Loading...

STANDAR BUDIDAYA LADA

STANDAR BUDIDAYA LADA
Lada mempunyai beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satunya yaitu penghangat tubuh, sehingga tidak heran jika bangsa Eropa yang mayoritas negaranya bersuhu dingin datang ke Asia untuk mencari lada. Selain itu,beberapa Manfaat lainnya dari lada adalah sebagai penurun resiko kanker, menjaga kesehatan kulit, pencernaan, pernafasan, dan masih banyak manfaat lainnya. Tanah: Meskipun tergolong tanaman yang tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan, namun ada beberapa jenis tanah yang memiliki kandungan zat hara cukup baik untuk tanaman ini. Tanah seperti Oxisol, Vertisol, Andisol dan tanah liat passairn (dy clay) sangat cocok untuk tanaman lada. Ketinggian: Ketinggian lahan yang ideal untuk jenis tanaman lada adalah 0-500 mdpl. Jika lokasi lahan lebih tinggi, maka hasilnya tidak optimal. Iklim: Lada akan tumbuh dengan baik dalam kondisi kelembaban antara 200-300 C dan curah hujan antara 2000-3000 mm per tahun Pemilihan Bibit: Meskipun bukan sebagai jaminan karena tergantung pada tahapan yang lain, namun pemilihan bibit yang unggul dan berkualitas tentu dapat berkontribusi dalam menghasilkan lada yang berkualitas. Beberapa ciri bibit yang berkualitas antara lain pertumbuhan bibit yang seragam satu dengan yang lain, tahan saat dilakukan pemindahan, serta pertumbuhan dirasakan baik dan relatif cepat Pengelolaan Lahan: Penyediaan lahan memang bergantung pada banyak sedikitnya tanaman budidaya yang akan ditanam. Polybag tepat digunakan jika Anda memiliki lahan yang terbatas. Namun, jika tersedia lahan yang cukup. Langkah-langkah dalam pengolahan lahan: Persiapannya: pembersihan lahan dari tanaman gulma seperti rumput dan lainnya. Cangkul tanah sedalam kurang lebih 40 cm Tambahkan pupuk kandang untuk memperkaya zat hara dalam tanah (biarkan selama 7 hari). Pembuatan bedengan dengan lebar kurang lebih 140 cm dan tinggi 50 cm. Panjang bedengan sesuaikan dengan lahan dan jangan lupa buat saluran irigasi untuk jalur pengairan. Penanaman: Penanaman dilakukan pada saat bibit sudah cukup umur dan layak tanam. Kondisi ini harus dipastikan agar resiko tanaman mati dapat diminimalkan. Ambil bibit lada dalam polybag, sobek polybag, dan keluarkan untuk dimasukkan ke dalam lubang yang sebelumnya sudah disiapkan. Tutup kembali lubang dengan tanah yang sudah dicampur dengan kompos. Pemeliharaan: Langkah selanjutnya yang paling menentukan dalam proses budidaya lada adalah perawatan yang baik dan konsisten. Ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan dalam kegiatan perawatan yakni: Pembuatan Sulur; Siapkan bambu sebagai sulur (media rambat) bagi tanaman lada. Penyiangan; Bersihkan tanaman dari tanaman gulma seperti rumput yang biasanya mulai muncul pada 2 minggu setelah awal penanaman Pemupukan; Lakukan pemupukan untuk menambah nutrisi tanaman yang dibutuhkan untuk berfotosintesis. Terlebih, jika sudah mulai berbuah, maka kebutuhan akan unsur hara semakin meningkat. Panen: Tahapan terakhir yang paling ditunggu oleh petani atau pembudidaya tentunya adalah panen lada. Dalam tahapan ini Anda bisa menilai apakah rangkaian proses yang sebelumnya dilakukan berjalan efektif atau tidak. Pastikan lada sudah siap panen,ditandai warnanya hijau. Petik secara selektif dan sesering mungkin agar hasil panen seragam, tidak tercampur antara yang muda (belum matang) dengan yang tua (terlalu tua). Buah lada yang jatuh ke tanah harus segera diambil dan pisahkan dengan yang lain karena membutuhkan pemrosesan yang berbeda. Pastikan sarana yang digunakan untuk pemanenan bersih dan higienis agar kualitas lada terjaga. Penulis: Akhmad Ansyor, SP, M.Sc Sumber Gambar: Koleksi Akhmad Ansyor, SP, M.Sc Sumber Bacaan: Balitro dan Puslitbangbun