PENDAHULUAN Pekarangan rumah tidak selalu harus ditanami tanaman hias atau tanaman buah. Tanaman sayur pun bisa ditanam di pekarangan. Bahkan, dengan penataan yang rapi akan membuat pekarangan tampil asri. Dengan kehadiran tanaman sayur di pekarangan, pemilik rumah tidak hanya menikmati keasrian dan hijaunya pekarangan, tetapi dapat memetik hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diluncurkan Kementerian Pertanian sejak tahun 2011, Ibu rumah tangga dapat beraktivitas mengelola pekarangannya dengan aneka sayuran, terutama sayuran yang sehari-hari di konsumsi. Adapun tujuan program ini adalah meningkatkan pangan dan gizi keluarga. Konsep menanam sayuran selain ditanam langsung di lahan tanah yang tersedia, ada pula yang menanam tanaman sayur di media, seperti pot atau polibag. Bahkan, sudah banyak yang dijumpai memanfaatkan wadah bekas seperti, bekas kaleng cat, ember bocor, atau wadah lain yang bisa dialih fungsikan sebagai pot. TAHAPAN BUDI DAYA SAYURAN 1. Pembibitan Tahap pertama yang perlu diperhatikan adalah proses pembibitan atau memilih bibit yang tepat untuk dibudidayakan. ... Pengolahan Tanah atau Persiapan Media Tanam. Penanaman. ... Pemeliharaan. ... Pemanenan. ... Pasca Panen. PEMBIBITAN Sayuran berkembang biak dengan: Biji (disemai/langsung di tanam), Stek, Umbi, bagian tanaman lain Jenis tanaman yang harus disemai : selada, sawi, terong, cabai, dll Jenis tanaman yang dapat di tanam langsung : kangkung, bayam, kacang panjang, pare dll Penyemaian dilakukan dengan tujuan : Membantu tanaman muda yang masih lemah agar lebih mudah dirawat Menghindari sinar matahari terik, hujan lebat, kekurangan air, dsb. Cara Persemaian: Siapkan tempat persemaian; dapat berupa kotak kayu/besek Media semai adalah campuran tanah dan kompos yang telah dihaluskan (1:1) Isi kan media semai (bila kurang gembur bisa dicampur dengan sekam / pasir) ke tempat persemaian Sebelum benih disebar/di tanam, rendam dalam air hangat selama ± 0,5 jam. Benih diangkat, kemudian dikering anginkan Benih ditanam disebar diatas persemaian, Tutup kembali dengan media semai (tipis), kemudian ditutup dengan daun pisang/kertas koran selama 2-3 hari. Setelah 7-10 hari, bibit dipindahkan ke bumbunan yg terbuat dari daun pisang atau plastik. Syarat Bibit yang Baik: Pertumbuhan bibit tegar dan kuat; Perakarannya bagus dan menyebar; Batang tidak meninggi dan kurus; Tidak gampang rebah atau berbatang lunak; bebas hama dan penyakit Media Tanam : Campuran tanah lapisan atas (top soil) dan pupuk kandang/kompos (1:1) Campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang/kompos (1:1:1) PENANAMAN Siapkan bibit, wadah dan media tanam; isi wadah dengan media sebanyak ¾ bagian wadah; Tanam bibit sayuran; penuhi wadah dengan media tanam. PEMELIHARAAN Penyiraman tanaman : Sesuai dengan kebutuhan, cukup air tapi tidak tergenang, 1-2 kali sehari/2 hari sekali (sesuai komoditas dan fase pertumbuhan). Pemupukan Untuk Sayuran Organik Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos, baik berbentuk curah maupun granul. Pemberian pupuk dilakukan pada saat pembuatan media tanam dengan menambah volume pupuk kompos atau pupuk kandang lebih banyak dalam media tanam, misalnya 2 atau 3 bagian dibandingkan tanah dan sekam. pupuk susulan dapat berupa pupuk organik cair yang telah tersedia di toko-toko sarana pertanian atau dengan cara membuat sendiri. Intensitas pemberian pupuk organik biasanya dilakukan 3-7 hari sekali dengan cara melarutkan 10-100 ml pupuk dalam 1 liter air dan disiramkan secara merata pada media tanam. Pada sayuran buah, selain pemberian pupuk organik cair juga dapat dilakukan pemberian pupuk susulan berupa pupuk kandang atau pupuk kompos setiap 30 hari sekali sebanyak 50-100 g atau 2-3 genggam pupuk per tanaman. Untuk Sayuran Non Organik Jenis pupuk yang digunakan : pupuk kimia seperti pupuk majemuk NPK; campuran pupuk tunggal Urea, TSP, dan KCL masing-masing satu bagian; atau pupuk pelengkap cair. Cara pemupukan, dengan menaburkan pupuk sebanyak 1/2 - 1 sendok teh disekitar permukaan tanaman. Setelah pupuk ditaburkan, maka harus segera dilakukan penyiraman tanaman untuk menghindari efek negatif pupuk kimia terhadap tanaman. Pemberian pupuk susulan dapat dilakukan dengan cara melarutkan 1 sendok pupuk NPK atau campuran pupuk urea, TSP, dan KCL ke dalam 10 liter air, lalu siramkan secara merata pada media tanam. Perlakuan ini dapat dilakukan setiap 3 atau 7 hari sekali. Hama Pada Tanaman Sayuran Thrip, Kutu daun, Tungau, Ulat grayak, Ulat buah, Lalat buah, Kutu kebul. Penyakit pada tanaman sayuran Cendawan/Jamur : busuk, layu buah; Bakteri (pada daun berwarna coklat; pada buah menyerupai kutil dan retak); Virus ( pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, daun hijau muda atau tua, ukuran daun lebih kecil, daun menggulung, tanaman tidak menghasilkan buah) Pengendalian Sayuran Organik Serangan hama : dilakukan secara fisik dengan cara membunuh atau membuang hama yang terdapat pada tanaman dan media tanam atau dapat juga secara kimiawi dengan insektisida nabati. Apabila memungkinkan, pestisida nabati dapat dibuat sendiri dengan menggunakan sumberdaya yang terdapat di dapur dan pekarangan. Serangan penyakit; dilakukan dengan memberikan agensia hayati. Apabila tidak tersedia agensia hayati, dapat dilakukan dengan cara memusnakan tanaman terserang sehingga tidak menulari tanaman lainnya. Untuk penyakit virus yang penyebarannya diperantarai serangga, diantaranya kutu pucuk atau kutu daun, maka pengendalian dapat dilakukan dengan cara menghalangi serangga vektor melalui aplikasi pestisida nabati. Sayuran Non Organik Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan menggunakan pestisida kimia (insektisida dan fungisida) sesuai cara dan dosis anjuran. PANEN DAN PASCAPANEN Sayuran Daun (Caisin, bayam, kangkung, selada, dll) Pada umumnya panen dapat dilakukan pada umur 30-50 hari setelah tanam, dengan cara mencabut atau memaotong pangkal batangnya. Tanaman yang baru dipanen ditempatkan di tempat yang teduh, dijaga agar tidak cepat layu dengan cara diperciki air. Sayuran Buah ( Cabai, tomat, terung, dll) Panen mulai dapat dilakukan berkisar antara 2-4 bulan Panen dapat dilakukan beberapa kali, 10-15 kali (tergantung pemeliharaan) dengan selang waktu 3-7 hari Sebelum pemanenan buah bagus, buah yang busuk dibuang Penyusun : Nasriati Sumber : Panduan Budidaya Tanaman Sayuran, IPB.