Loading...

STANDAR BUDIDAYA TANAMAN BAWANG PUTIH RAMAH LINGKUNGAN

STANDAR BUDIDAYA TANAMAN BAWANG PUTIH RAMAH LINGKUNGAN
Bawang putih (Allium sativum L) merupakan jenis sayuran yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan memiliki berbagai manfaat, tetapi untuk meningkatkan produktivitas dengan cara meminimumkan penggunaan pestisida kimia, maka diperlukan standar budidaya bawang putih yang ramah lingkungan. Bibit Sehat dan Optimal Dalam budidaya bawang putih, bibit merupakan komponen tahapan budidaya memegang peranan sangat penting karena sangat menentukan keberhasilan produksi dan produktivitasnya. Kriteria bibit bawang putih yang baik antara lain : a. Bebas hama dan penyakit,diketahui sumber bibit berasal dari pertanaman yang sehat atau dari lokasi yang belum banyak terinfeksi oleh hama dan penyakit. b. Kemurnian varietasnya terjamin,adanya label sertifikasi atau bisa diketahui kemurnian /keragamannya dari keragaan pertanaman sebelumnya. c. Sudah tua dan bermutu, ditandai dengan ukuran umbi yang sedang-besar, pangkal batang berisi dan keras, siung bernas dan besar minimal berukuran 1,5-3,0 gram. d. Untuk melindungi bibit dari kemungkinan infeksi hama dan penyakit serta guna membantu menyeragamkan daya tumbuh bibit,maka sebaiknya diberi perlakuan benih sebelum tanam dan dapat menggunakan Agensia Hayati PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Penyiapan Lahan a. pH tanah 5,5-7,0 dan apabila kurang perlu dilakukan aplikasi dengan kapur pertanian (dolomit) sebanyak 0,5-1,0 ton/ha. b. Kapur pertanian sebaiknya diaplikasikan bersamaan dengan pengolahan tanah ke-1 atau paling lambat pada saat pembuatan bedengan. Aplikasi kapur sebaiknya paling lambat dilakukan seminggu sebelum tanam. Selain kapur, pemberian pupuk kandang sebaiknya juga dilakukan bersamaan denga pengolahan tanah ke-1 atau paling lambat pada saat pembuatan bedengan. c. Setelah bedengan siap,aplikasikan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dengan dosis 10 cc/liter, banyaknya air dan PGPR sesuaikan kebutuhan. Aplikasikan secara merata di atas permukaan tanah sampai basah pada waktu sore hari. Tanam dan Pengaturan Jarak Tanam Cara tanam dan jarak tanam bawang putih sangat menentukan tingkat produksi maupun kualitas umbi yang akan dihasilkan. Penanaman umbi bawang putih pada jarak tanam rapat akan menghasilkan umbi yang ukurannya relatif kecil, sedangkan pada jarak tanam yang lebih renggang cenderung akan menghasilkan umbi bawang putih yang berukuran lebih besar. Jarak tanam yang direkomendasikan adalah : Bobot siung bibit > 1,5 gram, ditanam dengan jarak 15 x 20 cm Bobot siung bibit < 1,5 gram, ditanam dengan jarak 10 x 15 cm atau 15 x 15 cm. Ukuran siung bibit bawang putih penting untuk dipertimbangkan dalam perencanaan kebutuhan bibit yang harus disiapkan. Ukuran siung bibit sekitar 3 gram/siung diperlukan ± 1.600 kg/ha, sedangkan untuk ukuran siung bibit sekitar 1 gram / siung diperlukan ± 670 kg/ha. Pemupukan Pemupukan bawang putih diberikan dalam 2 jenis yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. A. Pupuk Organik Sumber pupuk organik yang bisa dipergunakan untuk pemupukan bawang putih : 1. Pupuk kandang ternak ruminansia (sapi,kambing,domba),memiliki kelebihan memperbaiki struktur tanah (kaya kandungan serat dan karbon) 2. Pupuk kandang kotoran ayam, memiliki kelebihan : a. kandungan unsur N yang lebih tinggi b. tingkat kematangannya kandungan Ph pupuk cenderung agak masam c. kandungan unsur mikro besi (Fe) relatif tinggi Aplikasi pupuk organik - Pupuk organik sebaiknya yang sudah matang atau yang sudah dikomposkan - Campurkan pupuk organik yang sudah dikomposkan dengan Tricoderma Sp padat - Berikan pupuk organik dengan dosis ± 10-20 ton/ha pada tanah sebelum tanam atau bersamaan dengan pengolahan tanah B. Pupuk Anorganik Pemupukan dengan menggunakan pupuk anorganik N, P, K, S yang direkomendasikan menggunakan takaran 200 kg N/ha, 180 kg P2O5/ha, 60 kg K2O/ha dan 142 kg S/ha. Takaran dan waktu aplikasi di lapangan sebagai berikut : Pada umur 0 hari diberikan SP 36 200 kg/ha Pada umur 20-25 hari diberikan Phonska 300 kg/ha Pada umur 35-40 hari diberikan Phonska 100 kg/ha, Urea 75 kg/ha, dan ZA 200 kg/ha Pada umur 50-55 hari diberikan Urea 100 kg/ha dan ZA 100 kg/ha. Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi pada tanaman bawang putih dianjurkan menggunakan pupuk pelengkap yaitu pupuk organik cair (POC) dan atau pupuk pelengkap cair (PPC). Aplikasi pupuk organik cair dan atau pupuk pelengkap dapat diberikan dengan takaran 10 tutup botol setiap 14 liter/tangki dan disemprotkan di tanaman maupun di atas permukaan bedengan yang tidak ditutup mulsa plastik. Aplikasi POC/PPC sebaiknya dilakukan pada umur 10, 17, 24, 31, 38 hari setelah tanam. Adapun beberapa alternatif POC /PPC yang bisa dipergunakan sebaiknya yang tersedia di lokasi setempat. PENGAIRAN DAN PENYIANGAN Pengairan biasanya hanya dilakukan pada musim kemarau dengan tujuan untuk menjaga kelembaban tanah sehingga tidak mengganggu penyerapan unsur hara oleh tanaman. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma di sekitar areal pertanaman. PENGELOLAAN OPT OPT utama yang sering menyerang tanaman bawang putih, antara lain thrips tabaci yang dapat menimbulkan kerusakan sebesar 80%, Spodoptera exigua, Fusarium sp., Alternaria porii dan Onion Yellow Dwarf Virus (OYDV). Pengendalian pertama dilakukan dengan sistem pengendalian hama terpadu (PHT),yaitu dengan menggunakan benih sehat, musuh alami, pengendalian secara kultur teknis, penggunakan perangkap, sanitasi, dan penggunaan pestisida berdasarkan ambang pengendalian. Pengendalian dengan pestisida sistemik harus dilakukan dengan benar, tepat dalam hal pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu aplikasinya. Secara prosedur operasional, urutan pengendalian OPT berdasarkan konsep PHT adalah sebagai berikut : Lakukan pengamatan dan indentifikasi terhadap OPT di lahan secara berkala Tentukan beberapa alternatif jenis tindakan yang perlu segera dilakukan sesuai dengan kondisi serangan dan jenis OPT Pergunakan agensia hayati untuk langkah pengendalian dini. Pengendalian OPT secara kimiawi dilakukan apabila serangan mencapai ambang pengendalian, sesuai dengan kondisi serangan OPT dan fase/stadia tanaman serta teknik yang dianjurkan. Penggunaan Agensia hayati Bertujuan untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia. Agensia hayati yang digunakan dalam budidaya bawang putih ramah lingkungan antara lain Trichoderma spp., Beauveria bassiana, dan PGPR (Plant Grown Promoting Rhizobacteria). PANEN Bawang putih yang akan dipanen harus mencapai cukup umur tergantung pada varietas yang ditanam, lokasi penanaman dan tujuan produksi untuk konsumsi atau benih. Umur panen berkisar antara 100-120 hari Ciri utama bawang putih yang telah siap panen antara lain terjadinya perubahan warna pada daun dari hijau menjadi kuning (kuning sehat, bukan kuning bercak) dengan tingkat kelayuan 35-60% atau kering dan tangkai, batang telah mengeras. Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman dengan tangan pada saat cuaca cerah. Umbi dibersihkan sekaligus dilakukan pemilihan (grading) untuk mengelompokkan berdasarkan kualitasnya. Umbi hasil panen diikat setiap 20-30 rumput/ikat dan dijemur selama 15 hari sampai batangnya kering. PASCA PANEN Kegiatan pasca panen yang paling penting dengan tujuan konsumsi maupun benih adalah pengeringan umbi. Pengeringan umbi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Dijemur di bawah sinar matahari, dan sebaiknya umbi ditutup dengan menggunakan daunnya untuk menghindari umbi bawang putih yang terkena sinar matahari langsung. Selesai dijemur sinar matahari, selanjutnya dikering anginkan dengan menggunakan rak berlapis atau dengan cara digantung di tempat yang teduh, baik di kebun atau di rumah. Pengasapan, yaitu dengan cara menempatkan bawang putih di atas para-para yang berada di dapur. Panas dan asap berasal dari air yang sengaja dimasak. Para-para juga dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan. Penyimpanan di gudang, apabila umbi akan digunakan untuk tujuan bibit, maka sebaiknya dilakukan fumigasi menggunakan tablet 55% Phostoxin guna membantu memperpanjang umur bibit bawang putih sampai 8 bulan. Penulis : Ely Novrianty Sumber : Berbagai sumber