Kacang hijau (Vigna radiata) dapat ditanam di lahan sawah pada musim kemarau dan di lahan tegalan pada musim hujan. Di Tingkat petani, rata-0rata proiduktivitas baru mencapai sekitar 0,9 ton/ha. Dengan teknIK budidaya yang tepat produktivitas kacang hijau dapat mencapai 2 ton/ha. Varietas unggul kacang hijau yang dihasilkan oleh Balitbang Pertanian (Sekarang BSIP) beragam baik ukuran bijinya (besar atau kecil) dan kulit biji yang ijau kusam atau mengkilat. Penggunaan varietas hendaknya disessuaikan dengan permintaan pasar. Komponen Teknologi Budidaya: 1.Varietas Unggul : Varietas unggung kacang hijau yang telah dilepas cocok ditanam baik di alahn sawah maupun di lahan tegalan; Varietas unggul kacang hijau yang yang tahan penyakit embun tepung dan bercak daun seperti Sriti, Kutilang, Perkutut dan Murai dianjurkan untuk ditanam pada daerah endemik. Selain varietas-varietas tersebut juga telah direalis beberapa varietas baru lainnya yaitu: Vima 1, Vima 2, Vima 3, Vima 4 dan Vima 5 dengan potensi hasil mencapai 2,44 ton/ha, berumur genjah (56 hst) dan polongnya tidak mudah pecah. 2.Benih : Benih sehat, bernas, dan berdaya tumbuh 90%, serta tidak banyak campuran; GunaKebutuhan benih benih unggul berlabel dari penangkar benih. Apabila benih menggunakan benih sendiri, maka benih diambil dari pertanaman yang seragam, cukup umur, dan diproses dengan baik. Kebutuhan benij per ha 20 kg/ha; Khusus pada daerah endemic lalat bibit Agromyza phaseoli diberikan perlakuan benih dengan Insektisida Carbosulfan (10 gr/kg benih) atau Fifronil (5 cc/kg benih). 3. Penyiapan Lahan: Pada lahan sawah bekas pertanaman padi, penyiapan lahan dengan TOT (Tanpa Olah Tanah), namum tunggul padi perlu dipoting pendek; Apabila tanah becek, maka perlu dibuat saluran drainase dengan jarak 3-5 m. Pada lahan tegalah atau bekas tanaman palawija lain (misalnya jagung) perlu pengolahan tanah: Pembajakan sedalam 15-20 cm, dihaluskan dan diratakan; Saluran irigasi dibuat dengan jarak 3-5 m. 4.Cara Tanam: Tanam dengan sistem tugal 2 biji/lubang; Jarak tanam: 40 cm x 15 cm (pada musim hujan) atau 40 cm x 10 cm pada musim kemarau; Pada lahan bekas pertanaman padi, penanaman kacang hijau tidak lebih dari 5 hari setelah padi dipanen; Penyulaman dilakukan pada saat tanaman berumur tidak lebih dari 7 hari setal tugal. 5. Pemupukan Pada lahan bekas pertanaman padi yang subur, tanaman kacang hijau tidak perlu dipupuk; Pada lahan yang kurang subur, tanaman kacang hijau dipupuk dengan Urea 45 kg/ha, SP-36 45-90 kg/ha, dan KCl 50 kg/ha yang diberikan pada saat tanam secara larikan disisi lubang tanam sepanjang barisan tanaman. Pupuk kendang/organic dapat diberikan sebagai penutup lubang saat tanam atau diberikan disamping tanaman. 6. Penggunaan Mulsa Jerami Padi: Mulsa Jerami padi diberikan sebanyak 5 ton/ha. Pemberian mulsa bermanfaat untuk mengurangi pertumbuhan gulma, menekan serangan lalat bibit, dan menahan kehilangan air tanah. 7. Penyaiangan: Penyiangan dilakukan 2 kali pada saat tanaman 2 dan 4 minggu; 8. Pengairan : Bila tersedia fasilitas pengairan, pengairan dapat dilakukan pada periode kritis, yaitu menjelang berbunga (umur 25 hari) dan pada saat pengisian polong (umur 45-50 hari). Pada daerah panas dan kering (suhu udara 30-31 derajat Celsius dan kelembaban udara 54-62%) pertanaman diairi 2 kali, yaitu pada umur 21 hari dan umur 38 hari; Pada daerah yang tidak terlalu pada dankering, pengairan cukup diberikan 1 kali pada umur 21 hari atau 38 hari. 9. Pengendali Hama dan Penyakit: Hama utama kacang hijau adalah lalat kacang Agromyza phaseoli, ulat jengkal Plusia chalcites, kepik hijau Nezara viridula, kepiik coklat Riptortus linearis, penggerek polong Maruca testualis dan Etiella zinckenella dan kutu thrips; Sedangkan Penyakit Utama adalah bercak daun Cercospora canencens, busuk batang, embun tepung Erysiphe polygoni, dan penyakit puru Elsince glycines. Pengendalian hama dilakukan dengan insektisida seperti: Cofidor, Regent, Curacron, Atabron, Furadan atau Pegassus dengan dosis 2-3 ml/litre air dan volume semprot 500 – 600 liter/ha. Pengenfdalian penyakit dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida seperti: Benlate, Dhitane -45, Baycor, Delsene MX 200, Ingrovol atau Danconil pada awal serangan dengan dosis 2 gr/liter air. Penyakit embun tepung Erysiphe polygoni dan penyakit bercak efektif-sangat efektif dikenfdalikan dengan fungisida hexakonazo yang diberikan pada 4,5, dan 6 minggu. 10. Panen dan Pasca Panen: Panen dilakukan apabila polong berwarna hitam atau coklat. Pemanenan umumnya dilakukan dengan cara dipetik, namun untuk varoetas-varietas unggul kacang hijau yang ditanam dengan Teknik budidaya dan pengairan yang tepat (terstandar) akan masak serempak (lk.80%), sehingga dapat dipanen dengan sabit. Polong segera dijemur selama 2-3 hari hingga kulit mudah terbuka; Pembijian dilakukan dengan cara dipukul dalam kantong plastik, kain atau terpal untuk menghindari kehilangan hasil; Biji dijemur Kembali sampai kadar air 12%, kemudian disimpan ditempat yang bersih dan kering. Apabila akan digunakan untuk benih kembali, maka penjemuran biji hasil panen hingga kadar air mencapai 8-10%. Didiseminasikan Oleh : Dr.Ir. M.Saleh Mokhtar, M.P - Penyuluh Pertanian Ahli Madya BSIP NTB Sumber: Teknologi Produksi Kacang Hijau, PUI Aneka Kacang dan Umbi, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.