Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Sosialisasi Permentan No. 03/Permentan/OT-140/I/2011 Tidak dapat dipungkiri bahwa sektor pertanian masih merupakan sektor yang sangat strategis dalam pembangunan nasional yang konstribusinya dalam penyediaan pangan, bahan baku industri, penyediaan lapangan kerja, peningkatan Produk Domestik bruto (PDB) sebagai sumber devisa Negara dan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani bergantung pada sektor pertanian. Maka melalui Renstra Kementan Tahun 2010 “ 2014 telah menetapkan 4 target utama yang akan dicapai dalam pembangunan pertanian antara lain : Pencapaian swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan, peningkatan deversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan eksport serta peningkatan kesejahteraan petani. Guna mewujudkan ke 4 target utama tersebut diatas sangat diperlukan peningkatan kompetensi pelaku utama dan pelaku usaha pertanian, khususnya petani. Salah satu upanya peningkatan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan, oleh karena penyuluhan adalah merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama agar mereka mau dan mampu merubah sikap dan perilaku agar menjadi petani yang mandiri dengan mengorganisasikan diri dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya. Dalam upaya tersebut diatas, Kementan telah berupaya melakukan Rekrutmen tenaga penyuluh THL “ TBPP untuk ditempatkan di seluruh pelosok tanah air sejak Tahun 2007 sampai dengan 2009 sebanyak 26.000 orang dan Kota Palopo mendapatkan alokasi THL “ TBPP sebanyak 8 orang yang kesemuanya mempunyai kinerja sangat memuaskan, oleh karena setiap kegiatan yang dilakukan petani THL tersebut tidak ketinggalan. Melalui sosialisasi yang dilaksanakan oleh Tim Teknis Provinsi tentang Permentan No. 03 / Permentan/ OT-140/I /2011 yang merupakan pedoman dalam pembinaan Tenaga THL-TBPP yang telah ada disetiap Wilayah Kabupaten / Kota, maka perlu ditindak lanjuti secara terus menerus dalam rangka memacu peningkatan kinerjnyadan perlu didukung dengan biaya opersional bagi THL “ TBPP terutama honor yang tiap bulan diterima tidak terlambat. KABID.SDMPPENYULUHANBKP3KOTAPALOPO. . Terima kasih.