Loading...

Standar Budidaya Vanili di Pekarangan

Standar Budidaya Vanili di Pekarangan
Indonesia adalah negara produsen vanili terbesar kedua setelah Madagaskar pada tahun 2023. Komoditas vanili mempunyai peluang besar untuk dibudidayakan dan dipasarkan di pasar dunia karena sangat diminati di berbagai industri. Indonesia merupakan salah satu negara potensial untuk mengembangkan budidaya vanili karena tanaman ini dapat hidup pada iklim tropis. Proses budidaya vanili membutuhkan waktu yang panjang dan rumit. Namun ternyata tanaman jenis ini dapat dibudidayakan di halaman rumah melalui tata cara budidaya yang benar. BUDIDAYA VANILI PERKARANGAN Iklim yang cocok untuk pertumbuhan vanili adalah kawasan yang mempunyai curah hujan 1.000 – 2.000 mm/tahun. Dengan pembagian rata berkisar 8 – 9 bulan basah yang diikuti dengan 3 – 4 bulan kering. Membutuhkan suhu udara sebesar 20 – 30 derajat celcius dengan kelembaban udara 65 – 75% dan intensitas radiasi matahari yang diperlukan sebanyak 30% – 50%. Persiapan lahan merupakan salah satu langkah awal yang penting dalam budidaya vanili. Lahan harus gembur, subur dan mempunyai unsur hara yang melimpah. Lahan yang dipilih harus jauh dari tanaman lain agar tidak kalah bersaing dalam penyerapan unsur hara. Untuk melakukan penanaman di halaman rumah maka kelembaban dan tekstur tanah harus diperhatikan. Pastikan tanah di lahan tersebut juga lembab dan gembur. Apabila lahan mempunyai tekstur yang kering, maka dapat diatasi dengan penggemburan dan pemupukkan. Pupuk yang digunakan sebaiknya merupakan pupuk kompos atau pupuk kandang yang ramah lingkungan. Hal tersebut dilakukan agar pupuk tidak dapat mengubah kondisi tekstur tanah. Posisi lahan sebaiknya mempunyai pencahayaan matahari yang cukup namun tidak begitu panas. Persiapan Benih Penyiapan benih tanaman vanili dapat berupa persemaian biji vanili dan pengadaan bahan tanaman (setek). Namun penyiapan benih dari biji akan membutuhkan proses yang lebih lama dibandingkan dengan setek. Biji vanili dapat dibeli melalui penjual tanaman yang terpercaya yang mempunyai reputasi baik. Biji yang dipilih sebaiknya berasal dari pohon vanili yang produktif dan sehat. Benih tanaman vanili harus berusia minimal 3 tahun agar tidak melewati proses penanaman dari bibit yang sudah berusia terlampau lama. Biji vanili sebaiknya dipilih yang sudah tua dan harus dijemur terlebih dahulu sebelum ditanam. Penyiapan benih dari setek harus berasal dari tanaman vanili yang tidak rusak ataupun cacat. Ciri setek vanili yang berkualitas ditandai dengan panjang setek yang mencapai 30 cm hingga 40 cm. Setek dapat diperoleh dari toko tanaman ataupun diambil dari pohonnya langsung. Setek vanili yang diambil dari pohonnya secara langsung harus dari induk pohon yang mepunyai ketinggian mencapai sekitar 2 – 3 meter dan mempunyai batang yang tua. Pengambilan setek dapat dilakukan pada awal musim hujan dengan memotong sulur sekitar 1 meter dari permukaan tanah. Sebelum ditanam, setek harus dibersihkan dan direndam ke dalam air selama 10 hingga 15 menit. Kemudian setek yang sudah direndam dapat dibersihkan dengan kain atau tisu hingga kering. Setelah itu ujung setek tanaman vanili dapat direndam kembali selama 5 hingga 7 hari. Air rendeman setek dapat dimasukkan pupuk cair agar mempercepat proses persiapan. Persiapan benih setek yang berhasil ditandai dengan munculnya tunas-tunas daun kecil di bagian bawah setek yang terendam. Perlu diperhatikan bahwa terdapat dua varietas benih unggul untuk tanaman vanili yakni varietas Vania 1 dan varietas Vania 2. Masing-masing varietas ini sudah mendapatkan legalitas dari Kementerian Pertanian pada tanggal 8 Oktober 2008. Penanaman Sebelum melakukan penanaman, sebaiknya keadaan lahan diperhatikan kembali. Pastikan lahan sudah dalam kondisi yang cocok untuk ditanamkan benih vanili dan dapat diberikan pupuk terlebih dahulu. Menanam vanili di halaman rumah dapat menggunakan pot sebagai media tanamnya. Untuk menanam vanili dari biji maka langkah awal yang dilakukan adalah memasukkan biji ke dalam lubang tanam menggunakan polybag. Kemudian diberikan pupuk kandang dan disarankan untuk melakukan penanaman pada bulan Oktober hingga November. Penanaman benih dianjurkan untuk ditanam setelah tanaman pelindung tumbuh sebagai panjatan vanili dan dilanjutkan dengan menanam sulur vanili. Sedangkan untuk menanam vanili dari setek maka diperlukan bibit setek yang sudah mempunyai tunas-tunas daun. Penanaman setek vanili dilahan dapat diawali dengan membuat saluran air pembuangan dan guludan untuk mencegah tanaman vanili tergenang saat hujan. Kemudian membuat lubang tanam di tempat guludan dengan ukuran 60x60x40 cm dengan jarak 1,5 x 1,25 m. Tanam setek di lubang tersebut dan tutup dengan tanah yang padat agar setek dapat berdiri dengan kokoh. Taro tancapan kayu di dekat setek untuk dijadikan sebagai penyangga. Kemudian ikat tiang kayu tersebut dengan setek menggunakan tali rafia. Ketika bibit sudah berkembang maka tanaman vanili harus diarahkan pertumbuhanya agar merambat secara horizontal. Kemudian untuk menanam setek di dalam pot maka dibutuhkan pot yang berukuran besar. Tanah dalam pot tersebut harus dicampurkan pupuk kandung dan sekam dengan perbandingan 2:1:1. Lalu buat lubang tanaman dengan ukuran yang pas dengan setek. Tanam setek tersebut di dalam lubang dan tutup dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk. Tancapkan penyangga dengan kayu atau besi di dekat setek agar pertumbuhan tanaman vanili dapat merambat secara horizontal. Panen dan Pascapanen Periode panen buah vanili dapat dipanen setelah berumur 8 – 9 bulan setelah penyerbukan. Untuk memanen buah vanili yang bermutu maka periode panen sebaiknya dilakukan secara bertahap yakni petik pilih. Apabila buah vanili belum dapat dipanen maka pemetikannya akan ditunda untuk memudahkan proses pemisahan. Buah vanili yang sudah dapat dipanen ditandai dengan buahnya yang sudah berwarna hijau memudar dan ujung polong yang menguning namun belum pecah. Vanili yang dipanen dengan umur yang pas akan menghasilkan vanili kering yang berdaging, mengkilat, lentur, berwarna cokelat kehitaman, dan beraroma vanila yang khas dan tajam menunjukkan bahwa kadar vanila tersebut sudah tinggi. Panen buah vanili sebaiknya dipetik saat buah sudah benar-benar matang karena akan mempengaruhi hasil panen. Apabila belum masak maka buah akan menjadi layu dan aroma vanilanya akan berkurang. Ketika buah vanili yang dipanen sudah terlalu tua akan menyebabkan berkurangnya kualitas dan harga panen akan turun Pemetikkan buah vanili harus berhati-hati dengan menggunakan gunting. Hal ini dilakukan agar buah vanili tidak rusak dan menurunkan kualitas buahnya. Panen vanili dalam satu tandan akan berlangsung sekitar 2 – 3 bulan. Untuk pasca panen buah vanili akan membutuhkan tiga tahap yakni pelayuan, pemeraman, pengeringan dan penyimpanan. Polong vanili yang sudah dipanen akan disortir dan dicuci. Lalu melewati tahap pelayuan untuk menghentikan pertumbuhan vegetatif dan menciptakan pembentukkan enzim yang membentuk vanilin. Proses pelayuan akan menggunakan cara perendaman ke dalam air dengan suhu yang panas. Polong vanili akan dicelupkan ke dalam air dengan suhu 63 – 65 derajat celcius selama kurang lebi 2 – 5 menit. Setelah itu polong vanili akan melewati proses pemeraman dengan cara ditiriskan dan dilakukan pemeraman di suhui 38 – 40 derajat celcius selama 24 jam. Tahapan ini dilakukan untuk mendorong reaksi enzimatis pada polong sehingga membentuk vanilin dan berubah warna kecoklatan dan berminyak. Tahapan selanjutnya adalah polong vanili dikeringkan dengan cara dijemur ataupun dibantu alat pengering khusus. Polong akan disusun pada rak dan disimpan dalam ruangan selama 30 – 45 hari hingga kadar air dalam polong mencapai 30 – 35%. Proses pengeringan dilakukan untuk meningkatkan aroma vanilin. Setelah dikeringkan polong vanili siap untuk disimpan. Penyimpanan akan dibagi menjadi 50 – 100 polong perikat lalu dibungkus menggunakan kertas paraffin atau minyak kertas dan dimasukkan ke dalam peti berlapis kertas minyak. Penyimpanan polong vanili akan membutuhkan waktu selama 2 – 3 bulan. Penulis: Akhmad Ansyor, SP, M.Sc Sumber: Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Industri