luasan tanaman cabai yang akan dikembangkan di subak kedampang seluas 0,50 ha hendaknya penanaman cabai dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dapat tumbuh dan berkembang dan menghasilkan secara optimal guna memenuhi kebutuhan cabai dipasaran bagi konsumen pendapatan dan kesejahtraan petani, mendukung ketahanan pangan nasional, menanggulangi inplasi akibat tingginya harga cabai dipasaran. pelaksanaan kegiatan ini akan di mulai bulan Mei/Juni 2023. Untuk suksesnya pelaksanaan kegiatan ini petani akan dibantu dengan sarana produksi seperti : Benih Cabai, pupuk organik, pupuk NPK, pupuk ZA, Mulsa hitam perak , Kapur Pertanian/Dolumit, Fungisida, Insektisida , dan tricoderma. Dalam Kesempatan yang sama Kepala BPP Kuta Utara memohon mengajak petani pelaksana hendaknya melaksanakan budidaya dengan baik mengingat tanaman cabai termasuk tanaman yang membutuhkan perawatan yang sungguh-sungguh relatip berbeda dengan tanaman padi sawah, dan kami dari BPP dan Penyuluh akan selalu siap mengawal dan mendampingi petani dilapangan. Tak lupa pula menyampaikan ucapkan terimakasih kepada Ibu Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura dimana Petani di Kuta Utara mendapat kesempatan dan selalu dilibatkan dalam kegiatan pengembangan tanaman cabai walaupun volumenya relatip kecil. Harapan kita kedepannya walaupun kecamatan kuta utara termasuk daerah/Zona pariwisata namun pertanian kita harus tetap eksis guna mendukung ketahanan pangan nasional I Nyoman Suasa, S.ST Kepala/Koordinator BPP Kuta Utara