Loading...

Standar Budidaya Sirsak

Standar Budidaya Sirsak
Bibit sirsak atau tanaman sirsak sebetulnya bisa tumbuh di dataran mana saja namun lebih baik jika ditanam di tempat yang lembab, biasanya ada di ketinggian 1000 mdpl. Jika menanam bibit sirsak di dataran rendah, sirsak masih bisa tumbuh dengan baik asalkan kita perhatikan kelembaban tanahnya. Kadar keasaman tanah terbaik untuk budidaya pohon sirsak yaitu ber pH 6-7. Tapi bukan wajib ya, jadi jangan khawatir karena pohon sirsak bisa ditanam di semua jenis tanah. Memilih Bibit Sirsak Setelah kita mengetahui perkenalan singkat tentang sifat tanaman sirsak maka langkah selanjutnya adalah memilih bibit yang akan digunakan budidaya. Bibit sirsak umumnya dapat diperoleh dengan persemaian biji, cangkok dan okulasi. Bibit sirsak yang berasal dari persemaian biji jika dibudidayakan, pohon sirsaknya bisa mencapai tinggi 10 meter, berbuahnya usia 5-6 tahun. Sedangkan bibit yang berasal dari metode cangkok dan okulasi bisa berbuah lebih singkat yakni 2-3 tahunan dan tingginya hanya 4 meteran. Menyiapkan bibit sirsak berkualitas menghabiskan proses, tenaga dan waktu yang cukup lama, kami menyarankan lebih baik untuk memesan atau membeli bibit sirsak saja, sehingga kita bisa fokus mengerjakan hal lain yang tak kalah penting. Menyiapkan Lahan Budidaya Hal selanjutnya yang mesti kita siapkan adalah lahan budidaya. Langkah-langkah menyiapkannya adalah sebagai berikut: Bersihkan rumput sekitar lahan Bersihkan batu-batuan yang menganggu Rapikan sisa tanaman, jika perlu komposkan saja Bajak tanah hingga gembur Buat lubang dengan ukuran kurang lebih 50cmx50cmx50cm Masuk dan campur pupuk kandang/kompos ke dalam lubang sekitar 10-15kg. Biarkan kurang lebih 2-4 minggu, agar pupuk meresap ke lubang tanah Proses Menanam Bibit Sirsak di Lahan Bibit usia 2-3 bulan sudah dapat kita tanam dilahan yang telah disiapkan, keluarkan bibit dari polybag dengan hati-hati, masukkan bibit ke lubang lalu timbun dengan tanah bekas galian, padatkan dan siram. Perhatikan kalender musim, penanaman terbaik sebetulnya dilakukan tepat sebelum datang musim hujan, sehingga kita tidak akan repot menyiram pohon sirsaknya. Pemeliharaan Tanaman Proses yang paling membutuhkan kesabaran dan konsistensi adalah saat pemeliharaan, sukses dan tidaknya budidaya pohon sirsak tergantung ketika prosesnya ini. Cara pemeliharaan tanaman sirsak yang dapat dilakukan antara lain: Penyiraman tanaman; Lakukan pengairan atau penyiraman cukup 2 kali sehari jika kita menanam bibit sirsak ketika musim kemarau. Pemupukan tanaman; Kita bisa melakukan pemupukan kurang lebih 4 bulan sekali, kami menyarankan menggunakan pupuk kompos atau kandang sekitar 1 kg, taburkan pupuk di area sekitar pohon sirsak, 30 cm dari batang pohon. kemudian siram dengan air. Pemangkasan pohon; Agar pohon sirsak bentuknya bagus dan sehat maka lakukanlah pemotongan tunas dan cabang yang tumbuh tak beraturan. Penyiangan Sekitar Pohon; Rumput, gulma dan tanaman penganggu bakal selalu tumbuh di area sekitar pohon sirsak. Cabut dan bersihkan agar nutrisi pada tanah tidak terebut oleh tanaman penganggu tersebut. Hama dan Penyakit; Hama pada tanaman sirsak yang biasanya menyerang adalah kutu sisik dan cendawan, bersihkan menggunakan pestisida organik namun jika tidak ada gunakan pestisida kimia dengan bijak. Panen buah sirsak; Masa panen adalah masa yang paling ditunggu, pasalnya kerja keras dan kesabaran sudah berbuah manis. Penulis: Akhmad Ansyor, SP, M.Sc Sumber Bacaan: Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian